Sponsored Post

Masjid Gedhe Kauman, Bangunan Bersejarah Saksi Bisu Sejarah Kraton Jogja

35C19671-EC10-476D-8266-2D3E92F0859E

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang ada di Indonesia yang sudah cukup terkenal. Kota yang dijuluki sebagai kota pelajar ini menyimpan banyak sejarah terutama untuk kemerdekaan Indonesia. Selain itu, kota ini juga sangat diistimewakan karena terdapat objek wisata yang sangat beragam. Khususnya untuk wisata religi sekaligus sejarah, Jogja memiliki Masjid Gedhe Kauman. Bagi Anda penikmat wisata religi dan bangunan yang ber arsitektur kuno sebaiknya Anda jangan melewatkan masjid ini untuk dikunjungi. 

Lokasi masjidnya satu komplek dengan Kraton Yogyakarta sehingga cukup sering juga dikunjungi oleh banyak wisatawan.
Sebaiknya sebelum berkeliling Jogja, lokasi pertama yang harus dikunjungi adalah Kraton dan Masjid Gedhe. Setelah itu, barulah dengan bebas Anda bisa berkeliling Jogja. Anda juga sangat direkomendasikan juga bila ingin berjalan-jalan di Jogja Anda menggunakan kendaraan pribadi agar lebih leluasa dan tidak kesulitan mencari kendaraan umum. Kalau tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menyewa mobil saja ke OMOcars Jogja. Salah satu layanan rental mobil yang memberikan fasilitas lepas kunci alias nyetir sendiri dan mobil bisa langsung diantar ke lokasi Anda berada. Untuk biayanya juga tidak terlalu mahal, hanya 250 ribu saja per hari. (Disclosure)

Gedhe Kauman, Bangunan Bersejarah Peninggalan Hamengkubuwono I
Masjid ini bisa dibilang merupakan saksi bisu sejarah Jogja dan Kratonya. Ini karena masjid Gedhe merupakan masjid tertua yang sudah dibangun sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono I dan Kyai Faqih Ibrahmi Diponingrat dan juga diarsiteki oleh Kyai Wiryokusumo. Pembangunan masjidnya dilakukan pada hari Minggu Wage tanggal 29 Mei tahun 1773 masehi, atau sama dengan 6 Robi’ul akhir 1187 H.

Dengan luas masjid yang mencapai sampai 16.000 m3, selain masjid yang merupakan bangunan utama, ada juga bangunan lain. 2 buah bangaunan Pagongan yang lokasinya berada di sebelah utara dan juga selatan, ini adalah tempat yang biasa digunakan untuk menyimpan gamelan. Ada juga 2 buah pajagan yang biasa digunakan sebagai tempat berjaga. Sementara untuk Pengulan merupakan tempat yang difungsikan sebagai rumah ulama, imam dan makam.
Sebagai bagunan yang tidak bisa dipisahkan dari Kraton Jogja ini, Masjid Gedhe Kauman saran akan symbol serta filosofi jawa. Atap masjidnya disusun dengan 3 gaya tradisional jawa yang disebut Tajuk Lambang Teplok dan mustaka sebagai bagian dari ilustrasi daun kluwih serta gadha. Bila Anda masuk ke dalam masjidnya, Anda juga akan merasakan nuansa etniknya.
Pesona masjid Gedhe bisa menjadi keistimewaan tersendiri, apalagi bagi umat muslim. Selain menikmati banguannya, bisa juga beribadah secara khusyu di masjid ini. Suasana yang begitu nyaman dan sejuk membuat ibadah menjadi terasa lebih menenangkan.

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    Ipeh Alena
    13 August 2018 at 15:20

    Kayaknya banyak banget deh, Dek. Tempat-tempat di Jogja yang belum aku singgahi. Rasanya gak cukup cuma tiga atau empat hari buat eksplorasi. Huhuhu…kumupeng jadinya.

  • Leave a Reply