Sponsored Post

Haruskah Ibu Rumah Tangga Memiliki I-Phone?

cutdekayi-haruskah-ibu-rumah-tangga-menggunakan-iphone

Sekarang ini, tuntutan memiliki smartphone sudah bukan kebutuhan tersier. Kocek harus dirogoh untuk bisa mendapatkan smartphone dengan fitur yang mumpuni sering dijabani agar aktifitas kita pun lebih lancar. Sebab hampir semua lini kerjaan kita sudah mencakup dunia digital. Apalagi yang berprofesi sebagai blogger.

Jadi teringat dulu saat saya masih menggunakan Black Berry, ketika β€˜pending’ rasanya tubuh juga ikutan freeze gitu. I can’ do anything selain berdoa agar pending segera pergi. Hingga gak heran kalau sekarang ini, handphone jadulpun menjadi opsi kedua bagi pemilik smartphone yang merasa butuh komunikasi cepat tanpa paket data seperti telepon atau sms.

Sejak kejadian blackberry pending dan membuat hati tak begeming, Smartphone yang ditawarkan semakin beragam. Mulai dari yang spesialis selfie, ram super besar bagi pencinta game hingga kapasitas storage yang juga makin besar mengingat interaksi penyimpanan media kita juga ikut bertambah seiring berjalannya waktu. Lantas, smartphone seperti apa sih yang benar-benar kita perlukan?

Bicara keperluan fitur smartphone, tentu saja harus didasari dengan keperluan dari aktifitas dan profesi kita. Sebagai blogger yang kini akan memiliki dua anak (InsyaAllah aamiin), dengan beragam pekerjaan rumah, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk memilih smartphone seperti apa yang sesuai dengan profesi. Selain karena pertimbangan kebutuhan, tentu saja juga harus dipertimbangkan dari segi biaya. Toh kalau bicara biaya, makin hebat smartphonenya kan tentu saja makin besar biayanya.

Jadi teringat beberapa hari yang lalu, salah seorang teman di dunia maya bertanya dimanaΒ jual Iphone 6s. Sayapun coba searching di google dan terkejut dengan harganya yang wow. Ternyata baru sadar kalau udah ketinggalan banget dengan perkembangan smartphone sekarang ini. Iphone aja udah 6s. Sedikit saya mengintip dan mencoba melihat apa-apa aja sih fitur iphone itu dan kenapa banyak banget yang pakai iphone? Bahkan kini iphone juga sudah menjadi salah satu icon gaya hidup.

Saya jadi teringat dengan seorang social media spesialis yang menjelaskan secara rinci kenapa I-phone meski seberapa mahal harganya tetap ada peminatnya. Kenapa coba? Karena pencipta i-phone begitu mementingkan kepuasan pelanggan. Bahkan, ada rasa yang tak biasa alias kurang nyaman yang hanya bisa dirasakan oleh pengguna i-phone ketika suatu waktu menyentuh android. Mbak Social Media Spesialis ini menyatakan bahwa performa i-phone sudah sangat bagus baik kualitas maupun kuantitas. Untuk itulah mengapa i-phone yang harganya hampir seharga sepeda motor masih tetap diminati bahkan ditunggu-tunggu kehadiran seri terbarunya.

Bikin mupeng kadang-kadang setiap melihat pengguna instagram yang posting foto cerah dan indah. Pas ditanya foto pake apa? Jawabannya: I-phone. Dan balik lagi, apakah saya butuh i-phone?

Menurut saya, saya sepertinya belum membutuhkan i-phone dalam waktu dekat (kecuali jika hp ini rusak wek :p). Apalagi mengingat Kizain, anak lelaki pertama saya yang berusia 14 bulan, yang mulai sering menyeret-nyeret ponsel seperti menyeret mobil mainannya. Kadang suka disentuh-sentuh layar kacanya mengikuti perlakuan ayah bundanya. Waduhh! Pasti bakal bangkrut kalau sampai iphone yang diseret-seret. Saya masih belum sanggup pikir. Mungkin nanti, di saat anak-anak sudah tau mana mainan mana hp bundanya, baru bisa masukkin proposal ke suami buat beli i-phone.Β 

Ibu rumah tangga (memang) butuh smartphone berkualitas agar tetap terhubung dengan dunia luas, namun tetap disesuaikan dengan pemakaian. Agar tidak mubazir apalagi menjadi barang mainan anak-anak yang bikin kita jadi berfikir, ‘sayang anak atau sayang smartphonenya?’ :’D

Nah, ini menurut saya, kalau menurutmu, penting gak sih ibu rumah tangga punya iphone?

Share di kolom komentar ya.

Salam,

Cutdekayi

You Might Also Like

15 Comments

  • Reply
    Fakhruddin
    6 January 2017 at 11:14

    Hehehe sama, Hape juga sudah hancur karena diseret dan dibanting anak saya yg masih batita πŸ˜€

  • Reply
    Liza
    6 January 2017 at 13:13

    Sekarang sudah ada iphone 7 lagi dek

  • Reply
    Dian Ravi
    7 January 2017 at 08:33

    Aku lagi ngebayangin Kizain main mobil-mobilan pake iphone ibunya. Ayi cuma bisa pasrah sambil ngelus dada membiarkan handphone mahal itu mengepel lantai sambil berdoa ga ada yang baret πŸ˜€ Tapi kemudian ingat, udah dikasih casing yang tebel biar baretnya ga kena ke badan handphone.

  • Reply
    Rindang
    7 January 2017 at 09:05

    Tergantung kebutuhan setiap orang ya. Saya sendiri seperti Mbak Ayi, sepertinya belum butuh iphone. Aktivitas online msh bisa ditangani oleh android. Hehe

  • Reply
    Fandhy Achmad Romadhon
    7 January 2017 at 15:20

    Hahaha semenjak keluar iPhone dahulu, sedari dulu ingin beli tuh. Pas pertama iPhone 3 rilis yg harganya masih 6 jutaan, niatnya nabung buat beli iphone 3, eh tabungan belum cukup tau tau sudah ada iPhone 5πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ jujur aja, makin kesini makin mikir mikir kalo mau beli iPhone.. Mahal euy

  • Reply
    Adi Setiadi
    7 January 2017 at 15:24

    Kalau saya lebih menyarankan sesuaikan dengan kebutuhan karena barang mewah akan biasa kalau kita memang membutuhkannya. πŸ˜€

  • Reply
    Murni Rosa
    7 January 2017 at 16:13

    Hihi.. kalau buat saya pribadi sih belum. Selain budget ngga ada, saya lbh pilih yg ekonomis. Android asal customer service nya ngga jauh2 amat bolehlah, Mbak. hehe..

  • Reply
    Jiah
    7 January 2017 at 20:13

    Iphone, kalo ada yg ngasih ya gak nolak. Tp pas ada tangan bocah, ngeri2 sedap

  • Reply
    @dodon_jerry
    8 January 2017 at 08:39

    Penting ngga yah? hehehe soalnya saya bukan ibu rumah tangga. tapi saya sendiri bukan pengguna iphone. namun pengguna produk apple. beberapa yang awet sampai sekarang ipod dan macbook sih. enak penggunaannya

  • Reply
    April Hamsa
    8 January 2017 at 14:07

    Aku pengen punya i-phone hehe.
    Anak2ku gk kuijinin memang HP sih, jd mereka gk terlalu akrab ma HP. Tp i-phone mahal tak hiks blm kejangkau hehe

  • Reply
    Zharnd
    8 January 2017 at 18:55

    Sepertinya saya butuh untuk prestis saja, hehehe. Tapi memang saya lihat teman-teman yang memakai produk Apple (i-phone atau mac), mereka lebih leluasa untuk bermain-main seni digital. Tapi kembali lagi ke kreatifitas masing-masing sih.

    Kalau ibu rumah tangga butuh i-phone, lihat anaknya dulu. Kalau ibu saya, wah….smartphone boleh, tapi yang murah saja. Soalnya adik-adik masih belum bisa membedakan mana bola karet mana hape x’D

  • Reply
    Yulia
    10 January 2017 at 05:16

    Penting bagi yang mementingkannya Ay, kalau saya blm begitu penting, karena yg penting itu duwit bt beli ipone bisa beli 4 biji hape.. Kelar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  • Reply
    Nurul Fitri Fatkhani
    10 January 2017 at 08:37

    Kalau saya, selama android milik saya masih bisa bersahabat, kayaknya belum butuh ganti ke I phone.
    Beda lagi.dengan anak saya yang besar. Dia pengeb punya I phone, krn kualitas gambarnya mendukung kegiatan dia, untuk buat video tutorial.
    Tapi belum saya kasih juga, sih. Masih mikir-mikir dengan harganya hihihi

  • Reply
    lendyagasshi
    12 January 2017 at 15:18

    Mas dan teman dekat saya pada pake produk Apple.

    Kayanya ini mah…masalah kebiasaan.

    Kalo orang sudah loyal dengan suatu brand, kayanya susah move on.

    Saya siih…
    Yang palig penting, cepet buat browsing, hasil foto cakep dan memori besar.
    Jadi bisa di isi sama bebeapa drama Korea yang bisa aku tonton kapan aja.

    Hiihhii…

  • Reply
    Sri Wahyuni
    29 January 2017 at 12:52

    Setuju bgt dengan bagian yang mengatakan sayang i-phone kalau dijadikan mainan sama anak. Kalau saya sih belum begitu butuh i-phone, krn smartphone yg sekarang pun sdh sgt mendukung kegiatan saya. Kalaupun ada uang lebih baik ditabung utk keperluan lain. Maklum, pikiran emak2 sdh harus ke depan drpd hanya mementingkan soal gengsi dan gaya. πŸ˜‰

  • Leave a Reply