Cerita Bunda

Sukses Tandem Nursing: Mental Ibu Harus Kuat!

www.cutdekayi.com - sukses tandem nursing, mental ibu harus kuat

Sebelum sukses tandem nursing, boleh dibaca-baca dulu sukses Nursing While Pregnant-nya cutdekayi di sini, ya.

Well yeah, setelah putri cantik jelita lahir, rasa bahagia sudah pasti menyelimuti. Ingin segera menyusui dan mendekapnya sepanjang hari. Namun sayangnya, Medina tidak dapat langsung menyusu ke saya sebab ada masalah pada jantungnya. Medinapun harus menginap di NICU seminggu lamanya.

Selama seminggu tanpa Medina, Kizain (anak pertama saya)-lah yang membuat ASI saya tetap lancar. Tanpa bengkak, tanpa drama demam akibat lupa memompa. Ya, sepulang dari RS, sayapun memberikan ASI kembali kepada Kizain. Saya banyak membaca tentang tandem nursing. Semangatnya working mom yang tetap memberi ASI meski direct breastfeeding-nya hanya malam hari. Semangatnya ibu yang melahirkan anak kembar menyusukan anaknya secara bersamaan maupun bergantian. Energi semangat itulah membuat mental saya yakin untuk menyusukan dua anak saya. Mereka saja mampu, kenapa saya yang 24/7 tak mampu?

Saat itu yang saya pikirkan hanyalah ASI saya tidak macet dan anak pertama kembali mendapat cinta dari Ibunya.

Awalnya memang dia menolak dan merasa kikuk dan menangis tak karuan. Namun karena hanya ASI yang dia punya (tanpa susu UHT kesukaannya lagi), terus saya ‘ajak’, tak lupa berdoa, dia melembut dan menerima. Saat itu usianya sudah 14 bulan lebih dua minggu.

Fyi, ketika berniat melangsungkan tandem nursing, saya terlebih dulu diskusi sama suami selaku support system terdepan saya. Bila ada komen-komen menyakiti, maka dialah yang menyaring. Selanjutnya, baru Ibu saya Alhamdulillah Ibu saya pro ASI. Meski diam-diam suka ngasih Kizain susu tambahan :’D.

Kizain dan Medina

Kizain dan Medina

Okhey, yuklah kita balik lagi ke awal mula tandem nursing.

Ketika adiknya pulang dari RS, mulailah saya putar otak agar keduanya tetap mendapatkan ASI. Satu-satunya cara adalah saya tetap mendahulukan Adik daripada Abang. Jangankan lewat ASI, terlalu lama memerhatikan adiknya pun, cemburu mulai menghantui. Bahkan beberapa kali adiknya digangguin sebab perhatian jadi terbagi dua. Hal ini yang bikin saya makin semangat untuk tetap mengASIhi Kizain. Karena dengan menyusui Kizain, segala nasihat masuk dengan begitu mudah. Kizain kecil tumbuh menjadi Abang yang patuh dan dewasa. Memang tidak instan, tapi perubahan itu nyata adanya. Orangtua mana yang tak mengharu biru melihat bayi 14 bulan mencium sayang adik bayinya yang berusia 7 hari?

Dari sejak memutuskan NWP, saya tidak ada melakukan konsultasi dengan dsog manapun. Saya hanya berbekal mental saja. Namun, saya mulai kesusahan ketika si Abang mulai mendominasi saat menyusu. Terus sebenarnya gimana sih tandem nursing untuk anak beda bulan?

Bertemu dengan Organisasi Aceh Peduli ASI

Alhamdulillah, ada saja jalanNya. Di usia 1 bulan Medina, saya bertemu dengan organisasi Aceh Peduli ASI. Saat itu Aceh Peduli ASI rutin mengadakan kelas mini edukasi menyusui sejak beberapa bulan silam. Huhu sedikit menyesal sebab pas NWP saya tidak ikut kelas ini. Tak terpungkiri, banyak sekali pertanyaan tersimpan di hati.

Sayapun mendaftar dan ikut kelasnya. Saat itu yang mengisi adalah dr. Niken Asri Utami, SpOG yang juga seorang konselor laktasi. Tema yang dibawakan adalah IMD, Rawat gabung dan Posisi Pelekatan yang Baik. Selain ingin bertanya soal tandem nursing, saya juga ingin bertanya ttg pelekatan sebab beberapa kali saya merasa salah posisi.

Kelas Aceh peduli ASI bersama dr. Niken Asri Utami, SpOG (Foto by instagram @acehpeduliASI?

Kelas Aceh peduli ASI bersama dr. Niken Asri Utami, SpOG (Foto by instagram @acehpeduliASI)

Alhamdulillah, pertanyaan saya terjawab dari Dokter Niken. Bahwa ASI setelah lahir akan mengandung kolostrum, dan beberapa hari kemudian akan menjadi ASI matang. Mungkin si Abang sedang kembali menemukan kenyamanan & kenikmatan menyusui. Tidak apa-apa. Dinikmati saja. Karena insya Allah manfaatnya banyak sekali.

Manfaat Tandem Nursing

Salah satu manfaat tandem nursing yang saya rasakan selain terhindarnya dari penyumbatan ASI & payudara bengkak adalah sibling rivalry & bonding yang begitu nyata. Kizain sungguh menyayangi adiknya dan turut membantu bunda mengurus adiknya. Intinya, ia senang sekali saat turut terlibat mengasuh adik.

Baca: Mengenalkan Abang pada Adiknya

Namun, sesuai saran konselor laktasi, saya tetap memberi batasan menyusui pada Kizain. Yaitu, ia hanya menyusu saat meminta, tidak lagi saya tawarkan. Pun saya lebih mengutamakan Medina yang masih menyusui eksklusif daripada Kizain.

Menyapih

Ketika sapihpun tak begitu susah. Sebab sudah sejak usia 12 bulan (saat itu kita masih NWP) saya bicarakan soal sapih. Dan Kizainpun menyapih dirinya saat adiknya berusia 7 bulan, dan sedang makan brokoli di depan matanya. Mengapa? Kizain kecil begitu jijikan. Sehingga ia melihat adiknya makan brokoli kemudian menyusu di tempat ia menyusu sebelumnya, membuat pertahanannya hilang.

Kizain tidak mau menyusu lagi. What should I do? 😂 Ikhlas. Yah, mungkin beginilah cara sapih yang diridhoi Allah.

Esoknya saya tawarkan menyusu, ia ogah. Ia lebih memilih minum jus daripada ASI.

Then, alhamdulillah. Ternyata memang tandem nursing itu keajaiban dari Allah. Bahwa tidak ada yang susah, karena Allah akan memudahkan. Allah sesuai prasangkaan hambaNya. Saat memulai NWP, saya yakin sukses. Saat memulai tandem nursing, saya yakin sukses. Sampai di titik ini, saya tidak pernah Allah tinggalkan sendiri.

Bagi ibu-ibu yang sedang hamil namun masih menyusui, lanjutkanlah. Bagi yang sedang tandem nursing, teruskanlah. Jangan lupa, kita tidak sendiri. Support system yang Allah berikan sudah ada, organisasi ASI yang terus mendukung para Ibu menyusui di Aceh, Indonesia dan dunia. Cari mereka, dekat-dekatlah dengan mereka.

Karena mental dan keyakinan itu butuh support dan semangat agar kita terus berjalan sampai akhir.

Salam,

Cutdekayi

P.S: Tandem nursing adalah menyusui kakak adik secara bersamaan maupun bergantian.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply