Beauty Skincare

Pengalaman Mencari Skincare – Review Skincare: Zalfa Miracle Lightening Series

zalfa

Sesuai janji saya saat pertama kali membeli skincare ini yaitu akan sharing dan menuliskannya khusus di blog post saya, hari ini akan saya realisasikan. Alhamdulillah, ga nyangka udah setahun aja pakai skincare ini. Ga nyangka udah habis – beli – habis – beli sampai 4 kali. Ga nyangka segitu hematnya karena 1 paket bisa 3-4 bulanan baru habis. Ga nyangka saya begitu sabar untuk tidak pindah ke lain hati.

Akhirnya saya bisa bernafas lega. Awalnya tak pernah terpikir bakal selama ini setia dengan satu merk skincare. Yang dulunya ogah, yang dulunya ga peduli dengan kulit wajah, hari ini bisa cerah setiap kali berkaca.

Thank you, Zalfa Miracle. You made my day!

Alasan Pengen Pakai Skincare

Seorang perempuan yang dulunya aktivis kampus, rela panas-panasan, ikut demo sana-sini, pergi pagi pulang maghrib ini anti banget sama rangkaian skincare. Uhuk, tau sebutan skincare aja baru dua tahun silam. Sejak sayap pertemanan terkembang hingga ke Pulau Jawa. Dari teman-teman beauty bloger-lah saya banyak belajar dan mencari tau soal skincare.

Alasan terkuat saya untuk mencoba menggunakan skincare adalah karena di Januari 2016, pasca melahirkan Kizain, saya kembali ke kampus setelah menikah November 2014. Di kampus, saya seruangan dengan adik angkatan yang wajahnya glowing bak artis korea. Mupeng ga sih? Hahaha, kecil banget cara berfikir saya. Dulu saya kira itu semua tipuan make up, dan saya juga ga berani banget langsung coba make up, karena saya belum tertarik untuk meronakan pipi dan bibir. <3

Belum berakhir disitu, suami mengajak saya ke nikahan temen-temennya. Bertemu dengan banyak orang, dengan berbagai macam karakter, pakaian, cara bicara, dsb. Ketika bertemu dengan teman suami yang perempuan, dan WOW lagi-lagi saya tersepona dengan wajahnya. Ini baru mupeng beneran.

Saya 24 jam di rumah bersama Kizain (saat itu). Sementara suami kerja, bertemu klien dan banyak orang di luar rumah. Mau ga mau, dia akan bertemu dengan para perempuan yang bisa jadi wajahnya jauh lebih glowing daripada saya. Apa saya ga cemburu, yak? Apa saya ga pengen cantik juga buat suami? T_T

Akhirnya saya mengadu ke suami. Tentang segala yang saya rasakan selama ini. Jawaban beliau mah tetep, “aku mencintaimu yang tanpa polesan apapun,”. Tapi setiap saya berkaca, kusam wajah ini selalu menjadi perhatian. Apalagi kalo ada sesi foto dan melihat hasilnya, pengen rasanya saya gausah foto aja deh. Tapi, suami pasangannya siapa dong? Huhuhu.

Melihat istrinya berkabut, suamipun mengizinkan saya untuk ke dokter kecantikan. Ya karena saya piker hanya dokterlah yang mampu membuat wajah glowing. Suami juga mengizinkan saya membeli make up. Ingat, make up di sini hanya berupa BB Cream, Bedak dan Lipstik, ya. Semuanya merk wardah kecintaanQue. Biasanya 3 ini saya pakai kalau keluar bareng suami. Di rumah ga pernah pakai apapun.

Tapi kok ya abis pakai produk dokter, jadi jerawatan? Wajah tetep kusam? Flek hitam tetep ada? Wajah jadi kering? Akhirnya saya cerita ke teman beauty bloger saya, ada Mbak Putri KPM dan Mbak Tya. Saya kepo dong dengan make up mereka di IG. Kok bisa cakeup beut, bikin mupeng. Dan ternyata saat saya sibuq memikirkan make up, ada 1 hal yang saya lupakan dan mereka membantu saya untuk mengingatkan: SKINCARE.

Skincare di sini bukan racikan dokter. Lagi-lagi mereka mengingatkan saya akan kondisi wajah saya yang sebenernya ga butuh banget tangan dokter untuk mengglowingkannya. Kecuali memang acne bruntusan, flek merajalela dan hal-hal lainnya yang butuh penanganan dokter.

Ya, saya lupa bahwa memang make up itu ada untuk “atasan” wajah, sementara skincare pondasi terpentingnya. Jadi, selama skincare belum maksimal, maka hasil make up pun jangan harap bisa maksimal. Mungkin produk dokter yang sebelumnya saya pakai ga cocok baik di harga maupun di jawah saya.

Di Juni 2016 saya hamil Medina.  Saya coba beli CC cream, cleansing milk & toner juga facial wash dari oriflame. Coba tebak berapa lama saya istiqomah pakainya? 2 minggu. Kenapa ga lanjut? Selain karena malas, saat itu order oriflame juga jauh dan harus menunggu waktu untuk penerimaan barang. Padahal harganya cukup mahal. Mubazir dong? Engga insya Allah. Saya kasih ke temen yang juga pakai skincare.

review zalfa miracle lightening series

Setelah itu, saya tetep kepo segala bentuk skincare. Mulai dari harganya, beli di mana, cara pakainya gimana. Cuma satu yang kadang bikin maju mundur untuk beli:

Harganya.

Maka dari itu, bagi teman-teman yang ingin mencoba skincare jangan lupa diskusikan dengan suami. Sebab ridho suamilah (plus kemauan istri untuk belajar merawat diri) yang bikin skincare itu bertahan. Karena memang tabungan khusus untuk skincare ini ga menjadi pembicaraan kami sebelum menikah. Jadi harus betul-betul dipahami kondisi keuangan. Jangan sampai rela ga makan demi beli skincare :’(

Pesan para beauty bloger juga adalah skincare ini memang cocok-cocokkan. Cocok harganya, cocok di wajahnya. Jadi belum tentu apa yang saya ulas di sini akan cocok bagi teman-teman semua.

Zalfa Miracle Lightening Series

Setelah berbulan-bulan kepo dan ga ada capeknya, pencarian saya terhenti di Desember 2016. Sebulan sebelum Medina lahir saya ketemu dengan brand Zalfa Miracle di IG. Saya nanya dari A sampai Z sama adminnya, dan dijawab dengan gambling. Sampai pada pembahasan pemakaian produk dokter. FYI, Zalfa Miracle ini terbuat dari bahan alami dan tidak ada campur baur dengan produk dokter.

Ketika ditanya apakah saya pernah pakai produk dokter? Yes pernah. H-30 sebelum saya menikah, saya menggunakan produk dokter. Dan berhenti ketika produk habis sebab duitnya mehong, cyyn. Mana pada saat itu saya dan suami juga sedang membangun perusahaan Gumugu. Alokasi dana untuk ke dokter kecantikan lagi ndak ada. Lalu beberapa bulan sebelumnya saya juga pakai produk dokter dan ga bertahan lama. Sebab jerawat kecil malah tumbuh di jidat padahal tidak sedang PMS.

Karena saya pernah pakai produk dokter, admin zalfa menyarankan untuk masker madu dulu selama 7-14 hari. Setelah itu beliau menyarankan untuk order kembali. Masker ini dibutuhkan untuk mengangkat zat hasil produk kimia di wajah agar alami kembali. Saat pertama kali menggunakannya, wajah saya panassss dan meraaaah banget. Dan Alhamdulillah hanya satu hari, esok lusa udah baikan.

Sayangnya setelah dua minggu saya pakai masker, alokasi dana sudah ga ada lagi buat beli zalfa miracle. Saya tunda lagi deh, dan ga pakai apa-apa hingga Mei 2017.

IMG-20180513-WA0083

Ga pakai apapun, cuma skincare doang

Welcome to my home, sweetheart

Tepat setahun yang lalu, zalfa menjadi skincare favorit. Saya ga mikir ongkir lagi sebab saya beli langsung zalfa miracle lightening series ini di  Agen Zalfa Aceh: Toko Hijab Alila Banda Aceh. Berbeda dengan Desember lalu yang jika saya beli harus pakai ongkir. Dan karena mikirin ongkir inilah yang bikin saya pengen beli banyak. Belanjaanku berat di ongkir :p

Karena sudah ready di Banda Aceh, awalnya saya mengalokasikan dana hingga 500.000,- untuk beli serangkaian paket, berkurang 300.000,- karena untuk awal yang saya butuhkan adalah Facial Wash, Day Cream dan Night Cream. Bila cocok, bolehlah saya melirik serum, toner, cleansing milk dan exfoliate (banyak ya book wkwk).

Btw, kenapa saya disarankan menggunakan zalfa miracle lightening series? Sebab balik lagi, kondisi kulit wajah saya adalah kusam berpori-pori besar dan komedoan. Rangkaian lightening ini digunakan untuk kulit wajah seperti saya. Di awal diskusi dengan admin, mereka langsung menyatakan bahwa ketika akan membeli zalfa, jangan berharap akan langsung kinclong dalam sehari-dua hari. Tergantung masalah kulit wajah kita sejauh mana. Mereka juga mengatakan bahwa zalfa miracle ini bukanlah obat, melainkan kosmetik wajah. Jadi apabila berhenti dipakai pun tidak akan menjadikan wajah ketergantungan.

Bila wajah sudah dirasa membaik dan ingin berhenti, silakan. Asalkan asupan makan buah dan air putih terjaga maksimal.

Tapi, apa kita sebaik itu menjaga wajah?

Facial Wash Zalfa

Kalau beli satuan, harganya 35.000,- dengan exp.date Jan 2020 dan kandungan seberat 100 ml. Untuk facial wash biasanya saya pakai 2-3 kali sehari. Dan biasanya saya tidak butuh make up remover untuk membersihkan sisa bedak di wajah, karena facial wash zalfa miracle ini sudah bisa mengangkat sisa make up.

Bentuknya tube gitu, jadi gampang buat dikeluarin. Tinggal pencet, keluar deh sabunnya sebanyak yang kita mau. Busanya juga hampir ga ada dan selesai dibilas ga lengket di wajah. Baunya, kaya apa ya? Hmm, saya ga terganggu banget dengan baunya sih. So far so good. Buktinya sudah habis 4 botol setahunan ini :p

Day Cream dan Night Cream Zalfa

Day creamnya ber spf 50+. Pertama kali diaplikasikan ke wajah, sempat timbul bintik-bintik merah kecil. Dan menurut admin zalfa miracle, ini adalah cara produk beradaptasi di wajah. Seminggu kemudian hilang, Alhamdulillah. Kalau dikatakan di awal hasilnya minimal banget 3-4 mingguan, di saya dua minggu langsung kelihatan. Saat itu saya belinya 2 minggu sebelum lebaran. Dan di hari lebaran wajah glowing deh.

Bentuknya bulat, baunya? Lagi-lagi saya ga terganggu dengan baunya karena bagi saya ya begitulah baunya. Hahaha. Untuk day cream sendiri warnanya putih, sedangkan night cream warnanya pink. Keduanya selalu saya pakai sehabis mencuci muka dengan facial wash zalfa miracle. Hanya saja untuk yang day cream, ba’da sholat dzuhur saya cuci muka lagi dan lanjut pakai day cream lagi. Meskipun hanya di rumah seharian, day cream ini sangat membantu menutrisi kulit wajah saya yang terpapar AC ruangan.

Bagi teman-teman yang ingin menggunakan zalfa, saya sarankan sebelum membeli ada baiknya untuk mengenali kulit wajah. Apakah berminyak di daerah T-zone, pori-pori besar atau kering dan terkelupas, atau normal atau bahkan kombinasi. Karena bila kita tidak mengenali problem kkulit sendiri, akan sulit mencari penyelesaiannya.

Meskipun saya kulitnya rada berminyak dan berpori-pori besar, ternyata jika terpapar AC justru kering banget dan sensitive. Jadi, jangan abaikan problematika kulit wajah, sebab ini salah satu investasi kita bahagia di rumah. Bercermin, bahagia. Suami pulang lhat wajah kita, bahagia. Anak-anak pegang wajah kita, ga mengaduh sebab acne di mana-mana.

Lebaran tahun lalu, 2 minggu pakai zalfa

Lebaran tahun lalu, 2 minggu pakai zalfa

Fyi, zalfa miracle ini juga bisa digunakan buat cowok. Suami saya juga pakai zalfa ini juga meski ga rutin banget. Sebab aktivitasnya seharian di luar rumah dan butuh supply spf yang tinggi biar ga belang dan timbul flek hitam. Selain itu kehadiran zalfa miracle ini buat saya jadi bener-bener less make up. Saya sudah pede hanya bermodalkan skincare. Bertemu dengan teman-teman suami juga ga minder lagi. Diajak ke mana-mana juga hayuk karena saya ga takut penuaan dini, terpapar sinar matahari berlebih dan jerawat yang muncul di masa PMS.

Well, meskipun saya sudah beranak2, tapi wajah bolehlah dibilang anak SMA *maunyeeeee. Hahaha.

See you ^^

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    ketapelkecil
    26 May 2018 at 11:37

    jadi ini rahasia muka ayi cerahan :p dr dulu udh pngen coba pake zalfa, tp males nanya3 euy . tp makin kesini makin sadar muka kucel, ga enak banget diliat, dilemanya juga sama kalo ke kondangan banyak yg cantik3, koleg abang juga, kan minder yak, apalagi smpe dibilang udh nikah sama punya anak malah makin ga keurus tuh muka *syediih :(
    emg kalau pake skincare itu intinya harus rajin dan niatnya harus lurus biar ga setengah3 dpetnya .
    makasih ayi . btw pake zalfanya bikin ketergantungan ga?

  • Leave a Reply