pernikahan

Optimalisasi Diri Sebelum Menikah

optimalisasi diri - cutdekayi

Cita-cita ingin menikah adalah sebuah pengharapan yang sejak lama membathin di dalam diri saya. Berkaca dari bunda saya yang juga nikah muda, di usianya yang menginjak 43 tahun ini ia sudah bebas berkreasi dan tidak mengurus anak yang kecil-kecil, karena kami bertiga sudah berusia di atas 15 tahun. Bunda juga bebas liburan ke manapun selama ayah juga libur tanpa harus membawa-bawa bayi. Dan saya ingin sekali seperti itu.

Alhamdulillah, Allah kirimkan jodoh di saat yang tepat. Di usia 20 tahun saya sudah menikah, dan menjelang usia 23 di tahun ini saya sudah diamanahi sepasang anak yang lucu dan menggemaskan.

Setelah menikah, banyak sekali hal nyata yang ada di depan saya. Bukan lagi bayang-bayang, namun saya dihadapkan langsung dengan masyarakat, mendidik anak, mengurus suami dan sebagainya. Banyak hal yang akhirnya saya rasakan dan jadikan pengalaman. Sedikit banyak saya tuliskan di blog ini. Dan rasanya… bahagia. Saya banyak belajar juga dari teman-teman yang sudah lebih dulu melalui hal-hal tersebut di atas sejak saya masuk di grup Arisan Blogger Perempuan. Saya dipertemukan dengan ibu-ibu yang humble dan senang berbagi.

Di antara kami semua, ada beberapa lagi yang masih single. Mbak Intan adalah satu dari anggota arisan kami yang sukses S1 dan memulai karier justru sebelum selesai kuliah. Meskipun masih single, Mbak Intan ternyata sudah merancang plan A dan plan B dalam hidupnya. Salah satunya adalah tentang menikah. Dalam tulisannya, Mbak Intan menginginkan menikah muda. Namun hingga selesai s1, jodoh belum juga tampak mendatangi rumah orangtuanya.

Emang bener kata mama, perkara nikah emang ga bisa ditargetin. Rahasia Tuhan. Yang bisa kita lakuin emang hanya sekedar banyak-banyakin doa & usaha kan? -Intan, Penyiar radio

Nah, ini yang patut banget dicontoh oleh banyak single di luar sana. Untuk para single yang mungkin terlihat kuat, namun sering mendayu-dayu dalam medsosnya. Atau baperan karena jodoh tak kunjung tiba. Atau menyalahkan diri dan uring-uringan. *ga banget!* Sekali lagi, ingat bahwa satu hal yang belum tercapai, bukan berarti hidupmu berakhir. Sambil menunggu, kau bisa melakukan banyak hal sambil memantaskan diri. Back to topic, Karena plan A tadi tidak tercapai, maka Mbak Intan memulai Plan B-nya. Diantaranya adalah:

1. Belajar masak, hal remeh yang mungkin dianggap bakal bisa sendiri saat sudah menikah nanti. BIG NO! Memasak adalah persoalan ala bisa karena biasa. Semakin sering kamu belajar, semakin baik hasilnya. Kalau bukan sekarang kamu memulai, kapan lagi? Masa iya suami mau dikasih makanan keasinan? Terus bilang, ” maaf sayang, aku masih belajar.” Sementara perut tak kompromi dengan alasanmu. Memang, memasak bukanlah hal yang wajib dilakukan oleh istri. Tapi masa iya suami makan di luar terus? Gagal hemat, dong?

Aku berusaha memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin. Nyisihin gaji buat berinvestasi sama alat-alat dapur yang bisa dipake dalam jangka panjang. Selain itu, aku juga jadi pede nyobain macam-macam resep yang bertebaran di internet. Zaman sekarang, kalo mau melek teknologi, apa sih yang susah?

Kalo lagi dijangkiti virus malas, aku mensugesti diri dengan khayalan akan hari depan. Kalau suatu hari kelak, ada suami sama anak yang harus dikasih makan, ga peduli akunya lagi males ato lagi rajin. *eh tapi nanti kalo beneran maleeess, kayaknya delivery aja deh. wahaha. *sugestinya gagal – Intan, Lifestyle Blogger

2. Belajar Dandan

Cantik itu wajib. Selain untuk nyenengin seseorang di masa depan. Cantik juga bikin cewek lebih pede sama dirinya sendiri. Bukankah pede jadi landasan penting untuk menyongsong hari yang lebih baik? -Intan Novriza, single yang penting happy

Ini jujur saya juga masih belajar. Dulu pas masih mahasiswa paling banter cuma pakai pelembab. Saya gatau skincare itu apa, beda lipbalm dan lipstick itu apa. Apalagi lip tint? Buta. Akhirnya setelah menikah saya harus belajar agar wajah awet muda terus. Agar suami senang punya istri cantik dan terawat. Tau kan kalau wanita itu bakal menopause? Saat di mana kulit menjadi tidak kencang lagi dan kerutan mulai terlihat. Masih mau ga jaga kulit sedari dini?

3. Belajar Bahasa Asing

Penyiar radio yang satu ini punya cara sendiri dalam belajar. Lupakan soal kursus, karena Mbak Intan yang juga seorang lifestyle blogger tinggal di kota kecil yang ga banyak menyediakan kursus. Cara Mbak Intan adalah mendengarkan lagu bahasa inggris sesering mungkin, melatih lidah membaca artikel bahasa inggris, mendengarkan acara radio yang berbahasa inggris.

Menurut aku, menguasai bahasa asing adalah pintu gerbang pembuka kesempatan-kesempatan keren. Aku pengen banget suatu hari kelak diutus kantor ngikutin pelatihan di luar negeri ato sejenisnya. Karena kalo mau liburan ke luar negeri pake uang gaji, harus tahan nabung berapa tahun? Wkwk

Bukan buat single aja nih, mahmud macam saya juga perlu. Kali aja dengan belajar bahasa kita punya keahlian baru, kan? Suatu waktu ketika suami harus sekolah lagi keluar negri, kita ga buta lah dengan bahasa orang sana. Kita juga bisa praktekin bahasa ini dengan iseng-iseng ajak bicara sama bayi. Jadi, berapa nilai toefl-mu?

Banyak hal yang bisa kita lakukan meski status belum berdua. Mencoba memanfaatkan waktu sebelum si dia datang dengan kegiatan positif seperti Mbak Intan adalah cara yang bagus sekali. Selain mengoptimalisasi diri, kita tidak terpedaya dengan bujuk rayu setan yang tiap datang menggoyahkan iman.

Cara di atas bisa banget dicontoh demi #2017LebihBaik. Atau kamu punya cara lain yang bisa bikin diri terus berkarya? Yuk ah sharing-sharing di kolom komentar ^_^

Salam,

cutdekayi

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply
    Ipeh alena
    26 March 2017 at 00:05

    Setuju, belajar bahasa asing. Karena nantinya biar bisa dipake buat ngajar anak2. Apalagi bahasa arab yaa

  • Reply
    lendyagasshi
    2 April 2017 at 17:48

    Goalnya di tahun ini, ingin menambah hapalan hadits dan belajar terjemah Al-Qur`an, Yi…
    Semoga jadi Ibu tidak membuat kita mandeg berkarya dan belajar.

    Buat Intan,
    tulisannya memang kece!

  • Leave a Reply to Ipeh alena Cancel Reply