pregnancy

Persiapan Sebelum Melahirkan

Persiapan Sebelum Melahirkan - cutdekayi.com

Hallooo, apakabar blog-ku? Sudah lumutan? Jamuran? Bersarang laba-labakah? Hehehe, mohon maaf hampir beberapa minggu belakangan ditinggalin karena bener-bener quality time sama Abang Kizain sembari menyiapkan hal-hal sebelum lahiran.

Alhamdulillah di minggu ini, usia kandungan saya sudah masuk 36 minggu alias 9 bulan. Alhamdulillah badan masih asik dibawa buat beberes rumah, ngurus Abang Kizain, dan berbelanja printilan adek janin. Malah kalo diajak baring atau malas-malasan, pasti adaaa aja bagian yang sakit :’) Jadi kayanya si adek janin suka bundanya bergerak terus, nih.

Persiapan Sebelum Melahirkan - cutdekayi.com

Nah, berhubung sudah masuk di bulan ke – 9 dan beberapa persiapan sudah hampir 95 % rampung diselesaikan, saya mau berbagi, apa aja sih yang saya persiapkan menjelang kelahiran?

1. Persiapan Mental dan Pengetahuan

Ngaji diperbanyak, dengerin murottal sering-sering, minta suami ngaji terus elus-elus perut hampir setiap malam, al-ma’tsurat terus dibaca pagi dan petang, juga berdoa di setiap waktu dsb, bagi saya ini penting sekali untuk menguatkan mental dan pribadi saya. Adik janin akan dilahirkan secara SC sama seperti abangnya. Itu tandanya akan ada pertemuan dengan ruang operasi, obat bius, tes alergi, kateter dan berbaring seharian sebelum kateter dilepas.

Belum lagi hari-hari pertama setelah melahirkan, akan mulai berdatangan segala macam komentar, baik tentang ASI yang belum keluar, bayi kecil yang menangis terus, dsb. Jadi, persiapan mental dan pengetahuan tentang newborn, SC, dll ini perlu agar ketika hari H tiba kita sudah siap dan yakin dengan pengetahuan yang sudah kita tekuni. Jangan lupa ajak juga orangtua dan suami untuk berdiskusi agar sepemikiran. Ketika di lapangan, kita akan semakin kuat karena dukungan mereka.

Saya mulai membaca kembali tentang ASI yang akan deras keluar 3 hari setelah plasenta lepas, juga tentang pentingnya kolostrum. Selain itu, saya juga mencaritau tentang arti tangisan bayi dan sebagainya. Meskipun ini lahiran kedua, tapi saya rasa perlu banget mengupgrade pengetahuan biar jadi ibu -meskipun muda- tapi ga ketinggalan kereta.

Masih teringat saat lahiran Kizain, dan saya dikomentari karena ASI yang belum lancar keluar sehingga Kizain terus menangis :’D Sempat hampir disuruh-suruh sufor oleh orang, namun alhamdulillah bunda dan suami saya yang telah sepemikiran dengan saya tetap mendukung dan menolak saran mereka. Saya sempat hampir stress dan minta pulang dari rumah sakit karena sudah tidak betah. Saya menyampaikan itu terus menerus ke suster yang memeriksa saya, dan bersyukur saya bisa pulang di pagi hari selasa setelah SC pada sabtu pukul 22.30 WIB.

Saya berharap sekali kelahiran yang kedua inipun akan dipermudah oleh Allah, baik proses recovery maupun saat operasi sedang berlangsung. Dan Kizain akan menjadi abang yang sholeh selama bundanya masih terbaring dengan jemari kaki yang kaku.

2. Persiapan Dana

Meskipun saya lahiran ditanggung pakai BPJS, namun persiapan dana ini perlu banget. Di sinilah perasaan syukur atas pekerjaan suami yang tidak terikat kantor mulai mendarah daging di diri saya. Saya meminta suami untuk full day menjaga saya dan anak-anak di minggu pertama setelah kelahiran. Alhamdulillah ternyata suami sayapun menawarkan hal yang sama. Dan tandanya dia tidak akan pegang project selama beberapa saat. Dari sekarang kita sudah mulai mempersiapkan dana baik saat proses kelahiran dan recovery di rumah sakit maupun setelah pulang ke rumah di minggu-minggu pertama.

Ga ada ART-kah?

Ada, tapi bukan khusus buat jaga saya dan ngurus kedua anak saya 24 jam. ART cuma buat beberes rumah, nyuci baju-baju adik janin, dan masak. Untuk nyari yang khusus jagain bayi dan balita sudah sejak awal kehamilan saya cari namun belum ketemu juga yang sreg sama harapan saya, suami dan bunda saya. Kalo untuk ngantar Abang Kizain ke day care? Saya nggak mau, dan tidak akan pernah mau :’)

3. Bersihkan Rumah dan Selesaikan Segala Pekerjaan 

Kegiatan beberes rumah ini saya serahkan ke suami. Soalnya ga mungkin saya naik-naik tangga, nyedot sarang laba-laba dan debu, kan? :’D Jadi saya milih beresin lemari aja.

Bantal-bantal, kasur dan selimut kita sedot agar dijauhkan dari tungau. Bersihin AC kamar, agar udara yang keluar fresh, dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar.

Begitupula dengan pekerjaan yang deadlinenya mendekati due date atau setelah due date alias bulan pertama setelah adik janin lahir. Kita mulai nyicil dan bikin target selesai maksimal seminggu sebelum melahirkan, agar pikiran selama di rumah sakit tidak terbayang oleh pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk, dan klienpun senaaang.

4. Siapkan Barang-barang Newborn dan Ibu Dalam Tas Khusus

Meskipun saya akan lahiran secara SC, mempersiapkan barang-barang ke dalan satu tas ini tetap saya lakukan. Agar ketika hari H tiba, tidak kalang kabut dan tidak merepotkan suami untuk mencari-cari barang tersebut di dalam lemari.

Persiapan Sebelum Melahirkan 1 - cutdekayi.com

Yang saya siapkan untuk bayi adalah:

1. Bedong 1/2 lusin

2. Pospak dan Popok Kain

3. Baju lengan pendek 6pcs

4. Topi dan STK Bayi 6 pcs

5. Selimut bayi

6. Kasur Kelambu Bayi + Bantal

7. Bedak + Minyak Telon + Sabun + Handuk Bayi

8. Sapu Tangan Bayi

Iya, di RS tempat saya melahirkan nanti bayi akan langsung dipakaikan pospak setelah dimandikan di ruang bayi. Dan kenapa banyak banget sampe 6 pcs? Karena pengalaman Kizain kemarin saya cuma bawa 3, dan ternyata kurang karena Kizain ganti baju 2-3 kali sehari selama di RS. Kenapa bawa kasur kelambu? Setelah melahirkan, satu jam ke depan bayi akan diberikan ke ibunya. Kita ngga tau ruangan itu akan bebas nyamuk, jadi untuk lebih ringkas saya pakai kasur kelambu. Ketika saudara berkunjung pun, Kizain tetap bisa dilihat sembari tidur di atas kasurnya.

Persiapan Sebelum Melahirkan 2 - cutdekayi.com

Yang saya siapkan untuk diri saya:

1. 2 baju tidur kancing depan + Jilbab

2. Baju pulang

3. Underwear

4. Pembalut Melahirkan + Handuk Kecil

5. Perlak + Kain panjang / Kain Sarung + Selimut

6. Sunblock/BB Cream, Facial Wash, Lipstik, Bedak biar ga pucat amat :’D

7. Kartu-kartu penting, KK + BPJS + KTP etc agar ketika diminta untuk mengurus administrasi, kita tidak kalang kabut kesana kemari.

8. Saya juga nyetok Air Mineral selama di rumah sakit. Karena saat belajar jalan, butuh effort yang masya Allah menimbulkan haus yang luar biasa. Kalo kata orang-orang jangan banyak-banyak minum air putih habis melahirkan. Kalo kata saya malah engga, minum aja terus. Karena teman saya yang minumnya dijatah sama ibunya, terpaksa harus bermalam lagi di RS karena infeksi :'( padahal kami lahiran hanya berselang setengah jam saja dengan proses dan dokter yang sama.

9. Apalagi, ya? Ada yang mau nambahin?

And the last is…

5. Quality Time Sama Abang Kizain dan Suami

Persiapan Sebelum Melahirkan3 - cutdekayi.com

Mulai dari bermain mobil-mobilan bersama, jalan-jalan sore, membacakan Kizain buku cerita hingga ke ritual bobo yakni : pukpuk Kizain sampai terlelap. Saya libatkan suami dalam hal ini, agar ketika saya lahiran dan harus menyusui adik sementara Kizain butuh saya, ia tidak merasa kehilangan karena ada sosok ayah bersamanya. Ah bagian ini mungkin setiap ibu punya cara sendiri, ya. Saya percaya setiap ibu adalah ibu yang hebat untuk anak-anaknya.

Tidak terasa telah sampailah kita di penghujung tulisan. Sekiranya inilah yang dapat saya bagikan ke teman-teman sekalian. Semoga pengalaman saya bisa dijadikan referensi yang bermanfaat dan mohon doanya untuk proses melahirkan secara SC yang akan saya jalani untuk kedua kalinya dengan jarak 1 tahun 2 bulan.

Salam semangat,

cutdekayi

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply
    rosa
    29 December 2016 at 11:35

    Makasih sharingnya ayiii… bermanfaat banget buat saya yang 2 bulan lagi Insya Allah juga akan melahirkan. Semoga diberi kelancaran dan keselamatan untuk kamu dan dedek janinnya yaaa… Aamiin

  • Reply
    Julia Amrih
    29 December 2016 at 22:09

    Sebentar lagi ada dedek bayi lagi ya Mba’, semoga lancar dan dimudahkan Mba’, saya mau nyontek persiapannya ya.. :)

  • Reply
    echaimutenan
    2 January 2017 at 12:56

    Semangatttttt sebentar lagi :”)
    Sehat dan lancar :* muaah

  • Reply
    Ahmad
    11 February 2017 at 23:14

    persiapan dana kayaknya cukup penting menurut aku

  • Leave a Reply