pregnancy

Persiapan Menjadi Seorang Ibu

persiapan-menjadi-seorang-ibu- cutdekayi.com

Persiapan menjadi seorang ibu itu harus disiapkan jauh-jauh hari. Karena menjadi ibu bukanlah amanah yang main-main. Sehingga persiapannya pun butuh kematangan tingkat tinggi. Anak yang kita lahirkan akan sesuai dengan fitrahnya atau tumbuh karena obsesi orangtua?

Masih ingat sekali dulu saat hamil Kizain, saya menghabiskan banyak waktu untuk membaca hal-hal yang harus ibu pahami mulai dari usia kandungan sekian bulan, nutrisi yang ibu makan, jumlah baju newborn hingga hal-hal yang sepatutnya tak perlu ditakuti di hari-hari pertama kelahiran.

Bisa dibilang, saat hamil dan melahirkan Kizain, saya hampir tidak mau kepo tentang video melahirkan. Namun, hari ini, begitu banyak tulisan proses kelahiran. Satu sisi bisa menjadi penyemangat, satu sisi bisa menjadi tembakan maut. Bagi ibu yang mentalnya belum kuat, saya sarankan usahlah membaca pengalaman melahirkan orang lain. Apalagi melihat video itu. Ada baiknya bahagiakan diri dengan makan enak dan jalan-jalan sepuasnya sebelum sang bayi hadir dan menyita waktu kita 24 jam.

Baca: Menjadi Ibu Tidak Semudah Itu

Sebagai seorang Ibu yang sudah melalui hal ini 2 tahun silam, saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya dalam persiapan menjadi seorang ibu. Maksud hati hanya ingin berbagi, semoga banyak yang bisa teman-teman ambil dari apa yang saya bagikan hari ini. Tapi sebelumnya mari senyum, tarik nafas dan elus perut gendut kita, rasakan tendangannya yang semakin nyata, kaki mungilnya yang lembut dan bersiap menyempurnakan sebutan Ibu untuk diri kita. ^^

Persiapan Menjadi Seorang Ibu

1. Mental
Saat test pack bergaris dua, hal pertama yang dulu saya lakukan adalah mengcapturenya, hahaha. Bukan, bukan untuk saya bagikan di instagram. Tapi untuk jadi bahan blog saya, hari ini contohnya :p ngga ding, buat ngirim ke suami yang saat itu sedang di luar rumah. Setelahnya, saya sholat dhuha dan sujud syukur, karena kehadiran bayi adalah hal yang sangat saya idamkan.

Saya dan suami bersegera menuju prakter dokter spesialis obgyn guna mengetahui lebih lanjut. Bagaimana dia di sana, detak jantungnya, dsb.

Dsog menyatakan bahwa saya sudah hamil 5w, disarankan untuk makan apapun yang saya inginkan, hampir tidak ada pantangan. Karena percayalah, pantangan dari dokter kebanyakan tidak manjur. Justru mual-mual yang bikin pantangan itu berlaku. Makanya dokter menyarankan saya untuk makan apapun yang saya inginkan. Thanks, dok :*

Namun, kami tidak boleh ‘berhubungan’ dulu selama 4 bulan pertama. Biasanya bagi yang punya riwayat keguguran hal ini menjadi poin penting untuk dilaksanakan. Meski begitu, dokter tetap menyarankan kami untuk tidak ‘bertemu’ karena sperma itu mempunyai kandungan yang bisa bikin kontraksi. Makanya saat-saat HPL (hari prediksi lahir) sudah dekat, suami istri disarankan untuk berhubungan, karena sperma mampu ‘membuka jalan’.

Sepulangnya dari dsog, saya dan suami terus mengucap syukur. Tak menyangka bahwa kami akan segera menjadi orangtua. Kami mulai untuk saling menjaga emosi, menguatkan mental dan terus belajar menjadi orangtua yang baik.

Kenapa sih mental dibutuhkan? Karena mental inilah yang menjadikan kita benar-benar siap. Inilah kekuatan kita untuk terus melihat hari esok sebagai wanita hamil. Perut mulai menggendut, berat badan ga main-main naiknya, mual dan muntah merajai hari hingga baju-baju mulai tak muat lagi.

Jika mental kita loyo, akan sangat berpengaruh dengan kehamilan kita. Kita menjadi lesu, lemas, tak bertenaga. Enggan tersenyum dan berbahagia. Padahal tahukah, bu, jika kita sedih maka janinpun turut sedih. Bukankah kita ingin anak kita menjadi anak yang ceria? Semua berawal sejak di dalam rahim.

Janin mendengar suara-suara di sekitar kita. Termasuk jika ada kerabat yang suaranya melengking di dekat kita, janin mampu ‘merasakan dan mendengar’ getarannya Jadi, perdengarkanlah hal-hal yang baik. Baik ketika bersama suami, ajak dia untuk mengelus perut kita dan mengajak janin berbicara.

Salah satu cara saya menguatkan mental adalah dekat dengan Al Quran, membaca artinya. Sepanjang kehamilan, kita tak haid, maka sudah sepatutnya ibadah kitapun ditingkatkan.

Tenang, mual dan muntah (morning sickness) ini akan berkurang saat memasuki trimester kedua. Trimester di mana gerakan janin bisa kita rasakan. Janin bertumbuh pesat, jangan pernah abaikan menu 4 bintang dalam sehari-hari.

2. Belanja, belanja apa yang penting?

Baca: Persiapan Sebelum Melahirkan

Ketika sudah memasuki 7 bulan, biasanya suka ada syukuran. Setelah syukuran itulah kita baru boleh membeli pakaian bayi, kalo di bawah 7 bulan masih pantang. Bener ga? Kalo saya sih percaya ini mitos. Saya lebih percaya kalo belanja di bawah usia 7 bulan, jenis kelaminnya masih keliatan-engga gitu. Tapi USG sekarang kan udah canggih-canggih, usia kehamilan 4 bulanpun udah bisa ketauan cewe ato cowo-nya.

Nah, bagi saya belanja-belanja ini adalah hal yang sangattttt bikin mood baik. Ada aja printilan bayi yang akhirnya kebeli padahal ga butuh banget. Yang butuh malah beli pasca bayinya lahir. Apa aja sih yang sebenarnya dibutuhkan 3 bulan pertama bayi lahir?

1. Baju bayi kancing depan, sizenya saya beli ukuran 3-6 bulan, 6 pcs aja. Karena menurut literatur yang saya baca, bayi itu cepet banget gendutnya. Sebulan pertama kita bersama bayi, tiap nangis pasti mimikin. Karena memang durasi mimiknya itu per 2 jam (bahkan ada yg kurang dari 2 jam) sekali dan lama, sampai emaknya ketiduran juga. Gpp dinikmati aja, kapan lagi bisa tidur? Hahaha.

2. Bedong 6pcs, kenapa pakai bedong?Karena kamar saya ber AC, dan newborn yang dibedongin itu lebih gampang digendong / didekap daripada yang sudah dipakaikan baju & celana. Apalagi kalo lahirannya di RS/bidan yang kebanyakan ketika diminta baju bayi, adalah seperangkat bedong, baju kancing depan, STK (sarung tangan dan kaki) plus pospak. Ntar kalo udah di rumah, bolehlah sesekali dipakaikan sleepsuit atau jumper gitu, kan lumayan buat diposting di instagram *hehehe*.

3. STK (sarung tangan & kaki), ini harganya 8-10 ribuan, jd saya beli banyak, 8-10 pcs kalo ga salah. Kenapa banyak? Karena terbukti sering dipakai dan gampang hilang. Percayalah, kalau dicuci, kadang sebelahnya hilang. Baru bentar dipakaikan ke anak, eh udah basah karena kena bekas ASI :’)

4. Popok kain 6 pcs, meskipun lahiran di RS langsung dipakaikan pospak, saya tetep pakaikan popok kain untuk memantau pipisnya. Kenapa pipis bayi harus dipantau? Karena bayi baru lahir itu minimal sehari semalam ada 6x pipis. Kalau kurang, bisa jadi proses menyusui belum sempurna, berat badan anak ga naik sesuai Kartu Menuju Sehat (KMS). Sekarang juga ada mesin cuci, jadi tinggal masukin aja deh. Meskipun pipis bayi yang belum makan apapun ifu belum termasuk najis berat, saya sih tetep bilasnya yang bersih agar terhindar dari najis.

5. Topi bayi & Pospak ukuran S.

Topi bayi ini menurut saya perlu karena ubun-ubun bayi itu masih lembut dan lembek sekali. Jadi biar ga dingin kena angin/AC, dipakaikan topi. Pospak kenapa beli ukuran S? Sebab susah cari yang newborn (NB). Bahkan saat itu sempat kurang pospaknya, jadi harus beli di hari H hahaha.

6. Kasur bayi bertudung + perlak

Di RS tempat saya melahirkan, anak begitu dipindahkan untuk dirawat bersama kita diletakkan di kasur kita. Jadi, kasur bayi bertudung ini berfungsi ketika anak mau diletakkan di bawah saat pengunjung datang. Jadi ga digendong ke sana ke mari bikin bundanya was was. Belum lagi kalo yang datang anak-anak kicik yang suka megang pipi dan cium bayi, duuuuuuuh saya parnoan bangeeeeet saat itu. Dengan adanya kasur bayi bertudung pas anaknya di dalam situ ditutup aja deh. Cukup lihat dari luar aja :)

persiapan - menjadi- seorang-ibu

Kasur bertudung

Perlak sih buat bawahannya setiap ganti popok. Jadi ga basah ke mana-mana ~

7. Tas bayi + Selimut bayi

Tas itu perlu ya, jangan sampe baju anak bercampur dengan baju kita saat di RS. Tapi kalo punya tas berlebih di rumah yang muat untuk bawaan ke RS, ya silakan saja dipakai. Kalo saya dulu manis di mata, jadi order seragaman mulai dari tas, selimut, bantal + sarung bantal dan gendongan, jadi sekali angkut ke RS hehehe.

Selimut ini dipakai saat pulang dari RS. Biar mata anak ketutupan dan ga silau saat keluar dari ruangan menuju mobil dan pulang ke rumah.

8. Toiletries + Kapas Bulat + Handuk + Ember Mandi Bayi

Toiletries berupa minyak telon, sabun mandi bayi, cologne bayi, bedak bayi (saya belinya bedak padat ya, bukan bedak tabur karena takut terhirup bayi). Dan kapas bulat saat itu saya beli di Suzuya Mall Banda Aceh. Kapas bulat ini penting buat bersihin pup bayi. Kalau kita udah terlatih, ga pakai juga gapapa. Cuma dikhawatirkan kurang bersih dan bayi kedinginan kalo kita masih gugup buat bersihin pup-nya.

Nah kira- kira inilah hal urgent yang harus ada menjelang kelahiran. Kalau yang lain-lain boleh dimasukkan ke list, tapi usahakan belilah yang penting dahulu baru barang lainnya.

Kalau ada kemudahan rejeki, boleh beli lebih, seperti celana bayi, jumper, sleep suit, dan lain-lain. Cuma harus digarisbawahi, biasanya di hari – hari pertama kelahiran itu teman-teman yang datang sering bawa kado buat anak kita. Dan rata-rata isinya baju bayi. Jadi, biar ga mubazir sudah beli sekian banyak, ada baiknya belinya sedikit-sedikit saja.

3. Ilmu

Bukan sekedar shopping baju, tapi juga harus shopping ilmu. Ilmu mengajak janin berbicara, berinteraksi dengan baik, ilmu persiapan menyusui selama kehamilan hingga hari- hari pertama kelahiran. Kebanyakan dari kita menganggap ilmu ini bisa learning by doing. Tapi ternyata tidak selamanya begitu.

Di lapangan, kita akan survive kalau sudah ada bekal yang kuat. Kita tau kenapa hari – hari pertama lahir bayi puppupnya warna hitam (mekonium) jadi kita ndak khawatir, kita tau how to breastfeeding (pelekatan yang baik) saat menyusui untuk pertama kalinya, kita siap BERKATA TIDAK PADA TAWARAN SUSU FORMULA karena ASI di awal kelahiran mengandung KOLOSTRUM YANG BEGITU BERHARGA BUAT ANTIBODI BAYI KITA, kita tau mudharat memakaikan empeng dan dot untuk anak, dsb.

Ajak suami untuk mencari ilmu ini. Ajak juga bunda dan mertua kita. Agar ketika datang ‘serangan’ komentar dari kiri kanan, banyak pihak yang mendukung kita untuk terus berdiri tegap.

Jangan sampai kita menyesal karena tau informasinya belakangan. Raga kita boleh tengah berbaring karena recovery pasca melahirkan, tapi jiwa kita ada selalu untuk bayi mungil kita.

Puasa Saat Hamil

Saya melalui puasa saat hamil itu ketika Kizain berusia 5 bulan dalam kandungan. Hal ini adalah pertanyaan pertama yang saya ajukan kepada dosg saya. Tau ndak jawabannya apa? ‘Boleh ndak puasa.’ berarti puasa tetep hukumnya wajib selama kondisi kandungan baik, janin baik, detak jantung bayi dan harus dipastikan nutrisi ibu juga baik.

Caranya gimana? Sama seperti puasa saat menyusui, jam makannya saja yang diganti ke malam hari.

Anggaplah berbuka puasa itu sebagai makan pagi, lalu sebelum tidur janga lupa makan lagi itu sebagai makan siang dan sahurnya sebagai makan malam.

Di antara makan yang berat itu, jangan lupa minum air putih yang banyak serta makan buah. Hindari makanan yang pedas, terlalu asam, terlalu manis, sebab bisa bikin perut mules dan kehausan saat berpuasa.

Apalagi kalo anak pertama, insya Allah lancar jaya dah. Kalo pusing, tinggal baring. Kalo ngantuk, tinggal tidur. Belum ada balita yang diurus :p

Puasa saat hamil ini saya lalui ketika hamil Kizain dan hamil Medina. Namun hamil Medina saya tidak full berpuasa karena saya melakukan nursing while pregnant. Dan di puasa berikutnya, di saat Medina sudah besar, saya melakukan tandem nursing (menyusui 2 bayi sekaligus), puasa saya juga bolong-bolong karena pusing dan HB (hemoglobin) saya rendah. Jadi puasanya selang-seling.

Cerita tandem nursing bisa dibaca di sini: TANDEM NURSING

Cerita Nursing While Pregnant (menyusui selama hamil) di sini: Pengalaman NWP

Gimana kalo terlanjur tidak berpuasa? Nanti bayar puasa setelah ramadhan berlalu dan beri makan orang lain sebanyak hari yang sudah kita tinggalkan. Insya Allah kita bisa melaluinya :)

Well yah sebenarnya belum lengkap banget, tapi saya puas udah menulis segini panjang. Saya senang bisa berbagi yang semoga bermanfaat buat pembaca. Terutama teman-teman saya semasa SMP dan SMA yang berseliweran info menikah dan hamilnya di timeline instagram saya.

>> Cerita Puasa Selama menyusui bisa dibaca di sini: Berpuasa Selama Menyusui

Pesan saya cuma satu, berbahagialah. Setiap ibu punya jalan cerita yang berbeda. Jangan lupa siapkan diri untuk sempurna menjalani proses menjadi seorang ibu itu :*

Salam sayang,

Cutdekayi

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Onix
    5 May 2018 at 00:05

    Emang perjuangan banget ya mba jadi seorang ibu! salute
    Welcome to this world dede bayii

  • Leave a Reply