Browsing Category

Tips Ibu

Tips Ibu

Tips Menyapih Botol Dot

Family ~

Botol dot sering dianggap sebagai media untuk membantu memberikan ASI Perah atau susu formula dan air putih kepada bayi. Banyak Ibu hamil yang memasukkan item botol dot ke dalam stuff baby yang harus dibeli menjelang kelahiran. Makin hari, makin banyak pula brand botol dot yang mengklaim botol dot itu begini dan begitu yang sangat menjual dan membuat para Ibu yakin bahwa botol dot itu harus mereka beli. Ada pula artikel yang membenarkan bahwa ada botol dot yang TIDAK menyebabkan bingung puting.

Padahal? Continue Reading

Tips Ibu

Membawa Bayi Berenang

membawa-bayi-berenang-cutdekayi

Memang benar, manusia hanya bisa berencana, selanjutnya Allah yang mengizinkan perencanaan itu akan mulus atau digantikan dengan yang lebih baik.

Saat long weekend yang lalu, kami sekeluarga sudah berencana mengunjungi Sabang dalam dua hari. Selain merefreshkan pikiran, juga keinginan untuk silaturrahim ke keluarga suami.

Ternyata, hotel di Sabang sudah full. Banyak wisatawan yang jauh-jauh hari sudah membooking hotel untuk penginapannya.

Belum lagi, ternyata setiap kali libur itu kondisi kapal berdesak-desakkan. Dan kita juga punya acara hari Sabtunya. Kasian Kizain juga, sih. Haruskah (lagi-lagi) ia memaklumi keegoisan ayah ibunya?

Akhirnya, kitapun menyusun rencana ulang. Kita tetap memanfaatkan waktu libur ke Kuta Malaka. Salah satu kolam renang yang kalo libur pasti juga rame dikunjungi. Sekalian ngajak Kizain berenang, alhamdulillah Kizain udah dikenalin sama air dingin.

Ya, di Banda Aceh belum ada kolam renang khusus bayi. Jadi, kalo mau ya renangin aja anaknya di kolam pribadi di dalam rumah.

“Gimana nanti Kizain mandinya ya? Kan itu airnya udah nyampur-nyampur sama orang lain?”

Kekhawatiran itu selalu ada, dan terjawab dengan pemikiran abang yang sempurna. Kita pergi pagi-pagi, di saat pengunjung belum ramai dan matahari tak terlalu terik. Kita berkomitmen Kizain cukup mandi 15 menit saja, karena takut akan kedinginan.

membawa-bayi-berenang-cutdekayi

Sebelum pergi kita menyiapkan barang-barang pribadi. Seperti handuk, sabun dan shampoo juga baju ganti selepas mandi.

Nah, untuk Kizain, kita harus teliti betul. Lokasi Kuta Malaka ini jauh dari jalan besar dan masih dalam proses finishing di beberapa spot pemandian.

1. Ban renang
Ban ini merupakan salah satu alat keselamatan buat diri Kizain pribadi. Memang dia akan mandi dengan digendong bunda/ayahnya. Tapi kita tidak tau bagaimana nanti kondisi di sana. Amit-amit semoga jangan ada insiden yang aneh-aneh deh.

Kita juga maunya Kizain itu bukan sekedar berenang. Tapi distimulasi motorik kasarnya dan diberikan keberanian sejak kecil. Nah, ban ini jadi pilihan.

2. Peralatan Kizain
Karena Kizain ikutan mandi, jadi saya membawa peralata mandinya Kizain. Termasuk di sana handuk, baju ganti, sabun, minyak telon, tisu, kaus kaki ganti, dan semacamnya.

Kizain sudah 6 bulan, jadi saya juga membawa MPASI dan air putih. Beberapa menit sebelum mandi, Kizain saya beri makan dahulu.

3. Selimut Tebal(Bed Cover)
Kuta Malaka menyediakan banyak tempat duduk bagi pengunjung. Nah, selimut tebal ini gunanya adalah untuk meletakkan Kizain, jadi ga langsung menyentuh dipan.

4. Air Mineral
Posisi ruang ganti dengan tempat kami duduk lumayan jauh, jadi saya membawa beberapa botol air mineral untuk membilas Kizain selepas mandi. Biar anaknya ga kedinginan duluan pas diajak ganti ke ruangan. Alhamdulillah cara ini ampuh buat saya.

5. Bersikap Tenang
Saat Kizain masuk ke dalam air secara perlahan, air wajahnya dari bingung menjadi takut. Nah, di sinilah peran ayah dan ibu bermain. Berusaha menenangkan anak dengan sikap yang tenang dengan cara tidak ikut panik.

membawa-bayi-berenang-cutdekayi

Saya dan abang berusaha selalu tersenyum dan ceria setiap menatap Kizain. Berusaha menyampaikan bahwa tidak mengapa, nak. Berenang akan membuat tubuhmu kuat.

Selang beberapa detik saja, Kizain menjadi bahagia kembali. Saat kondisi tenang, barulah kami mencoba memakaikan ban renang di leher Kizain. Dan abang tidak mau melepaskan pegangannya dari Kizain.

Sayapun menggerak-gerakkan kaki Kizain agar terbiasa dan terlatih otot-ototnya menjadi kuat. Ya, Kizain, jadilah anak laki-laki yang kuat dan pemberani!

Manfaat Berenang

Emang apa sih manfaat berenang? Ga takut anaknya kedinginan? Atau terlalu dini untuk berenang?

membawa-bayi-berenang-cutdekayi

Berenang adalah salah satu olahraga yang disunnahkan nabi untuk ditekuni, selain berkuda dan memanah. Kenapa? Pasti ada alasannya.

Berenang itu mampu menumbuhkan sifat keberanian di dalam diri bayi. Berenang juga melatih motorik kasar bayi. Bayi akan belajar menggerakkan baik kaki dan tangannya.

Saat berenang, jangan lupa untuk selalu memerhatikan keselamatan dan kenyamanan bayi. Paling banter berenang itu cukup 20 menitan aja. Khawatir anak akan hiportemia, menggigil dan masuk angin.

membawa-bayi-berenang-cutdekayi

Terus, gimana kalo anaknya kedinginan?

Ya, segera balur dengan minyak telon, hangati dengan selimut dan susui. Agar dia merasa nyaman dan tetap merasa terlindungi. Jangan khawatir, insya Allah proses metabolisme tubuh anak menjadi semakin baik kian hari.

Alhamdulillah pengalaman membawa Kizain berenang untuk pertama kalinya lancar jaya. Insya Allah akan menyusul pengalaman-pengalaman berikutnya.

Kamu siap, Kizain?

Banda Aceh, 11 Mei 2016

Tips Ibu

Membiasakan Anak Mandi di Air Dingin

membiasakan anak mandi di air dingin

Ngomong-ngomong soal mandi di air dingin, Kizain sudah saya biasakan sejak usianya menjelang 3 bulan. Banyak pihak yang kurang merespon baik pilihan saya ini, selain takut si anak kedinginan, juga karena anak masih terlalu kecil. Jadi biarlah dia menikmati mandi air hangat di bak mandinya dulu.

Tapi, dengan niat yang kuat dan didasari banyak hal, saya dan abang berusaha keras dan meyakinkan diri untuk mulai membiasakannya. Nunggu air hangat matang itu lumayan waktunya, lho. Kizain keburu ngantuk dan minta menyusu.

Awalnya, bak mandi Kizain sudah kurang bisa menampung kelincahannya saat mandi. Dia sering menendang-nendang kaki membuat cipratan air tergulir di lantai. Antusias dia untuk mandipun sudah sangat girang, tidak seperti di minggu pertamanya lahir, setiap dimandikan, Kizain hampir selalu menangis.

Manfaat Mandi di Air Dingin

Emang apa sih manfaat mandi di air dingin?

Manfaat mandi di air dingin salah duanya adalah proses metabolisme tubuh akan mampu bekerja dengan baik untuk menggantikan panas yang hilang dari tubuhnya. Juga untuk meningkatkan proses kekebalan tubuhnya. Ini baik sekali untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, lebih gampang diajak main air di waktu berikutnya. Mau diajak berenang, main di pantai atau main-main lain yang dasarnya air, anak ga rewel dan sudah terbiasa dengan kondisi yang ada.

Kalo pup juga nih, ga perlu repot-rwpot habis tisu basah banyak-banyak. Tinggal bawa ke kamar mandi trus langsung dieksekusi, deh. Gampang, kan?

Banda Aceh ini suhunya panas, meski sudah pakai AC. Jadi, memandikan Kizain dengan air hangat sebetulnya bukan pilihan yang tepat lagi. Jadi, kami pelan-pelan membiasakan Kizain untuk mandi di air yang bersuhu dingin di dalam kamar mandi.

Gimana sih persiapannya?

  1. Mencari Info

Kami –saya dan abang- berfikir, jika anak mandi di air bersuhu dingin akan membuatnya masuk angin. Pikiran-pikiran lainpun berkecamuk. Membuat kami mencari info baik ke dokter umum, maupun searching di internet. Hasilnya? Tidak masalah. Asal kondisi lingkungan juga mendukung untuk anak mandi di air dingin.

Misalnya, jangan mandikan anak jika kondisi lingkungan juga sedang dingin.

Kalo lagi dingin gimana? Mandikan dengan air hangat saja. Jangan dipaksakan untuk tetap mandi di air dingin, yaa :)

  1. Mengenalkan Suhu Air yang Bertahap

Kizain ga langsung dimandikan begitu saja, tapi melalui tahap pengenalan dulu. Pertama-tama, kami mencoba untuk air hangat, kemudian sedikit dingin hingga dingin seutuhnya. (Air kran pada umumnya.

Kizain cuma nangis sekali, mungkin karena terkejut kali, ya? Tapi Alhamdulillah, berhasil. Keesokannya Kizain sudah familiar dengan kondisi air yang ada di kamar mandi.

  1. Bersikap tenang

Ini penting sekali buat saya pribadi. Saat memandikan Kizain dan mendapati si anak menangis terkejut, saya langsung menyudahi tetap mengajaknya untuk tertawa diselingi kalimat penyemangat.

“Wah, Kizain hebat sekali.”

“Anak Bunda sudah besar, horeee.”

“Iya sayang, ini sudah mau siap, yaaa,”…

dengan muka yang gembira pula. Insya Allah anak akan tenang. Tapi jangan dilama-lamain juga mandinya ya, bu. Saya paling lama sih ga nyampe 5 menit sudah selesai.

  1. Mengajak Peran Serta Ayah

Kami sedang membesarkan anak laki-laki. Dari beberapa sumber yang saya baca, jangan pernah pisahkan Ayah dalam kegiatan mandi anak mereka. Bisa Ayah mandikan sendiri, bisa juga dengan dibantu bunda.

Jadi, di waktu luang, saya mengajak peran serta abang untuk ikut aktif memandikan Kizain. Mulai dan menyabunkan, juga mengajak Kizain tertawa agar aktivitas mandi jadi menyenangkan.

Saat abang memandikan Kizain, saya bisa menyiapkan handuk, baju dan peralatan Kizain lainnya. Lumayan untuk mempersingkat waktu, kan?

Nah, ini cara-cara kami membiasakan anak mandi di air dingin. Alhamdulillah, sekarang Kizain mandinya sehari bisa 2-3 kali, tergantung dari jumlah MPASI, pup, dan sebagainya. Biasanya sih karena emaknya gerah ngeliat anaknya berantakan kali, ya? Hehehe.

Gimana cara emak-emak sekalian? Sharing dong..

Banda Aceh, 10 Mei 2016

@cutdekayi

Tips Ibu

Persiapan Ibu Sebelum Bayi MPASI

persiapan-mpasi

Alhamdulillah, Kizain sudah lulus ASI ekslusif. Dari awal, saya meminta tolong abang untuk menguatkan saya di tengah banyaknya komentar orang untuk ini dan itu. Mulai dari ASI saya yang tidak cukup, anak ga bisa nyusu, anak yang masih lapar, hingga anak dia yang BAIK-BAIK saja meski sudah dikasih pisang sejak dua minggu umur bayinya di dunia.

Saya cukup menjawab dengan senyum setiap komentar yang berdatangan. Eh beneran? Haha. Percaya aja.

Saya panik? Khawatir? Sempat iya, namun tidak lama. Selanjutnya saya kembali mencari referensi sana sini bahwa ASI saya insya Allah cukup.

Dan terbukti, dari berat badan Kizain yang menurut pantauan kartu KMS, ASInya cukup. Kizain lahir 3,4 kg dan sekarang beratnya sudah 8,8 kg. Alhamdulillah. Kizain bobopun nyenyak, ceria bahkan jarang sekali rewel kecuali abis imunisasi 😀

Menyambut MPASInya Kizain, saya sudah mempersiapkan hal-hal sebelum bayi MPASI. Apa aja?

Persiapan Sebelum MPASI

1. Alat Makan Bayi

Saya alhamdulillah dapat kado dari teman isinya feeding set baby, lengkap mulai dari tempat makan, minum, sendok kecil dan garpu. Jadi, saya ga perlu susah-susah hunting ke toko bayi karena godaannya cukup beraattttt kalo harus nangkring di sana.

persiapan-mpasi

Foto saat MPASI, Akhir April 2016

2. Peralatan yang Mendukung Lainnya

Setiap Ibu biasanya punya andalan tersendiri, mulai dari penghangat makanan sampai alat buat ngebejek makanan. Kalo saya sih masih pakai saringan kawat aja buat ngebejek makanan Kizain yang masih sedikit, plus blender. Yang dua ini insya Allah udah bikin tentram kalo ada di rumah. Yang lainnya sih sebagaimana perlunya si Ibu aja.

Kaya high chair, saya belum pakein ke Kizain karena anak saya kalo duduk di sana sering majuin badan ke depan dan dadanya kejepit. Jadi Kizain kurang nyaman.

Jadi, selama MPASI saya minta tolong dia didudukin di badannya abang, atau kalo abang lagi kerja saya dudukkin di depan badan saya lalu kami menghadap cermin, karena Kizain sangat antusias melihat wajahnya di cermin ;’D atau saya juga pernah coba dudukkin Kizain di tumpukan bantal, tapi tetap saya pegang biar anaknya ga merangkak ke mana-mana.

3. Resep

Ini penting bagi emak (tidak) kreatif macam saya. Sejak Kizain berumur 3 bulan saya sudah wara-wiri ke beberapa website tentang resep MPASI 6 bulan. Juga resep dari beberapa foto MPASI anaknya teman yang di share di akun medsos.

Tapi saya ga gitu aja nyonteknya, saya tetap cari referensi karena saya takut anak kurang suka atau MPASInya kurang bergizi. Ya semacam itulah. Tapi alhamdulillah, kekhawatiran saya ga berlanjut.

Jadi, dengan adanya resep, saya jadi ga bingung mau MPASI apa hari ini. Biasanya sih saya siapin sehari sebelumnya. Jadi besoknya ga kejar-kejaran sama waktu tidurnya anak.

4. Sudah Punya Slaber/Celemek?

Saya kurang nyaman kalo anak saya kotor. Padahal berani kotor itu baik, kan? Saya pakein celemek biar bajunya ga kena tumpahan MPASI atau tumpahan air putih.

Sebenarnya ga pake celemek juga bisa, sih. Cuma kasian aja anaknya berbasah-basah ria, apalagi kalo udah mandi hihi.

persiapan MPASI 2

5.Terus Belajar dan Senantiasa Berdoa

Menjadi Ibu bukan soal meniru orang lain. Tapi butuh terus belajar dan cari tau makanan yang bergizi, soal lemak tambahan, ataupun bagaimana jika anak tersedak dan mengalami GTM (gerakan tutup mulut).

Jangan lupa berdoa, biar anak sehat, tetap ceria dan bahagia saat dikenalkan pada makanan tambahan. Jangan lupa juga tuk tetap berikan ASI, kapanpun dia mau.

6. Siapkan Mainan Kesukaannya Jika Anak Sudah Bosan

Ketika proses MPASI dihadang dengan kejenuhan, kita bisa mengajak bayi berbicara. Saya sering memberikan Kizain turtle dan fish sedari umurnya 3 bulan. Dan sekarang ampuh kalo Kizain udah rewel, saya kasih dua mainan itu, dia diam dan makannya lanjut lagi.

Dari sekarang ajak anak berbicara, libatkan dia dalam setiap aktivitas. Seolah-olah MPASI hari ini adalah hasil rundingan kalian berdua malam tadi.

Asik, kan? Hihi. Setiap ibu pasti bahagia banget rasanya menanti hari di mana anaknya akan MPASI. Sayapun begitu.

Mungkin cuma itu aja sih yang saya siapin sebelum Kizain MPASI. Ada tambahan, moms? :)

Banda Aceh, 3 Mei 2016

@cutdekayi