Pesona Indonesia

Kemeriahan Festival Likurai di Perbatasan NTT – Timor Leste

3828F913-EA89-40DD-BAEF-73D91618526E

Siapa yang tau apa itu likurai? Sejenis makanan kah? Atau kain songketkah? No no, bukan. Likurai memang tradisional, dan merupakan bagian dari adat budaya suatu daerah di Indonesia. Letaknya di perbatasan, wisatawan yang hadirpun beragam. Belum lagi Likurai ini pernah mendapatkan rekor MURI tahun 2017 lalu.

Makin penasaran, ndak? Sini saya kasih tau :)

Likurai adalah nama tarian daerah yang sangat fenomenal di Kabupaten Belu, NTT. Saking fenomenalnya, tarian ini pernah mendapatkan rekor muri pada tahun 2017 karena dinarikan oleh 6000 penari, Wow!

Menurut sejarahnya, tari likurai memiliki semangat kebahagiaan yang mendalam. Tari likurai ini diciptakan saat masa penjajahan dulu. Saat di mana perang masih terus terjadi, dan ketika para pejuang di NTT pulang, masyarakat menyambutnya dengan tarian likurai ini.

Tarian likurai yang disajikan pada zaman penjajahan dulu tak lain tak bukan adalah tanda rasa syukur atas pejuang yang selamat dari medan perang. Pun pada berabad yang lalu, ada proses pemancungan musuh di NTT. Jadi bisa dikatakan tarian likurai adalah wujud kebahagiaan atas kemenangan mereka.

Namun, sejak Indonesia merdeka tahun 1945, tarian likurai tak lagi dinarikan masyarakat untuk menyambut para pejuang. Melainkan mulai diperuntukkan menjamu tamu-tamu ViP yang datang, atau acara pembukaan acara adat dan atau festival budaya. Tarian likurai ini disajikan oleh perempuan dan laki-laki. yang laki-laki menari menggunakan pedang, sedangkan masyarakat perempuan menari menggunakan tihar (drum kecil).

Tepat pada tanggal 4-7 Oktober 2018 yang lalu, Festival Likurai diselenggarakan di Kabupaten Belu, NTT. Dan Bukit Fulan Fehan menjadi lokasi disajikannya tarian ini dihadapan pengunjung, dan Menteri Pariwisata yang dijadwalkan berhadir secara langsung.

Selain itu, festival likurai ini juga akan dinarikan oleh masyarakat dari daerah perbatasan, yaitu Timor Leste. Dan hal ini jadi menarik sebab suatu festival bisa dinikmati oleh dua negara. Hal ini menjadi bukti bahwa daerah perbatasan begitu aman dan damai untuk didatangi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

source: ist

source: ist

Dengan adanya festival likurai ini, juga diharapkan menaikkan ekonomi masyarakat Kabupaten Belu, NTT.  Dan Timor leste sendiri masuk ke wilayah NTT dengan visa bebas serta tanpa perlu menukar mata uang. Diharapkan oleh Menpar, dengan adanya festival lintas batas ini, baik masyarakat, gubernur maupun walikota dapat menjamin kenyaman dan kemudahan akses, ketertarikan wilayah serta akomodasi yang tersedia.

Bukit Fulan Fehan sendiri merupakan sebuah bukit yang terletak tepat di bawah objek wisata lembah Fulan Fehan, di bawah Gunung Lakaan. Bisa dipastikan selain menikmati tarian likurai, pengunjung juga dapat menikmati wisata alam yang terdapat di Bukit Fulan Fehan ini.

Seru banget, kan? Sambil menyimak tarian likurai yang digadangkan memecahkan rekor tahun lalu, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lembah Fulan Fehan.

Semoga dengan diadakannya festival likurai ini juga dapat membuat investor berniat untuk menanamkan modal di NTT. Setelah melihat betapa menjanjikannya alam serta keramahan masyarakat NTT.

Dan Kabupaten Belu juga menjadi daerah tujuan wisata baru bagi para wisatawan asing maupun lokal untuk sekedar menikmati alamnya ataupun tarian likurai yang disajikan.

Kalian belum tertarik? Semoga suatu hari bisa menikmati keindahan tarian likurai ini, ya!

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply