Kompetisi

Kolaborasi Warga dan Pemerintah Pada Pembangunan Kota Banda Aceh

cutdekayi-com-banda-aceh

Beberapa minggu yang lalu, di ujung pulau sumatera ini diselenggarakan Pameran Pembangunan Kota Banda Aceh, tepat di taman Sari atau kini gencar disebut Taman Bustanul Salatin, sebagai salah satu ruang terbuka di Kota Banda Aceh.

Awalnya saya dan suami sempat takjub, karena ternyata banyak rencana program pemerintah kota yang sangat mendukung dan mengubah wajah Banda Aceh untuk beberapa tahun mendatang, yang divisualisasikan melalui poster kreatif, miniatur perencanaan hingga animasi tiga dimensi yang membuat pengunjung dengan mudah menikmati khayalan masa depan Kota Banda Aceh. Namun sejenak kemudian kami mulai fokus memperhatikan tiap konsep yang diusung pemerintah ini.

 

cutdekayi-pembangunan-banda-aceh-2

Perencanaan Gerbang Putroe Phang

 

Sebagian besar pembangunan memang fokus pada sisi pariwisata, seperti pembangunan beberapa landmark baru, yaitu pusat wisata Ulee Lheu, Revitalisasi Taman Bustanus Salatin, dan beberapa lainnya. Selain itu ada pula rencana pembangunan kereta api sub kota yang telah dicantumkan beberapa titik stasiun untuk area di dalam perkotaan dan beberapa rencana program termasuk yang sudah berjalan sekarang, yaitu pembangunan Fly Over Sp. Surabaya, Underpass Beurawe, Jembatan Krueng Cut, jembatan menuju Darussalam dan Pelebaran Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

pembangunan-di-aceh

Di satu sisi gebrakan pemerintah di bidang pembangunan ini memang luar biasa. Namun sebagai warga kota yang merasakan langsung dinamika di dalam perkotaan, hal ini terasa tiba-tiba. Tanpa sosialisasi ataupun mengajak masyarakat untuk turut menyumbang aspirasi, pembangunan pun dimulai tanpa mempertimbangkan situasi. Jalanan utama ditutup, dan jalan alternatif dirasa tidak menguntungkan bagi masyarakat. Bahkan sebagian usaha di sekitar proyek pembangunan mengaku merugi hingga berujung demo.

Maka tidak heran beberapa proyek pun terhambat, seperti lamanya pembebasan lahan. Masyarakat yang kurang mengerti perencanaan pembangunan ini shock dan akhirnya memilih melawan dan tidak menggubris keinginan pemerintah karena merasa bisnisnya terganggu. Seandainya saja perencanaan pembangunan ini sudah diketahui seluruh masyarakat dan menjadi cita-cita bersama, tentu hal-hal tersebut tidak akan terjadi. Bahkan masyarakat akan mendukung sepenuhnya apapun yang berkaitan dengan pembangunan kotanya. Siapa sih yang tidak mau kotanya menjadi bersih dan indah?

Maka melihat betapa megahnya pembangunan kota Banda Aceh untuk masa yang akan datang, saya jadi berpikir dua kali. Karena untuk apa perencanaan pembangunan yang keren dan bernilai artistik tinggi, namun menggadaikan hak masyarakat di sekitar pembangunan. Karena jika hanya mengacu pada peningkatan pariwisata dari segi perkembangan pusat wisata tanpa mempertimbangkan aspek masyarakatnya, maka saya khawatir pembangunan ini malah akan menghancurkan tatanan kemasyarakatan warga kota, khususnya di kota Banda Aceh.

Jadi kalau bisa ditarik garis, permasalahannya ada dikomunikasi antara pemerintah dan warganya, benar kan?

Baru-baru ini saja, pemerintah sudah mulai familiar dengan sosial media, yang sebagian besar di akses oleh warga kota Banda Aceh baik di tempat kerja, sekolah maupun di warung kopi yang menjadi tempat populer ber-wifi ria. Namun, ketika mendatangi akun-akun pemerintah yang menangani kehumasan dan komunikasi ke masyarakat, masih saja kaku dan terlalu lama menunggu respon mereka, bahkan ada yang tidak ada jawaban sama sekali. Sosial media hanya sebatas untuk parking name saja agar klop jika dimuat di beberapa baliho atau brosur. Seharusnya sosial media harus jadi garda terdepan untuk publikasi, sosialisasi dan mengedukasi warga kota di era internet seperti ini.

Namun begitu, saya juga bersyukur karena ada acara seperti Pameran Pembangunan yang digelar pada Oktober 2016 lalu. Setidaknya masyarakat yang berkunjung bisa juga mengerti dan mengetahui tentang mimpi-mimpi para pemerintah kota untuk menjadikan kota Banda Aceh menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Walaupun bisa kita bandingkan dari segi efisiensi dan target massa yang dicapai antara penyelenggaraan event sekelas Pameran Pembangunan ini dan optimalisasi sosial media yang bisa dinikmati hingga di belahan bumi manapun yang memiliki akses internet.

cutdekayi-ramainya-masyarakat-di-pameran-pembangunan

Warga kota memadati acara Pameran Pembangunan di Taman Sari (Bustanul Salatin)

Jujur saja, saya sangat mengapresiasi desain-desain poster dan animasi tiga dimensi yang dipajang waktu itu, bahkan sempat terpikir, kok tidak pernah lihat ya ini di sosial media. Apa memang ini tidak boleh dishare di internet? Atau memang dikejar siap khusus untuk acara ini? Tapi serius, keren. Desainnya tidak kaku dan baku.

Harapannya ya semoga saja pembangunan Banda Aceh bisa seperti yang ditampilkan di Pameran Pembangunan ini, dan para pemangku kebijakan bisa belajar banyak dari kendala-kendala di proyek-proyek yang telah berjalan ini agar tidak ada lagi masalah yang menghambat pembangunan kota kita tercinta kita.

Dan yang paling penting, warga kota tetap harus diajak untuk segala kebijakan yang ingin diambil pemerintah kota. Walaupun bukan menjadi eksekutor akhir, setidaknya didengar saja pendapatnya sudah sangat berarti ataupun dibuat sidang terbuka terkait perencanaan pembangunan kota Banda Aceh sehingga bisa dilihat seluruh warga kota. Atau bisa saja kedepan ada startup yang menyediakan layanan untuk mengakomodir para warga kota untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah melalui aplikasi, baik di sektor pembangunan maupun hal lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan hidup warga kota dan kotanya sendiri tentunya.

Walaupun tidak secara nyata ikut bergabung, setidaknya di dunia digital, masyarakat akan punya rasa memiliki yang tinggi terhadap pembangunan kota, bahkan tidak tertutup kemungkinan loyalitasnya pun akan meningkat. Dan ini tentu saja menjadi kekuatan lebih bagi kota Banda Aceh untuk bisa unggul dari kota-kota lain Indonesia. Karena warga kotanya ikut berpikir, mendukung dan menyukseskan segala program pemerintah untuk Kota Banda Aceh. Karena pemerintah yang meringankan beban tanggung jawabnya dengan berbagi pendapat bersama warganya. Wah, kan pasti menarik kalau memang bisa begini!

Semoga melalui tulisan ini, saya bisa turut serta membantu membuka wawasan teman-teman pembaca semua. Terutama jika yang membaca adalah dari kalangan pemerintah kota Banda Aceh, para ibu rumah tangga yang mendidik generasi masa depan, maupun warga kota Banda Aceh di manapun berada yang siap mendukung pemerintah untuk menjadikan kota Banda Aceh menjadi lebih baik. Amin.

Atau kamu punya pendapat lain soal pembangunan di Kota Banda Aceh? Diskusi yuk!

– cutdekayi –

cutdekayi-pembangunan-di-banda-aceh

Selfie bersama Suami dan Kizain tercinta

Sumber Informasi:

1. http://pikiranmerdeka.co/2016/09/10/pedagang-simpang-surabaya-rugi-miliaran-rupiah-ketiban-lara-proyek-fly-over/

2. http://www.lintasnasional.com/2016/09/02/gafur-sampaikan-aspirasi-pelaku-usaha-walikota-menjawab-gak-sanggup-pikir-dan-pergi/

3. http://www.bandaacehkota.go.id/berita/1945/pemko-gelar-pameran-pembangunan-dan-piasan-seni.html

4. http://aceh.tribunnews.com/2015/12/27/aceh-harus-fokus-pada-infrastruktur

You Might Also Like

40 Comments

  • Reply
    Okti Li
    11 November 2016 at 10:06

    Taman Safarinya bikin penasaran
    samakah dengan Taman Safari di Bogor? hehehe…

    Kapan saya bisa melancong ke Aceh ya? setelah tsunami katanya pembangunannya makin bagus ya?

  • Reply
    ted baker indonesia
    11 November 2016 at 10:25

    kolabarasi dan pemandangannya sangat bagus..

  • Reply
    Rach Alida Bahaweres
    11 November 2016 at 11:11

    Aku setuju pentingnya juga keterlibatan masyarakat ya mba

  • Reply
    Makmur Dimila
    11 November 2016 at 11:24

    Iya seharusnya memang warga dan pemerintah saling dengar pendapat untuk membangun kota.
    Usulkan terus startup-nya. 😀

  • Reply
    Ratna Dewi
    11 November 2016 at 13:49

    Permasalahan utama di daerah adalah masih buta soal marketing digital ya. Padahal menurutku ini kegiatan pemasaran yang murah karena kita mengandalkan internet yang sudah world wide banget.

  • Reply
    Nchie Hanie
    11 November 2016 at 14:08

    Kereta apinya wow..
    Semoga selalu ada kerjasama dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah ya. Sukses buat Aceh semoga terwujud

  • Reply
    Dian Ravi
    11 November 2016 at 14:43

    Sebenarnya tata kota dan pembangunan itu infrastruktur itu sangant penting bagi semua kota. Tapi memang tak jarang permasalahannya adalah pada investasi yang dirasa mahal sehingga akhirnya pemerintah menggunakan pihak swasta atau asing untuk kerjasama. Kalau segalanya lancar memang tak masalah, tapi tak jarang ternyata pihak swasta dan asingnya itu pun kekurangan dana sehingga berakhir dengan mangkrak :(
    Semoga Aceh bisa terus berkembang, tanpa menghilangkan budaya dan syariat Islamnya.
    Kapan ya aku nyampe ke sana? hicks

  • Reply
    Yurmawita
    11 November 2016 at 16:46

    Kalau pemerintah serius mau membangun pasti banyak sekali yang bisa dinikmati masyarakat, seringkali lemahnya pengawasan sehingga dana pembangunan masuk ke kantong orang orang yg ga mau peduli dg urusan rakyat. Go warga Aceh, semoga di setiap daerah bisa sama rata pembangunan sehingga masyarakat bisa sejahtera

  • Reply
    Noe
    11 November 2016 at 17:05

    Waihini… kayaknya aku nemu alasan untuk balik ke Aceh lagi, traveling lageee

  • Reply
    yellsaints
    11 November 2016 at 18:13

    Semoga saja apa yang direncanakan bisa terujud.,!

  • Reply
    nova
    11 November 2016 at 19:16

    semoga suatu saat bisa mampir ke aceh…. seru juga ya….mau liat kebun rayanya..

  • Reply
    Naqiyyah Syam
    11 November 2016 at 22:57

    Pengen banget bisa ke Aceh dan kayaknya komunikasi itu yang utama agar pembangunan berjalan semestinya

  • Reply
    zata ligouw
    12 November 2016 at 11:45

    ahhh tulisannya berat tapi dalem…, kena banget harusnya kalo pihak2 terkait membaca ini :). Meski nggak tinggal di sana, aku ikut mendoakan semoga semua yang direncanakan pemerintah daerah terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan penuh masy dan masyarakat juga mendapat banyak manfaat dari pembangunan tsb.

  • Reply
    Hastira
    12 November 2016 at 16:34

    pembangunan sebaiknya banyak melibatkan banyak ahl mulai dari masarakat, swata , pemerintah yang bahu membahu membangun daerahnya

  • Reply
    tutyqueen
    13 November 2016 at 12:19

    aku jadi kangen dengan kampung halaman ayah ku di Aceh… pu haba ? eh bener nggak sih ejaannya, meski nggak lancar bahasa aceh aku masih ngerti dikit2 hehe

  • Reply
    Mel Allira
    14 November 2016 at 07:00

    Jadi pengen ajak anak-anak ke sini kalau pembangunannya sudah rampung nanti.. Semoga lancar ya

  • Reply
    Ajen
    15 November 2016 at 10:30

    Wah seru juga yah jalan2 di Aceh..
    Semoga pembangunnannya lancarr

  • Reply
    Adi Setiadi
    15 November 2016 at 10:54

    Pembangunan fisik tanpa diiringi pembangunan mental manusia akan melahirkan kota yang indah namun jauh dari moralitas Agung. Apalagi aceh adalah negeri serambi mekah.. dimana syariat Islam benar benar dijadikan hukum positive masyarakatnya.

  • Reply
    Rindang
    15 November 2016 at 11:11

    Geliat pembangunan di Kota Banda Aceh sepertinya memang sedang semangat-semangatnya. Semoga harapan Mbak Ayi sebagai warga kota bisa terwujud, yaitu pembangunan kota selaras dengan kesejahteraan para warganya. Aamiin.

  • Reply
    @kakdidik13
    15 November 2016 at 11:58

    Wah, semangat sekali ya Pemerintahnya dalam membangun daerahnya. Semoga kelak bisa berkunjung ke Aceh. Amiin

  • Reply
    Tukang jalan jajan
    15 November 2016 at 12:42

    Kangen banget buat jalan jalan ke Banda Aceh lagi. Mudah2an ada kesempatan untuk bisa menuju kesana lagi ya

  • Reply
    Wanda syafii
    15 November 2016 at 16:18

    Keren yi tulisan dan pandangannya tentang program pemkot Banda aceh. Semoga apa yg digambarkan pemkot bisa direalisasikan (tanpa merugikan masyarakat pasti nya)

  • Reply
    Maseko Sakazawa
    15 November 2016 at 17:09

    saya belum pernah menjejakan kaki ke bumi aceh.. paling jauh hanya sampai Bengkulu.. Itupun karena orangtua tugas di sana.. Kelak kan kusinggahi bumi Aceh pertiwi ini..

  • Reply
    Muhammad Zaini
    15 November 2016 at 17:58

    Semoga acara di Aceh ini diikuti juga sama daerah-daerah lain supaya masyarakat tau pemerintah ni kerjanya apa aja. Terus kalau misalnya tata kota sama penggusuran itu sebenarnya paradox banget kan ya. Di satu sisi memang sih kita ingin kota kita ni indah tapi di sisi lain, siapa sih yang mau jualannya digusur?

    Eh, si dedek lucuuuu…

  • Reply
    Dikki Cantona Putra
    15 November 2016 at 18:36

    bagus banget ini masyrakat dan pemerintahan membangun menjadi satu kesatuan untuk membangun kota yang lebih baik

  • Reply
    ednadus
    15 November 2016 at 19:29

    aceh… oh aceh
    tempat indah yang dlu pernah terjadi tsunami
    sekarang tempat tersebut masih indah

  • Reply
    Jiah
    15 November 2016 at 20:14

    Yg namanya bangun dan utk umum baiknya emang komunikasi sama warga setempat khusunya biar gak kaget. Di tempatku paling jalan yg dibangun

  • Reply
    ira duniabiza
    15 November 2016 at 20:31

    Pameran pembangunan itu berguna banget ya mba Ayi, jadi motivasi untuk memacu pembangunan dan semangat.

    Aniwei mba Ayi dan si abang kok jadi semakin mirip ya… Hihii #upssalahfokus

  • Reply
    andhikamppp
    16 November 2016 at 09:27

    Wah, Aceh, kota kamu, dan Cikarang, kota aku. Sedang bergerak berlawanan arah. Yang satu mempercantik diri dengan segala pembangungannya, yang satu membesarkan diri dengan segala industrinya.

    meski sama sama tidak memuaskan penghuninnya.

    Tapi, poster posternya bagus, kebayang kalau jadi seperti rencana, keren deh.

  • Reply
    bena
    16 November 2016 at 09:27

    heh?
    aku jadi fokus sama foto ayi dan kizain. wakakakakaka.
    semoga pembangunannya segera ya, Yi, biar pas bena kesana sudah jadi, karena pembangunan fisik dari kota juga harus diimbangi oleh mental warga yg ada di sekitar. Ini pengalaman dari yg ada di Ibukota sih. :)

  • Reply
    Erina
    16 November 2016 at 09:38

    Melihat ceritanya kak ayi, membayangkan betapa kerennya Aceh nanti,
    Tapi ya begitulah pemerintah dengan warga, padahal dengan sosialisasi baik2 pun bisa, tapi ga ada yg mau bilang, sehingga rakyat menganggap haknya dirampas.
    Media digital sudah banyak, tapi ga mau dimanfaatkan oleh pemerintah, di manapun. Ga cuma di satu daerah saja. Padahal, pendekatan ke masyarakat itu penting menurutku, bener kata kak ayi, kalo dibilangin baik2 pasti didukung.

  • Reply
    wulan
    16 November 2016 at 09:46

    Wah semoga kolaborasi pemerintah dan masyarakatnya bisa jalan lancar Dan berkelanjutan yaaa

  • Reply
    April Hamsa
    16 November 2016 at 10:11

    PR Pemerintah banyak y Mbak Ayi, gmn caranya membangun fisik tapi juga membangun secara sosil dan ekonomi masyarakatnya Btw aku pengeeeennn banget ke Aceh, kpan yaaa

  • Reply
    Noni Rosliyani
    16 November 2016 at 10:22

    Aku pengin ke Acehh… x_x
    Usulku, supaya harga tiket Jogja-Aceh, bisa terjangkau oleh kantongku. Hehehe..

  • Reply
    Siti mudrikah
    16 November 2016 at 10:25

    Seru ya aceh, smoga kapan2 bisa mampir

  • Reply
    Yesi Intasari
    16 November 2016 at 10:47

    semoga cepat terrealisaasi ya mba, udah keren banget perencanaannya ini cuma sayang pemerintahnya justru gak memanfaatkan media digital untuk sosialisasi kepada masyarakat

  • Reply
    Tarry KittyHolic
    16 November 2016 at 11:12

    Perencanaanya keren gitu, sayang ya kalau harus terhambat karena kurangnya komunikasi dengan masyarakat. Semoga bisa segera terealisasi ya. Amin

    Saya kok malah fokus sama ekspresi kizain dalam foto ya :)

  • Reply
    Perempuan November
    16 November 2016 at 11:15

    setuju mbak, masyarakat harus diajak duduk bersama dalam menentukan masa depan bersama. seenggaknya masyarakat jadi merasa dihargai dan rasa cinta pada kota tersebut pun jadi nambah.

    btw, mungkin pemerintah mau buat surprise mbak, makanya gak sosialisasi ke warga hihihii..

  • Reply
    Murni Rosa
    16 November 2016 at 13:26

    Ikut mensosialisasikan kegiatan lewat blog ya, Mbak.. Makin kreatif Aceh, makin disukai traveler n penduduknya sendiri :)

  • Reply
    Lendyagasshi
    16 November 2016 at 13:31

    Terus berkembang, Aceh.

    Jadi teringat bagaimana Aceh zaman dahulu kala…waktu aku masih anak-anak.
    Hanya samar yang teringat.

    Sekarang pasti sudah jauh lebih banyak berkembang.

  • Leave a Reply