Teknologi

Optimasi Blog dengan Media Sosial

Berbicara tentang media sosial, ada hubungannya dengan tulisan saya yang ini > Alasan Menggunakan Nama Cutdekayi.

Jauh sebelum saya ngeblog, saya udah duluan main media sosial. Jaman saya SMP dulu sudah ada yang namanya friendster, kemudian facebook dan twitter. Saat SMA dan pindah ke Tanjungpinang, ternyata mantemannya udah highclass banget dalam menggunakan twitter dan facebook. Apa-apa diupload ke facebook, mau bahas tugas sekolah juga di chattingan facebook. Trus ada satu lagi aplikasi yang saya gatau apakah ini booming juga di kota temen-temen pada tahun 2010, yaitu aplikasi plurk.

Ketika masuk dunia kuliah, saya masih tetap main medsos. Saat bergabung di BEM Unsyiahpun, saya jadi Ketua Media Sosial-nya Kominfo. Memang pada saat itu masih minim banget kader kampus yang main medsos. Dunia saya itu emang belakang layar banget deh. Saya lebih seneng jadi admin daripada disuruh ngomong di depan. Yap, inilah kekurangan saya, tapi bisa jadi ini juga passion saya toh?

Nah nah gimana setelah saya menikah? Alhamdulillah saya menikah dengan seseorang yang melek dunia teknologi, dan kebetulan juga adalah seorang IT Konsultan dan Web Developer dan sangat mendukung saya untuk berkarya sesuai passion, bebas. Dengan catatan saya tetap memprioritaskan anak segenting apapun kerjaan.

By the way, hidup bermedsos yang saya jalani selama kurang lebih 4 tahunan pasca menikah ga mulus-mulus amat. Adaaaa aja komentar netijen yang bikin saya kepikiran. Mereka berfikir bahwa setiap perempuan yang sudah berstatus seorang istri dan ibu itu hidupnya hanya di kasur, dapur dan sumur. Jauh-jauh deh dari wifi dan smartphone. Beberapa ada yang sampai nge-DM saya untuk mengurangi kegiatan bermedsos ria saya. Dan apa balasan saya? Sebelum saya ngomel-ngomel yang bikin capek, saya kepo dulu dong yang ‘ceramahi’ saya ini siapa? Sudah ‘sejauh’ apa perjalanannya? Lingkaran pertemanannya siapa aja? Maaf, bukan bermaksud sombong, tapi saya cuma mau menahan emosi dan berusaha memaklumi bahwa yang mengomentari kehidupan medsos saya tak lain dan tak bukan adalah perjalanannya masih kurang jauh.

Dulu, ketika pertama kali ngeblog, saya minder banget ngeliat Ibu-ibu yang jauh lebih pandai menggunakan medsos dan followers media sosialnya jauh di atas saya. Mereka tetap bermedsos dengan tak melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu. Ini saya acungkan jempol banget deh, sampai saya bercita-cita pengen banget tetap berjalan bersama anak-anak dengan passion yang saya miliki.

Optimasi Blog dengan Media Sosial

Jadi apa sih hubungan blog vs media sosial? Bagi para blogger, media sosial itu kayak jembatan penghubung pembaca menuju blognya. Blog tanpa media sosial rasanya kayak nasi goreng ngga dipakein garam. Medsos itu digunakan untuk ngeshare dan promo-in tulisan terbarunya untuk followers media sosialnya.

Belum lagi sekarang apa-apa pasti nyarinya ke media sosial dulu baru blognya, kan? Nah jadi, ga ada salahnya kita juga punya minimal banget satuuu aja media sosial yang mendukung kegiatan ngeblog kita. Dengan begitu, kita bisa berinteraksi dengan follower di dunia maya dan membangun ketertarikan mereka terhadap tulisan-tulisan di blog kita.

Apa aja sih media sosial yang mendukung blog?

  1. Facebook, hampir semua komunitas bloger yang saya ikuti fokus untuk sharing tulisan di grup komunitasnya. Kita ngeshare, lalu teman-teman di grup akan ‘tergerak hatinya’ untuk blogwalking dan meninggalkan jejak.
  2. Instagram, siapa sih yang gapunya instagram? Instagram memang ga bisa secara rinci membagikan link di postingan, tetapi foto-foto blog bisa kita upload di sini untuk memberi tau kepada followers bahwa kita punya postingan terbaru. untuk linknya sendiri bisa ditaro di BIO
  3. Twitter, udah agak redup ya bahasannya? Tapi di kalangan bloger tetap berjaya nih aplikasi yang satu ini. Sebab acapkali undangan event yang datang, selain mewajibkan nulis di blog, bloger juga wajib ngetwit untuk menaikkan hastag dan inflrmasi tertentu sesuai event. Juga ada beberapa akun twitter yang siap mempromosikan link kita dengan syarat-syarat tertentu. Bahkan mereka sering bikin kultwit tentang blogging dan media sosial yang bermanfaat buat bloger.

Selain mendukung ngeblog itu sendiri, kita juga bisa mendapatkan pemasukan dari ketiga media sosial ini. Ada klien yang hanya minta kita post di instagram saja dengan bayaran sekian, ada juga yang meminta di ketiga media sosial tersebut dengan bayaran yang lebih tinggi pula. Menarik bukan? Tapi ingat, jangan lupa membangun branding diri yang bagus agar klien tertarik bekerjasama dengan kita. yang paling penting adalah akun jangan digembok dan sertakan alamat kontak seperti email di Bio kita.

Okec, selamat bermedia sosial :)  Bijaklah bermedsos, jadilah smartpeople :)

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Cut Intan Evtia Nurina
    30 November 2018 at 12:01

    Subhanallah ya netijen sempat-sempatnya nge-dm pake ngatur-ngatur segala, emang dia siapa Ya Allah. Semoga selalu Allah beri kesabaran dan datangkan pahala jika berhadapan dengan orang tipe demikian, semoga juga Allah bukakan hatinya mendapat hidayah, karena jika tidak bisa berkata yang baik, bukankah lebih baik diam. hehe

  • Leave a Reply