Cerita Bunda

Cutdekayi Berniqab, Yay or Nay?

cutdekayi berniqab, yay or nay?

Sudah lama sekali terfikir untuk berniqab. Sudah berulangkali niqab menjadi bahan pembicaraan saya & suami. Dan alhamdulillah, Allah melanggengkan impian saya setelah ridho suami serta anak-anak menerima dengan lapang dada.

Sebelum berniqab, hal yang saya lakukan adalah menulis manfaat dan mudharatnya. Apa saja manfaat yang akan saya dapatkan dari berniqab, begitupula mudharatnya. Ternyata setelah saya jabarkan di kertas, manfaatnya jauh lebih banyak daripada mudharatnya. Mudharatnyapun sepertinya tidak sesuai syariat alias saya buat-buat sesuai pemikiran saya. Jadi saya rasa tidak ada halangan lagi untuk berniqab.

Saya saat ini tidak berada dalam ikatan dinas, ikatan kampus dan pekerjaan. Tugas saya sehari-hari adalah menjadi ibu rumah tangga digital. Hanya satu organisasi yang saya ikuti, Aceh Peduli ASI. Saya rasa, tidak ada lagi yang menjadi hambatan dalam menunaikan salah satu sunnah Rasul ini.

Sebenarnya, sejak Oktober lalu saya sudah mencoba memakainya. Namun, karena ilmu dan pengalaman saya yang masih minim, galau itu datang ketika Medina narik niqab saya di undangan saudara. Dan ifu rasanya nyeeesssss bangeeeeeet, gaaaaaeeees. Mau nangis, malu. Akhirnya pasang lagi deh dengan berpura-pura mencoba tegar. Saya buka lagi niqab keesokan harinya.

Dan baru terlaksana secara utuh sempurna namun masih butuh tambal sana-sini di Januari silam. Setelah suami menguatkan dan saya mengajak diskusi Kizain Medina.

Kizain saya tanya begini, bunda bagusan pakai ini (niqob/masker) atau engga? dia jawab, ‘pakai’ sambil senyum. Terus saya bilang, kalo bunda pakai, Kizain harus tambah baik budi ya. Moga bunda juga jadi ibu yang makin baik budi. Dia mengangguk.

Selanjutnya Medina, sebelum keluar dalam kondisi berniqob, di rumah sambil menyusui saya pakai. Saya bilang kalo bunda mau pakai niqob ya nak. Medina ngga tarik2 ya. Begitu terus beberapa kali. Ketika saya bawa anak-anak keluar rumah dalam keadaan berniqob, mereka engga yang cranky gimanaaaa gitu lagi. Mereka cepat mengenali bundanya ketika sedang ikutan taklim bareng sahabat hijrah yang notabene berniqab semua. Mereka engga yang nangis ga karuan karena bingung bundanya yang mana. Alhamdulillah. Allah Maha Memudahkan.

Niqab Untuk Pemula

Setelah tiga minggu pakai niqab, saya mulai akrab dengan berbagai bentuk niqab itu sendiri. Ada yang model tali/karet, bandana, bandana poni, eagle eyes etc etc. Bahannyapun berbeda, ada yang wolfis, sifon, jetblack etc etc. Tapi saran saya, bagi pemula macam saya, bahan dan bentuk niqob itu menentukan sekali kita akan nyaman atau engga. Sejauh ini saya nyaman, aman dan tentram makai yang model bandana dengan bahan jetblack.

Mengapa?

Model bandana itu diikatnya di luar jilbab, jadi ga ada istilah lepas ditarik ke bawah saat pakai cadar tali/karet seperti awal-awal dulu. Bahan jetblack ini juga bahan yang ringan dan ngga bikin sesek nafas. Coba deh bandingin bahan wolfis dan jetblack, jauh nyaman banget yang jetblack looooh.

Mau makan juga gampang. Gimana? Ya gitu. Tutorial di youtube banyak cara makan menggunakan niqab, kok.

Sebagai ibu yang kalo keluar rumah harus full ngajak ngomong anak dan ngejar-ngejar anak yang lagi suka lelarian, niqab bandana bahan jetblack tetep jadi favorit saya. Mungkin teman-teman yang mau mencoba pakai, boleh beli yang model dan bahan ini, ya. Kalo yang single/belum punya anak, boleh pakai model tali/karet, sebab ga ada yang bakal narik tuh niqab di keramaian gaeeees. ๐Ÿ˜Š

Perasaan Makai Niqob

Terjaga. Setiap kali memakai niqab dan naik darah karena lagi diuji sama anak-anak, saya tarik nafas. Selanjutnya, ga jadi marah. Iya? Iya. Suami jadi saksi kunci. Kenapa? Ya gatau, saya merasa kayak terjaga aja gitu. Hahaha, lucu ya? Ya gini sih yang saya rasa. Saya jadi ketagihan makenya terus, nih.

Bahagia. Wallahu alam ini kenapa, tapi saya juga susah mendeskripsikannya. Setiap makai niqab, saya jadi bahagia. Nyaman dan tenang, itu pasti. Karena kalo saya ga pake lipstik dan bedak, ga bakal ada yang tau, ya kan? Saya juga ga rempong touch up kalo siang bolong menghadiri kondangan.

Suami jadi makin cinta? Mudah-mudahan yaaa.. Alhamdulillah, sejauh ini beliau, anak-anak dan kedua orangtua saya menjadi support system hingga detik ini. Saya berharap banget semoga istiqomah dan diridhoi Allah. Kalo Allah sudah ridho, apalagi yang saya butuhkan?

Saya juga orangnya takut kalo ketemu orang baru, atau berbelanja. Jadi setelah berniqob, saya berani aja gitu. Meski diawali dengan mutar-mutar dulu sebelum sampai lokasi yang dituju, hahaha. Ya udah, gitu aja sih. Niqab bukan penghalang saya untuk terus beraktivitas yang diridhoi Allah & suami. Insya Allah.

So, cutdekayi berniqab, Yay or Nay?

Selama hidup hanya mementingkan ridho Allah, suami dan kedua orangtua, saya rasa tidak perlu berdebat, mendebat apalagi menjatuhkan seseorang.

Niqab ini satu dari banyaknya sunnah Rasul. Jika tak berniqab, bisa jadi ia melakukan sunnah rasul yang lain. Begitupun saya yang masih alpa ini. Sedang melakukan banyak kebaikan, entah yang mana yang akan diridhoi.

Yang pasti, jangan takut dengan wanita berniqob ya. Karena ia juga sedang belajar. Pabila melihat sisi alpa, ingatkanlah. Karena kita sesama muslim adalah cerminan muslim yang lainnya. Jangan salahkan kerudungnya, jangan salahkan niqabnya. Salahkan akhlaknya yang masih compang-camping. Ingatkanlah dengan cara yang wajar.

Tantangan, pasti ada. Yang bikinย makin semangat setelah dengerin ceramah ust. Adi Hidayat bahwa jika sedang berbuat baik namun tidak ada tantangannya, justru patut dicurigai. Nikmati aja perbuatan baik itu. Tantangan insya Allah bikin makin setrong day by day.

Hmm, gimana tandain ayi kalo keluar rumah? Lihat aja yang gandengin suami, atau menggendong Kizain/Medina. Itu pasti ayi. Karena ayi ga bakal keluar rumah tanpa mereka.

Semoga dengan niqob ini juga membawa kebaikan buat diri saya pribadi, juga para follower jadi ga terlalu “iuuuuh” liat foto selfie saya yang berseliweran di TL. Mon dimaapkan eaaa.

Mohon doakan ayi. ^^

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^,^

You Might Also Like

10 Comments

  • Reply
    Aslan Saputra
    19 February 2018 at 11:16

    keep strong ny lady :love:

  • Reply
    Lusi
    21 February 2018 at 09:55

    Saya membaca sampai selesai sambil tersenyum. Semoga Allah memberkahi dirimu dan keluarga. Aamin.

  • Reply
    kanianingsih
    21 February 2018 at 10:12

    Semoga Allah memebrkahi Ayi sekeluarga :)

  • Reply
    Ihan
    21 February 2018 at 12:44

    Selamat ya Ayi, pasti bukan sesuatu yang mudah mengambil keputusan itu ya….aku salut sama orang-orang yang konsisten dan berani mengambil jalan berbeda seperti itu….. nanti kalau ketemu di jalan, kadang aku tak ngeh itu Ayi, tereakin kami yaaa hahahah

  • Reply
    Ipeh alena
    21 February 2018 at 15:00

    Barakallahufiik ya, Dek. Semoga kita termasuk manusia yang senantiasa mengamalkan sunnah dan tak meninggalkan yang wajib (doa buat diri sendiri juga :D). Semoga istiqomah ya, Dek.

  • Reply
    arifah
    21 February 2018 at 15:17

    Semoga Allah memberkahi dan istiqomah ya mbak๐Ÿ˜Š

  • Reply
    Rotun DF
    21 February 2018 at 15:28

    Kapan yaa, terakhir kita ngobrolin tentang niqob ini? Pas itu Ayi masih lepas pasang kalau nggak salah,hihi.
    Alhamduillah, ikut seneng bacanya, Dek. Semoga Allah mudahkan dan diberikan keistiqamahan.
    Barakallahu fiik^^

  • Reply
    lendyagasshi
    21 February 2018 at 16:15

    Barakallahu fiik, dek Ayi.
    Aku terharu bacanya.
    “Alasan yang dibuat-buat…”

    Ini yang jadi alesan aku kalo pas turun imannya…suka berprasangka buruk sama pandangan orang. Padahal mereka hanya memandang, belum terucap.

    Semoga Allah menjaga keistiqomahan dek Ayi hingga akhir hayat, in syaa Allah.
    Aamiin.

  • Reply
    Syarifah Aini
    22 February 2018 at 05:30

    Alhamdulillaah menambah deretan sahabat Kak Aini yang berniqab. Barakallaah ya, Ayi. Kami belum juga, niih. Hehe.

    Turut mendoakan yang terbaik ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š semoga istiqamah.

  • Reply
    Dunia Faisol
    22 April 2018 at 19:56

    bismillah, semoga selalu mendapat Rahmat-Nya ya mbak….

  • Leave a Reply