Cerita Bunda

Suami Penyabar, Suamiku Sayang

MondayMarriage

Entah bagaimana caranya memulai postingan ini. Setelah beberapa hari vakum dari dunia media sosial, membuat saya sedikit kaku mengawali paragraf baru. Biasanya, begitu ide muncul, saya selalu tau bagaimana cara tuk memulai kalimat. Tapi tidak untuk kali ini. Yang terpikir malah endingnya. Ending dari tulisan yang akan saya persembahkan untuk suami saya, suami yang paling sabar mengurus saya dan Kizain selama kami sakit dua minggu belakangan.

Baca : Menikah Dengan Programmer

Sejak beberapa hari sebelum hari raya idul adha, saya terserang flu. Badan meriang dan nafsu makan berkurang drastis. Namun, hari-hari dalam mengurus anak dan suami masih bisa dijalani seperti biasa meski kepala sudah nyut-nyutan. Sehari setelah hari raya, flu berpindah ke Kizain. Dia yang biasanya ceria dan aktif bergerak sana-sini, menjadi malas makan dan tidurnya pun terganggu. Biasanya jam 6 sore dia sudah tidur dan bangun pukul 6 pagi. Tapi tidak ketika flu melanda. Setiap sejam sekali ia bangun karena hidung tersumbat dan batuk yang mendera. Jam tidur jadi berkurang, baik saat tidur malam maupun di pagi/siang hari.

Ketika Kizain mengalami batuk dan pilek, hal yang paling ia sukai adalah digendong. Dan suami saya sigap menggendongnya meski jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Begitupun ketika pagi, abang turut serta membantu menggantikan popok dan memandikannya dengan air hangat, mengingat kondisi saya yang juga sedang flu, berbadan dua dan tidak enak badan.

Suamiku - cutdekayi.com

Setelah mengurus Kizain, abang tak lupa menyiapkan makanannya bahkan menyuapi saya yang juga sedang sakit kepala.

Alhamdulillah, setelah seminggu pileknya Kizain sembuh. Tinggal batuknya aja. Ditandai dengan demam seharian dan esoknya jam tidurnya kembali normal. Saya dan abang bernafas lega karena kami bisa tidur dengan nyenyak ketika malam tiba…

Namun bagaimana dengan saya? Puncaknya adalah dua hari ketika Kizain sembuh demam dan flu, saya -yang juga masih flu- mendadak naik demam tinggi. Suhu mencapai 40,5 derajat dan saya menggigil. Saat itu sudah tengah malam dan saya hanya memperbanyak minum air putih sambil tidur dipeluk suami agar lebih hangat. Alhamdulillah 30 menit kemudian saya sudah tidak menggigil lagi, namun demam tetap tinggi.

Esok paginya karena saya masih demam, lagi lagi abang yang harus turut serta menjaga dan mengurus Kizain. Abang pula yang mengunjungi bidan untuk menyampaikan kondisi saya. Dan Bu Bidanpun memberikan beberapa obat untuk saya minum. Sebenarnya -seperti pagi-pagi sebelum saya sakit- setiap jam 08.00 pagi abang sudah kerja, namun kali ini abang mengalah karena kondisi saya yang masih demam tinggi.

Baca : Ibu Tidak Boleh Sakit 

Demam dan batuk terus merajai hari hingga empat hari lamanya. Setiap kali minum obat, demam turun. Kemudian naik lagi, menggigil lagi lalu minum obat dan turun lagi. Begitu terus. Hingga akhirnya seorang dokter umum datang ke rumah dan memeriksa kondisi tubuh saya.

Setelah mengecek sana dan sini, akhirnya diambil kesimpulan bahwa saya menderita radang tenggorokan. Dan berbekal resep yang aman untuk ibu hamil, saya meminumnya dengan teratur. Tak lupa abang masih tetap berjaga di rumah karena saya yang belum kuat menjaga Kizain.

Alhamdulillah, selang dua hari kemudian saya sembuh. Betul-betul sembuh. Demam tidak naik turun lagi dan batukpun pergi. Abang akhirnya lega, ia tak perlu berjaga malam lagi seperti beberapa hari yang sudah-sudah. Tak perlu mengompresi saya saban hari dan meninggalkan pekerjaannya lebih lama lagi.

Dalam posisi seperti ini, saya bersyukur. Diberi suami penyabar dan penyayang. Dijejali begitu banyak tugas yang merepotkan : mulai dari menjaga anak, memandikan, menyuapkan, menyapu rumah hingga membantu saya ke kamar mandi, semua ia lakukan tanpa mengeluh. Berkali-kali Kizain mengganggu saat ia bekerja dan saya tak bisa apa-apa, ia tetap tersenyum ikhlas. Alhamdulillah.

Baca : Aku Mencintaimu Sampai Nanti…

Semoga abang selalu sehat dan disayang Allah. Terimakasih ya sayang untuk keikhlasan abang dan kesabaran abang mengurus kami berdua sekaligus. Tanpa lelah dan tanpa keluh kesah.

Love you,

Bunda

You Might Also Like

22 Comments

  • Reply
    tutyqueen
    28 September 2016 at 08:37

    Alhamdulillah ya mbak, kita diberi suami yang penyayang, penyabar dan pengertian

  • Reply
    Khoirur Rohmah
    28 September 2016 at 09:19

    Ya Allahh… aku jadi baper ini mbak….
    Semoga mbak Ayi, suami, Kizain, dan debaynya sehat-sehat selalu ya mbak…
    Semoga keberkahan trcurahkan untuk kalian… Aminn
    hhee

  • Reply
    Rach Alida Bahaweres
    28 September 2016 at 12:05

    Alhamdulillah kalau punya suami yang bisa menjadi partner hidup terbaik ya mba Ayi

  • Reply
    Lina W. Sasmita
    28 September 2016 at 12:45

    Alhamdulillah, semoga langgeng rumah tangga Ayi dan suami.

  • Reply
    Shona Vitrilia
    28 September 2016 at 12:54

    Alhamdulillah barakallah mba ^_^

  • Reply
    Lingga
    28 September 2016 at 13:22

    Semoga jadi keluarga samara ya mba.. :)

  • Reply
    Titis Ayuningsih
    28 September 2016 at 13:42

    Selalu sehat ya Ayi untuk kizain dan abang ^^

  • Reply
    Nurul Fitri Fatkhani
    28 September 2016 at 14:40

    Alhamdulillah, dek Ayi bisa punya suami yang sangat sabar ya…patut disyukuri, loh! 😁

  • Reply
    Ratna Dewi
    28 September 2016 at 14:54

    Kalian so sweet banget, pasangan muda yang saling menguatkan. Semoga sehat terus ya abang, Ayi, dan Kizain.

  • Reply
    Liza
    28 September 2016 at 14:58

    amiin ya Allah. semoga Ayi, kizain, dan Aslan selalu diberkahi Allah

  • Reply
    Lendyagasshi
    28 September 2016 at 16:41

    Mashaallah…selamat Ayi…berkah selalu rumah tangganya.

    *kalau Abang baca tulisanmu, bagaimana reaksinya, dek..?
    ^^

  • Reply
    Hidayah Sulistyowati
    28 September 2016 at 17:32

    Alhamdulillah ya kita diberikan suami yang penyayang dan sabar. Semoga samara selalu dek Ayi dan keluarga. Barakallah yaaa :)

  • Reply
    Inna Riana
    28 September 2016 at 19:23

    alhamdulillah sudah baikan. sehat terus ya mba, juga buat debaynya :)

  • Reply
    Rotun DF
    28 September 2016 at 20:46

    Alhamdulillah, udah sembuh ya kalian berdua :*
    Kangen sama Ayi, jarang banget nongol dan chit chat lagi :’)
    Untung Aslan nggak ikut sakit ya. Udah deh jauh2 penyakit. Sehat-sehat ya kaliaaaan :)

  • Reply
    Alaika Abdullah
    28 September 2016 at 23:43

    Alhamdulillah sudah sembuh dan bisa menulis lagi, ya, Ayi.
    Semoga Ayi. Aslan dan Kizain selalu dalam lindungan Allah, ya. Hayu, beu juoh keudeh, penyaket! :)

  • Reply
    April Hamsa
    29 September 2016 at 00:06

    Alamdulillah, kita sama2 punya suami sabar dan pengertian mbak. Tossss hehehe.
    Moga sehat2 ya kehamilannya aamiin 😀

  • Reply
    Nchie Hanie
    29 September 2016 at 00:37

    Woalah kirain kemana, ga pernah muncul di grup.
    Ternyata sakit, alhamdulillah udah sembuh,
    Semoga Ayi dan kel selalu diberikan kesehatan ya.
    Moga Abangnya selalu sabar selamanya.

  • Reply
    nola
    29 September 2016 at 10:36

    Alhamdulillah ya.. Seneng banget bacanya.. Semoga semuanya sehat dan terus bahagia selamanya.. :)

  • Reply
    Kang Nurul Iman
    30 September 2016 at 13:52

    Alhamdulillah mbak luar biasa ya bisa dapat suami yang baik dan juga sabar tentunya, dengan memiliki karakter tersebut saja bisa membuat rumah tangga menjadi sedikit harmonis mbak dan kalau terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan bisa makin muantappp lagi.

  • Reply
    Mutia Nurul Rahmah
    30 September 2016 at 21:54

    Sehat-sehat terus ayiii….
    Alhamdulillah abang mau sabar njaga yaa

  • Reply
    Alma Wahdie
    5 October 2016 at 03:36

    So sweet, Mba.
    Alhamdulillah ya bisa seiiring sejalan.

  • Reply
    cputriarty
    6 October 2016 at 10:31

    Baca postingan ini mengingatkanku juga sama sulungku kalo sedang sakit mintanya digendong småpe jam 2 dinihari. Dimana kondisi istri yg capek n sakit.
    Selalu langgeng sampai aki-nini y

  • Leave a Reply to nola Cancel Reply