Tips Ibu

Tips Menyapih Botol Dot

Family ~

Botol dot sering dianggap sebagai media untuk membantu memberikan ASI Perah atau susu formula dan air putih kepada bayi. Banyak Ibu hamil yang memasukkan item botol dot ke dalam stuff baby yang harus dibeli menjelang kelahiran. Makin hari, makin banyak pula brand botol dot yang mengklaim botol dot itu begini dan begitu yang sangat menjual dan membuat para Ibu yakin bahwa botol dot itu harus mereka beli. Ada pula artikel yang membenarkan bahwa ada botol dot yang TIDAK menyebabkan bingung puting.

Padahal?

Botol dot adalah pengganggu paling utama, musuh bebuyutan yang sangat mengganggu proses menyusui. Dari segi bentuk saja sudah berbeda antara payudara Ibu dan nipple dot, disebabkan bentuk yang berbeda juga akan mempengaruhi proses bayi dalam mengenyot. Jika di payudara dia akan berusaha mengenyot dengan baik, maka ketika diberi botol dot dia tidak perlu mengenyot pun susu sudah turun sendiri. Tidak percaya? Ibu bisa mencoba membalikkan botol dot dengan posisi nipple ke bawah, airnya keluar tanpa perlu disedot, bukan? Hal inilah yang tidak dibahas dari brand botol dot sebagai masalah utama yang menyebabkan bingung puting. Ketika diberi botol dot, bayi cenderung malas ngenyot dan berakhir bingung puting. Ada yang merasa demikian?

Menyapih Botol Dot

Tulisan ini saya tujukan untuk para Ibu dengan anak yang sudah terkena botol dot, ya! Bila tidak, diskip saja. Saya tidak merekomendasikan para Ibu untuk mencoba botol dot, kempeng bahkan susu formula. Yuk jadi Ibu yang cerdas dan terus belajar. Terus cari info yang valid, sekarang banyak dokter spesialis anak yang pro ASI dan MP ASI.

sumber: aimi-asi

sumber: aimi-asi

Bila usia bayi masih di bawah 6 bulan atau menyusui eksklusif, Ibu bisa menemui konselor menyusui untuk dilakukan suatu proses yang dinamakan relaktasi, atau menyusu kembali. Nanti konselor akan membantu kontak kulit Ibu dan Bayi dan insya Allah bayi bisa menyusu kembali.

Satu hal yang perlu Ibu tanamkan adalah percaya diri. Insya Allah Ibu bisa melakukan relaktasi kembali.

Bila usia bayi sudah di atas 12 bulan bahkan ada yang menyambung susu formula setelah proses menyapih selesai, Ibu bisa melakukan beberapa tips yang akan saya jabarkan di bawah. Tips ini berasal dari pengalaman saya menyapih botol dot dari dua anak yang berusia 3 tahun dan 2 tahun. Pemberian botol dot yang saya lakukan ini murni diluar kendali dan batas kesabaran saya. Saat itu lingkungan mendukung penuh untuk menyambung susu formula kepada anak saya dimulai sejak 10 bulan saat saya hamil anak kedua, kemudian berhenti sebab saya berusaha untuk tandem nursing kembali, lalu sejak usia 17 bulan (pasca sapih dari ASI ), dan hingga 3 tahun usianya.

Momen ketika saya ninggalin anak-anak keluar kota

Momen ketika saya ninggalin anak-anak keluar kota

Sedangkan anak kedua, mulai terpapar dot sejak usia 22 bulan, 2 bulan sebelum saya melahirkan anak ketiga. Karena aktivitas memberi susu ke abangnya serta kekhawatiran kurangnya nutrisi yang anak kedua dapatkan didukung oleh komentar lingkungan yang tidak membangun kepercayaan diri saya, akhirnya anak kedua juga ikut terpapar botol dot, dan bersyukur dari sejak 22 bulan itu dia masih ASI dengan saya walau sudah diberi susu di botol.

Susu yang saya gunakan adalah UHT, bukan susu formula. Kenapa? Karena setelah saya menjadi anggota Aceh Peduli ASI, saya tau kandungan susu formula kurang baik untuk anak. Banyak kandungan zat yang diNYATAKAN baik, tapi itu hanyalah tulisan belaka. Setelah saya pelajari, ternyata prinsipnya adalah anak lebih baik dikenalkan dengan segala bentuk kalsium seperti daging, telur, ikan dan sumber kalsium lainnya daripada minum susu. Pernah gak anaknya kekenyangan susu lalu tidak mau makan? Sering yah.. Saya lebih memilih UHT karena cair dan kandungannya nggak aneh-aneh kaya susu formula. Tapi kalo masih di bawah 12 bulan? Silakan konsul ke dokter spesialis anak yaa bu. Kadang saya ngasih susu UHT full cream, strawberry, dll. Dengan perjanjian minum susu hanya saat mau tidur malam. Prinsip saya, cukup untuk ngenakin mulutnya yang suka ngenyot aja. Eh tapi tapi tapi, kok berlanjut sampai usia 3 tahun ya?

Anak kedua saya yang terpapar botol dan susu di usia 2 tahun jauh lebih senang makan apapun dibanding abangnya yang terpapar botol dan susu di usia jauh lebih mudam yaitu 10 bulan dan baru suka makan apapun sejak saya sapih botol dot (anak pertama minum susu formula sampai 12 bulan. kemudian mulai 17 bulan dia minum UHT).

Apa Motivasi Saya Menyapih Botol Dot, kan sudah lepas ASI?

Selain karena alasan kesehatan, juga karena pengalaman anak kedua yang mencoba-coba mengenyot dari botol dot abangnya. Saya tau saya lemah, maka saya gamau anak ketiga terpapar dot juga karena liat Abang dan Kakaknya ngedot. Selain itu juga karena saya sejak November 2019 yang lalu menjadi konselor menyusui. Saya yang notabene sudah tau seluk beluk dunia menyusui, kenapa di anak sendiri tidak saya terapkan duluan? Mumpung masih di masa mereka. Mungkin lain cerita jika saya jadi konselor menyusui di saat usia anak-anak sudah tidak minum di botol dot lagi.

Oke, mari kita mulai bahas gimana caranya saya menyapih botol dot secara cepat dan tidak tercipta tantrum berlebihan?

Saya sudah membaca bagaimana cara menyapih botol dot dari akun media sosial @dokterapin. Saat itu, dokter apin menshare tentang 2 cara menyapih botol dot: bertahap dan langsung hilangkan. Bertahap di sini maksudnya adalah diawali dengan mengurangi intensitas minum susu, misalnya 3 kali sehari jadi hanya 2 kali sehari, dan seterusnya. Jika pada awalnya minum susu pagi, siang, dan malam, maka di pagi hari komunikasikan dengan anak untuk mengganti proses minum susu dengan makan pagi. Bisa juga ajarkan anak minum susu pagi dengan gelas, siang dan malamnya dengan botol dot. Sedangkan cara langsung hilangkan adalah botol dot langsung dibuang dan anak langsung minum dengan gelas besar, tentunya mengkomunikasikan dulu bahwa kini ia sudah besar dan tidak lagi minum susu dengan botol dot. Setelah membaca penjelasan ini, saya coba bertahap dulu. Namun, sayangnya saya tidak konsisten, dan orangtua paling tidak sanggup dengar anak nangis. Akhirnya, saya berhasil di proses menyapih LANGSUNG HILANGKAN, dengan tetap berkomunikasi setiap hari tentang pengaruh buruk botol dot, enak minum susu di gelas, dll.

  1. Alihkan perhatian ketika minta susu; bisa nonton (sering saya putar video tentang pedet yang ngedot, kemudian mereka ketawa karena botol dot itu ya untuk bayi-bayi sapi dan kambing haha), bermain, menggambar, mewarnai, lompat-lompat sampai capek, dancing, dan kegiatan apapun yang kiranya anak suka lakukan.
  2. Kenyangkan perutnya di waktu makan, jangan ada minuman/makanan selain menu keluarga 4 bintang di hadapannya. Kalo bukan waktu makan, aku akan sodorkan selingan makan entah itu buah, roti, bikin jus, spaghetti, dll.
  3. Ceritakan tentang keburukan ngedot sesuai bahasa mereka: gigi jadi karies, trus bisa muntah (anak-anak pernah kekenyangan minum susu karena baru selesai makan dan muntah, pada saat mereka muntah itu sayakecewa dan anak – anak paling takut bundanya kecewa soalnya terusannya jadi nangis wkwkwk).
  4. Semesta harus mendukung; Ibu dan Ayahku adalah tipe kakek-nenek yang ga bisa denger cucunya nangis. Pasti saya langsung dikomentar deh, ehehee. Nah, karena saya masih tinggal di rumah Ayah dan Ibu, maka mereka harus banget tau tentang info buruknya botol dot serta susu jika kebanyakan dikonsumsi.  Sekali dua kali sih masih membal, kemudian berikutnya saya jadi kebal dan ACTION!
  5. Saya ga yang meninggalkan susu banget, mereka tetap boleh minum susu UHT kotak, tapi medianya saya ganti di gelas. Awal setelah saya buang botol dot anak-anak, saya tetap stock susu UHT di kulkas, karena mereka masih minum susu sebelum tidur, dan beberapa kali bangun tengah malam lalu nangis dan minta susu: saya kasih di gelas, lalu tidur lagi. Yap percaya ga percaya, proses bangun malam minta susu ini hanya seminggu, karena berikutnya mereka pules sampai pagi!!! <3
  6. Karena saya memang ingin anak-anak lepas dari rutinitas minum susu,  saya sengaja ga stock susu dan bilang kalo susunya habis. Gimana kalo Kizain dan Medina minum air putih aja? Alhamdulillah mereka mau.
  7. Hargai mereka yang belajar memahami bahwa ngedot itu ga baik dengan ngasih hadiah: main ke suzuya, jajan ice cream, makan soto kesukaan, dll.
  8. Ajak mereka berpartisipasi untuk turut buang botol dot ke tong sampah; ini jadi poin penting bagi jiwa mereka karena mereka secara SADAR membuang botolnya. Jadi ketika mereka ingat untuk meminta susu botol, maka saya akan bilang: Kan udah Kizain Medina buang?

Apakah semulus itu? Tentu tidak. Saya butuh bantuan suami yang alhamdulillah sangat mendukung saya. Dari awal saya ajak dia untuk ikut mengambil peran, atau jika tidak bisa maka cukup diam dan doakan saya hoho.

Lalu muncul pertanyaan, anak saya usia 3 bulan tapi saya bekerja, dan dikasih ASInya pakai apa selain botol dot? Banyak, bisa pakai pipet tetes, pakai sendok dan yang paling direkomendasikan adalah cup feeder.

source: kumparan

source: kumparan

Cup feeder atau gelas sloki adalah media paling direkomendasikan karena manfaat untuk Ibu dan Bayi.

  1. Bayi menjilat sendiri, tidak dicekoki/tidak dipaksa minum.
  2. Susu tidak didiamkan lama di dalam cup feeder, karena selesai minum cup feeder akan dicuci dan susu yang masih bersisa akan dibuang. Coba lihat yang di dalam botol, kadang lupa buang ASI dan keterusan dikasih padahal sudah lebih dari 3 jam di suhu ruang?
  3. Proses memberikan ASIP dengan cup feeder, bayi digendong dan agak ditegakkan sehingga mengurangi resiko tersedak.
  4. Tidak akan bingung puting, karena tidak diberi botol dot.
  5. Jika ingin belajar lebih lanjut, boleh nonton video pemberian ASIP melalui cup feeder dan atau kontak konselor menyusui di daerahnya yaaa..

Yang paling bikin seneng adalah anak-anak naik 1-2 kg setelah lepas botol dot, anak pertama yang awalnya ga mau makan, kini mencoba makan wortel dan bakso. Tidak telur lagi, telur lagi. Juga anak-anak bebas dari ngompol (mereka sudah selesa toilet training sejak tahun 2018), dan pengeluaran untuk susu bisa ditabung.

Karena selagi saya dan anak-anak masih ada waktu, saya ingin menjadi malaikat untuk mereka sebelum terjun membantu para bayi dan Ibunya merasakan indahnya menyusui dan tidak merekomendasikan segala bentuk susu serta botol dot bagi mereka. Alangkah bahagianya bila kita bisa menyusui anak-anak, serta mereka makan dengan lahap tanpa bantuan susu manapun. Bilapun perlu susu, usahakan tetap dalam pantauan dokter spesialis anak dan juga konselor menyusui & MP ASI. Emang ada? Ada dong! Di Banda Aceh banyak!

Semangat, Ibu-ibu!

Salam,

Cutdekayi

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply