Cerita Bunda

Drama Kizain Setelah Adiknya Lahir

drama Kizain setelah adiknya lahir - cutdekayi.com

Punya dua anak yang masih berusia di bawah 2 tahun itu memang butuh banyak sekali ekstra. Dimulai dari ekstra sabar, ekstra sehat, ekstra bahagia dan ekstra-ekstra lainnya. Saya dituntut untuk bisa memanajemen rasa saat berurusan dengan salah satunya, sementara yang satunya lagi juga sedang oek-oek manja.

Medina lahir tepat diusia Kizain 14, 5 bulan. Saat di mana Kizain sedang lucu-lucunya lelarian, mengeksplor banyak hal dan menyita perhatian kita dengan sangat banyak. Kita hanya bisa istirahat saat dia sedang tidur. Selainnya? Sekali dua kali bisa diam dengan mainan, namun begitu liat saya bergerak keluar dari tempat bermain, Kizain dengan tanpa disuruh akan mengekor di belakang.

Bagaimana reaksinya ketika Adiknya lahir?

Proses kelahiran Medina (sudah saya tulis di SINI) membuat saya harus berpisah sementara dari Kizain. Di rumah, dia bersama Omanya, alias bunda saya. Selama di rumah, Kizain menjadi anak yang baik budi sekali. Namun ketika sadar saya ngga ada di kamar, maka ia akan menarik-narik Oma untuk pergi. Ia tau saya di rumah sakit.

Begitu tiba di RS, dia akan meminta untuk didekap oleh saya. Dan hati ibu mana yang tidak meleleh menyadari bahwa ia tak bisa mendekap anaknya padahal jarak mereka sangat dekat? Bekas jahitan yang masih basah ini menghalangi kami untuk sekedar berpelukan. Tak bisa dipungkiri sejurus kemudian ia akan sesenggukan.

Saat adiknya dibolehkan pulang oleh dokter (Medina harus di NICU selama 1 minggu lamanya), Kizain pun mulai dikenalkan dengan adiknya. Dengan takut-takut, ia menyentuh jemari adiknya. Kemudian mencium pipinya. Begitu terus sampai ia tau adiknya menyita perhatian saya untuk Kizain.

Drama Kizain Setelah Adiknya Lahir - cutdekayi.com

Drama Kizain Setelah Adiknya Lahir

Ada dramanya? ADA! Mulai dari drama yang bisa bikin saya ketawa, sampai ke drama yang bikin saya elus dada dan mengorbankan adiknya sebentar. Biasanya drama ini muncul saat saya menyusui Medina atau mengajak Medina ngobrol. Padahal, saya baru saja selesai bermain dengan Kizain. Seperti tak puas, ia meminta lebih. Dengan cara? Mencari-cari perhatian saya.

  1. Nangis Dibuat-buat
  2. Merengek berkepanjangan
  3. Ga bisa ditinggal walaupun sebentar
  4. Mengeksplor wajah & tangan adiknya dengan agresif :’D
  5. Tidur harus pegang tangan saya. Dan ketika tau di malam hari saya tidur bersama Medina, ia akan mulai menangis dan mencari tangan saya lagi. Ayahnya? Ditolak mentah-mentah.

Kadang saya sedih banget setiap kali Kizain sudah berdrama, dia yang tak biasanya sering menangis jadi memaksa diri agar menangis. Dia tidak mau didiamkan oleh siapapun kecuali saya ataupun suami saya. Ini kalo suami sedang ada di rumah, tapi jika tidak ada? Saya berusaha berdamai saja dengan diri saya. Dengan Omanyapun penuh drama. Pernah suatu ketika saya mencoba mengabaikan, ia malah mendekati saya dan menarik tangan/kaki saya agar memenuhi keinginannya. Sementara Medina sedang tidur dalam kondisi menyusu. Mau saya lepas mendadak takut ia terkejut. Saya pun memutar otak biar keduanya tetap dapat perhatian saya. Proses menyusu Medina tidak terganggu dan Kizain juga mendapatkan apa yang ia mau.

Menghadapi Drama Kizain

  1. Mengajaknya Berbicara Saat Sedang Menyusui Medina.
  2. Menyiapkan Mobil & Mainan Kizain di area yang mudah ia jangkau.
  3. Menyusui Medina dalam posisi duduk. Sewaktu-waktu Kizain membutuhkan saya, saya bisa bebas bergerak.

Kizain itu tipe anak yang mau duduk diam (selama ada saya di dalam ruangan/kamar) kalo dikelilingi dengan mainan-mainannya. Namun kalo untuk urusan ditinggal saya masih harus berfikir lebih keras. Selama ini kalo dia ditinggal harus dalam keadaan sama-sama pergi, alias dia tidak berada di rumah selama saya di luar rumah. Kalaupun dia pulang, biasanya sudah dalam keadaan tertidur jadi tidak repot mendiamkan rengekannya. Sayapun bepergian tidak pernah dalam waktu yang lama.

Kemarin saat saya tinggal sebentar membawa Medina ke RS, Kizain hanya bisa tidak ‘sadar’ saya pergi selama 10 menit. Setelahnya, ia akan menggedor-gedor pintu kamar dan menangis dengan gaya nangis yang sedih. Alhasil, diapun diantar ke RS dan memeluk saya seperti memendam rindu yang teramat sangat.

Emang banyak banget suka duka punya dua anak dalam usia yang masih butuh perhatian dan kasih sayang. Sebisa mungkin saya harus dalam kondisi waras saat menjumpai anak-anak. Terkadang jika sudah tidak sabar lagi, saya akan diam dan meminta waktu untuk me time ke suami. Suami dengan sabarnya mengizinkan saya untuk melakukan hal yang saya inginkan. Sementara Kizain akan dibawanya jalan-jalan di sekitaran rumah.

Baca : Memilih Pasangan Hidup

Ah, kalo dipikir-pikir rasanya emang nano-nano. Tapi di sisi lain saya mencoba untuk terus melangitkan syukur. Di usia 22 tahun saya sudah diamanahi sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Berbagai tingkah polah menggelikan mereka membuat saya tertawa terbahak-bahak. Melihat tumbuh kembang mereka dari hari ke hari bikin saya makin muda. Di posisi ini, saya tidak pernah ditinggalkan mengurus mereka sendirian. Suami dengan senang hati akan membantu saya dengan cara apapun yang ia bisa. Mau ART? Sudah. Day Care? Masih mikir-mikir. Pulang ke rumah ketika saya butuh? Sering banget. Dan akhinya jam tidur malamnya ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Di celah mana yang bikin saya ga bersyukur?

Perempuan yang sudah menjadi Ibu itu hanya ingin didukung, dibantu jika memungkinkan, ditemani prosesnya dan dihargai setiap apapun yang ia kerjakan. Agar anak-anak yang ia didik menjadi generasi yang bahagia, sehat dan jauh dari segala kenegatifan.

Salam manis,

Cutdekayi

You Might Also Like

34 Comments

  • Reply
    Rach Alida Bahaweres
    10 March 2017 at 14:40

    Hai mba Ayi. Pasti seru liat Kizain pura2 nangis kepanjangan. Hihiii. Namanya anak mungkin masih agak rela y terima adiknya. Aku ingat dulu aku minta adikku dibuang ke tong sampah. Hahahaa

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:42

      Iya, mbak. Kalo aku dulu malah adikku kutarik dari tempat tidurnya. Ekstrim!

  • Reply
    Mutia nurul rahmah
    10 March 2017 at 15:10

    Yi,bilang ama kizain jgn makin drama2an..
    Nanti ante mumut kasih gingsul baru tahu dia hahahah..

    *kemudian anak orang makin nangis*

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:43

      Paan sih ante, ajakkin Kizain mamam di mall pku ajahh

  • Reply
    mpo ratne
    10 March 2017 at 15:17

    Ajak si abang untuk bagian dari saat membantu sang adik. Misalkan tolong ambilan popok buat adik, saat mandi sang Kakak ikut main air dan boneka bebek.

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:43

      Iya Mpo, ini selalu saya ajak. Tapi kalo lagi ngambek, dia mulai manja dan adiknya ga boleh saya sentuh :’S

  • Reply
    Blogger Kendal
    10 March 2017 at 17:10

    Mama muda ya mba Ayi, semangat heheheh
    seneng dan sedih suka dan dukannya pasti ada, tapi ntar kalau udah gede pasti deh nyenengin nggak bikin repot maksudnya. Duh pengen segera dihalalin deh rasanya, hehhehe …
    Kizain semoga tambah belajar banyak nantinya, untuk memahami ibundanya. Media baik-baik ya sayang, sehat selalu dan kuat. Ayi tetep sabar dan tegar. Semangat.

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:44

      Insya Allah, aamiin mbak. Semoga segera dihalalin yaaa.

  • Reply
    Rindang
    10 March 2017 at 20:44

    Wah seru ya Mbak dramanya. Saya ngebayangin Kizain yg harus memaksa air matanya keluar agar bisa diperhatikan bundanya. Tetap semangat ya Mbak Ayi. Semoga selalu dilancarkan prosesnya menjadi surga bagi kedua buah hati. Aamiin.

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:44

      Hahaha videonya ada mbak, di IG saya. Main2 ke sana jg ya ;p

  • Reply
    Lendyagasshi
    11 March 2017 at 00:50

    Ayi,
    Barakallah..

    Kebahagiaan yang sempurna akan terasa bila kita semakin banyak mensyukuri apa yang kita punya saat ini.

    Aku dl stres luar biasa, dek..
    Trus Bapak (rahimahullah) ngasih tau aku via telp *dengan suara setengah menangis…”Dek, alhamdulillah…kamu punya anak, dek.. Coba lihat mas dan mbak mu yang belum diberi anak…Sedihnya, dek..”

    Asal inget Babe, aku jadi bangkit lagi.
    Tarik nafas daleeemm dan Bismillah!

    Ada Allah…Yang Maha Melihat.

    • Reply
      Dian Ravi
      14 March 2017 at 16:39

      baca komen Mbak Lendy malah aku yang pengen mewek….
      Iya di luar sana (termasuk aku) banyak yang menginginkan seperti Ayi. Tapi aku tahu juga, mungkin ada juga yang menginginkan hidup seperti aku. Mari kita nikmati aja semua nikmat karunia yang Allah udah berikan ke kita semua. Hidup memang ga akan pernah mudah, semoga kita semua diberi kekuatan iman untuk menjalaninya. aamiin
      *kiss kiss Ayi*

      • Reply
        cutdekayi
        16 March 2017 at 00:45

        Insya Allah, teh len, mba dian. Semua sudah digariskan. Allah takkan memberi kalo kita tak mampu. Semangattt!!!

  • Reply
    Perempuan November
    11 March 2017 at 08:55

    Wuidiiih.. Aku mbayanginnya aja udah capek Yi, tapi pasti terbayarkan saat melihat tingkah lucu mereka ya :)

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:45

      Iya mbak, kadang sampe lupa kalo barusan aku kecapekan :’D

  • Reply
    Atanasia Rian
    11 March 2017 at 10:46

    Antara susah dan senang ya ayi. Drama pasri tapi pasti banyak bahagia ya hehe

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:46

      Harus bahagia, mbak. Kalo ga, ga waras serumah :p

  • Reply
    Jarwadi MJ
    11 March 2017 at 12:39

    foto di atas nampak bagus banget. sang kakak nampak antusias dan afektif dengan kehadiran si adik baru.

  • Reply
    Dikki Cantona Putra
    11 March 2017 at 12:40

    rada susah ya mba punya 2 anak sekaligus pasti ada cemburu antara anak pertama ke anak ke 2 harus banyak bersabar

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:46

      Hihihi iyaa, tapi menyenangkaan

  • Reply
    Yesi Intasari
    11 March 2017 at 13:29

    Kizain bikin gemes banget nih tingkah polah cari-cari perhatiannya, hehe.. meskipun suka cemburu2, adik bayinya disayang terus ya Kizain :)

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:47

      Insya Allah tanteee, doakan yaaa

  • Reply
    adi setiadi
    11 March 2017 at 14:57

    Selamat atas kelahiran buah hati yang kedua, semoga sehat dan bertumbuh dengan baik. Reaksi-reaksi ketika mendapatkan adik memang mencuri perhatian kita. Dan ketika kita evaluasi kadang merasa lucu sendiri.. selamat berjuang Kak Ayi :)

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:47

      Iya, Mas Adi. Anak adl investasi, kadang saat evaluasi terasa banyak kurangnya diri. Hiks.

  • Reply
    Noni Rosliyani
    11 March 2017 at 15:15

    Hihihihi.. drama kakak yang punya adik itu lucu yaa.. Dulunya excited, tapi setelah adiknya lahir cemburunya muncul. Dikira adiknya lahir langsung bisa diajak main bola. Sehat selalu ya, Medina..

    • Reply
      cutdekayi
      16 March 2017 at 00:48

      Iyaaa, kadang dia suka narik2 tangan adeknya. Atau pegangin kepala adeknya pas lagi tummy time hahaha

  • Reply
    Murni Rosa
    11 March 2017 at 16:20

    Mesti pinter2 bagi kasih sayang ya, Mbak. Jangan ada yg ngerasa tersisih trus mamanya ngga ngeh. kan katanya 1 2 3 sayang semuanya. 😉

  • Reply
    ira duniabiza
    11 March 2017 at 21:43

    aduhh foto kizain dan medina itu kece abiss… saya belum nemu nih mba foto cakep Bintang, Zizi, dan Arsyad dalam satu frame manis begitu..
    I Feel U Ayi, yang penting kita happy, nanti anak2 akan mengerti.
    Sekarang setelah Arsyad lahir dan membesarkan mereka tanpa asisten saya selalu ingat pesan Amak (Ibu) “Pasti bisa., Tuhan tak akan sia-sia. Anak2 pasti akan mengerti…”

    Kizain, Medina sayang, semoga suatu waktu kita bisa ketemuan ya… Muahh

  • Reply
    Nurul Fitri Fatkhani
    11 March 2017 at 22:28

    Duuh, kebayang deh, gimana repotnya ngasih anak dengan usia yang berdekatan. Butuh kesabaran yang banyak ya….

  • Reply
    @dodon_jerry
    11 March 2017 at 22:55

    Menjadi ibu memang anugerah luar biasa. Memiliki kesabaran ekstra demi buah hati yang punya pribadi baik. Salut deh moms. Selamat buat semua kebahagiaannya

  • Reply
    April Hamsa
    12 March 2017 at 07:28

    Duu Maxy setelah adeknya lahir menyambut welcome krn saat hamil udah kusounding. Cuma bedanya, sebelum adik lahir dia mau bobo di kamar sendiri, begitu adik lahir dia maunya bobo lagi sama kita. Dia nangis2 kalau ditidurkan di kamarnya sendiri, mungkin takut disisihkan. Jd mpe skrng kruntelan berempat hihihi

  • Reply
    Julia Amrih
    14 March 2017 at 13:27

    I feel you Mba’, aku malah jauh dari keluarga dan tanpa ART. Nano-nano sekali rasanya. Kadang pas Abangnya nangis, sampe kenceng sekali, semoga kita bisa jadi ibu2 yg penuh cinta untuk anak-anak ya, Aamiin.. :)

  • Reply
    Aini
    14 March 2017 at 16:11

    Luar biasa Ayi, jadi teringat Akib dan Biyya dulu. Musim sebentar lagi akan berganti, bahkan tanpa terasa. Pastinya akan happy ending ntar drama Si Abang. Peluk rindu buat Kizain dan Medina

  • Leave a Reply