Browsing Category

Kompetisi

Kompetisi

Jangan Baper, 3 Hal Ini Cuma Ada di Sabang

IMG-20171111-WA0033

Berbicara tentang keindahan Sabang dan daya tarik pariwisata, rasanya tak pernah bosan dituturkan. Keanekaragaman fauna yang tersebar di beberapa titik laut Sabang membuat turis ingin menceburkan diri dalam keelokan pesonanya. Belum lagi wisata pantai yang tersebar di hampir semua titik Kota Sabang. Lantas, apa yang membuat Sabang begitu menarik ingin dikunjungi tak terkecuali bagi wisatawan di negeri sendiri?

Continue Reading

Cerita Bunda Kompetisi

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri

Mengenal Diri, Membuat Saya Lebih Percaya Diri cutdekayi.com

Setiap manusia itu unik karena kepercayaan dirinya. Bagaimana mereka tau sisi ‘cantik’ dari dirinya untuk kemudian dikembangkan dan difokuskan. Begitupun di kehidupan perempuan. Tak pelak, banyak sekali perempuan yang mencoba-coba untuk mencari kepercayaan diri dengan cara yang paling dasar, yaitu mengikuti gaya orang lain.

Hari ini, banyak sekali OOTD yang photogenic di instagram, membuat para perempuan ikut-ikutan untuk menunjukkan kepercayaan dirinya. Bagi mereka yang sudah tau titik cantiknya, maka hal ini bukanlah hal yang sulit. Tapi bagi yang baru mencoba, hal ini akan dirasa sangat sulit bahkan untuk sekedar bergaya bak artis papan atas. Lagi-lagi karena mereka belum mengenal diri mereka sendiri untuk kemudian percaya diri tampil di masyarakat.

Ngomong-ngomong soal percaya diri, saya adalah orang yang hidup dengan kepercayaan diri yang cukup namun belum terlalu matang. Saya selalu ingin terlihat sempurna karena sifat perfeksionis yang sudah mendarah daging di dalam pikiran saya. Hal ini terbukti pula saat saya mengisi quiz kepribadian yang digelar oleh Serioxyl beberapa waktu yang lalu. Berikut hasil tesnya:

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri cutdekayi.com

Yap, di sana dikatakan bahwa saya cukup percaya diri, namun saya selalu berharap lebih terhadap ekpektasi. Sementara usaha dan kerja keras saya tidak mampu mencapai ekspektasi yang sudah saya ukir sedemikian rupa di ruang imajinasi.

Krisis Percaya Diri Saat Masih Mahasiswa

Cerita punya cerita, ketika saya masih melajang dahulu, saya selalu tidak percaya diri ketika diminta untuk public speaking di depan khalayak ramai. Jangankan untuk berbicara sebagai moderator atau pembicara, jika disuruh berkoar-koar saat aksi bersama para aktivis kampuspun, saya lebih memilih untuk update akun social media daripada berbicara. Saya akan sangat percaya diri untuk tampil sebagai seorang admin daripada seorang pemimpin aksi. Kenapa? Karena saya punya kelemahan dalam mengucap huruf R dan sayapun kalau berbicara, seringkali intonasinya terlalu cepat karena  ingin menutupi kekurangan itu. Selain itu, saya lebih senang mengolah kata dalam dunia tulis menulis daripada menyatakan kalimat secara langsung. Padahal dalam imajinasi yang menghampiri saya ketika tidur sebelum hari H, saya berandai-andai mampu berbicara hebat dan dikagumi banyak orang. Ekspektasi berbanding terbalik dengan realita, bukan?

Hari ke hari, semakin sering saja muncul tawaran untuk berbicara di depan. Terkadang dosen meminta saya untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan teman-teman. Saya mulai berpikir, bagaimana jika saat seminar proposal skripsi nanti? Bukankah saya juga harus mempertaruhkan hasil penelitian saya? Jangan sampai gara-gara hal sepele saya jadi gagal!

Solusi Krisis Percaya Diri Saat Masih Mahasiswa

Pelan-pelan, saya mulai googling tentang pembicara-pembicara yang bisa sukses meski tidak bisa mengucapkan huruf R. Saya mulai berlatih berbicara secara perlahan di depan kaca. Dan saya mulai memberanikan diri bertanya di dalam setiap forum diskusi untuk menumbuhkan kepercayaan diri saya.

Awalnya gugup, sih. Beberapa kali saya harus bersitegang dengan keegoisan diri saya yang tidak mau mengalah. Tapi keinginan saya untuk berubah menjadi seorang mahasiswa yang berani berbicara ini terlalu besar untuk dienyahkan begitu saja. Untuk meredakan kegugupan, saya coba untuk menulis pertanyaan secara lengkap di buku catatan agar bisa lancar. Dan alhamdulillah, selama 4 bulan saya terus mengulang kegiatan tersebut, perlahan rasa gugup dan takut itu hilang.

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri 1 cutdekayi.com

Setiap kali forum diskusi berlangsung, saya memberanikan diri mengacungkan tangan untuk bertanya. Saya juga sering menawarkan diri menjadi moderator saat forum diskusi kelas dilaksanakan. Saya jadi berani tampil dengan percaya diri. Ketakutan saya akan huruf R yang tidak bisa saya sebutkan dengan jelas dan setiap kalimat yang keluar dari bibir saya, hilang entah ke mana. Prinsip out of the box yang saya dapatkan dari buku Kreatif Sampai Mati-nya Mas Wahyu Aditya sudah berhasil saya terapkan. Kalau biasanya saya nyamannya di belakang layar, kini saya sudah berani menyeimbangkan keduanya. Saya berani tampil sebagai social media admin dan juga tampil public speaking di depan orang ramai.

Timbul Krisis Kepercayaan Diri Baru: Hamil Anak Kedua

Berbeda waktu, berbeda pula permasalahan yang dihadapi. Setelah menikah dan punya anak, saat ini saya yang sedang hamil anak kedua sedang kurang percaya diri terhadap penampilan.  Saya jadi kurang percaya diri untuk tampil saat diundang di berbagai acara karena pipi saya yang semakin tembem dan perut yang semakin buncit. Kalau di kehamilan pertama dulu, saya tak begitu kepikiran karena saya harus bedrest dan kegiatan-kegiatan saya di luar harus saya off-kan selama 9 bulan.

Di kehamilan kedua dan alhamdulillah saya tidak harus bedrest, satu persatu kegiatan datang dan meminta saya untuk hadir secara nyata. Saya jadi gugup dan kurang percaya diri. Belum lagi usia saya yang baru akan menginjak 23 tahun pada April 2017 nanti memaksa saya untuk tetap bersikap sebagaimana teman-teman saya pada umumnya. Hingga saya sadar, i’m a pregnant mommy. Dan saya harus bangga.

Beberapa hal yang bikin saya kurang percaya diri adalah:

1. Jerawat yang mulai muncul selama hamil.

2. Baju-baju yang mulai mengecil (karena bobot tubuh terus membesar).

3. Pipi saya yang mulai tembem.

Rasanya rugi sekali kalau saya harus menyerah untuk absen dari berbagai kegiatan karena krisis kepercayaan diri yang mulai hadir kembali. Padahal dulu saya butuh effort yang lumayan berat saat proses menumbuhkan kepercayaan diri di jenjang mahasiswa. Terlebih ketika tawaran untuk menjadi narasumber di TVRI Aceh datang, dan ini merupakan kesempatan yang langka. Masa saya harus menolak hanya karena tidak percaya diri?

Dan saya mencoba mengenali satu-persatu kelemahan yang membuat saya jadi tidak percaya diri.

1. Dimulai dari munculnya jerawat-jerawat kecil, membuat saya mengenali jenis kulit wajah dan mulai rajin menjaga kelembaban kulit. Saya yang belum terlalu pintar untuk dandan layaknya selebgram, minimal setelah berwudhu dan sholat, atau mulai terasa minyak berlebih di wajah, saya mengaplikasikan tisu minyak, pelembab wajah dan bedak di wajah saya.  Ketiga alat pamungkas itu selalu rajin saya bawa di setiap kegiatan dan Alhamdulillah jerawat-jerawat kecil yang muncul itu tertutupi. 

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri 2 cutdekayi.com

Bye bye jerawat ~

Di rumah, saya jadi lebih sering menjaga wajah dengan cara maskeran madu atau buah. Saya berhenti untuk terus menerus memandangi wajah di cermin dan membandingkan wajah saya dengan wajah orang lain yang juga sedang hamil. Takutnya malah makin depresi kan :p

2. Untuk baju-baju yang mulai mengecil di bagian perut, saya asingkan semua baju-baju itu dan mulai melirik beberapa atasan lebar yang jarang sekali saya sentuh. Juga beberapa gaun/gamis yang jarang sekali saya pakai. Ternyata ketika hamil, baju-baju yang lebar ini jadi lebih nyaman untuk saya pakai. Bahkan di beberapa kesempatan, saya disangka sedang tidak hamil oleh peserta kegiatan. Padahal sudah 8 bulan, lho. :’)

Saya jadi mulai tampil percaya diri dan menerima bahwa diri saya sedang hamil besar. Mungkin orang bisa saja memaklumi, tapi dasarnya memang perempuan yang selalu ingin terlihat fresh meski sedang hamil sekalipun. Hehe.

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri 3 cutdekayi.com

Bumil tetap eksis hadir di acara-acara blogger gathering

3. Untuk jilbab, saya biasanya hanya menggunakan jilbab segiempat kemudian pakai pentul dan sisi kanan kiri dipakaikan bros. Dan ternyata saat kehamilan saya masuk usia 8 bulan, saya ditawari menjadi narasumber di TVRI Aceh. Saya mulai bingung, masa gaya jilbab sehari-hari tetap saya gunakan saat tampil di TV? Ini jarang-jarang, lho.

Begitupun suami, beliau maunya saya terlihat lebih fresh dan percaya diri agar tidak gugup. Namun, bagaimana dengan pipi tembem ini? Hiks.

Salah seorang teman menawari saya untuk menggunakan pashmina instan. Model kerudung yang tidak pernah saya coba sebelumnya. Namun menurut teman saya, pashmina instan yang tidak perlu pentul sana sini dan menutup dada bahkan punggung belakang ini, sangat cocok digunakan oleh pemula pemakai pashmina seperti saya. Saya sempat maju mundur, tapi si teman ini malah sudah mengantarkan barang tersebut ke rumah saya. Mau tak mau akhirnya saya coba dan suamipun mengacungkan jempol.

Saya mematut-matut diri di kaca, apakah penampilan ini cocok untuk saya?

‘Tembemnya ga keliatan banget, kok. Malah kamu cantik pakai pashmina begitu,’ ungkap suami saya ketika melihat saya yang dari tadi sibuk bercermin.

Semakin Mengenali Diri, Semakin Bertambah Kepercayaan Diri 4 cutdekayi.com

Bersama host dan narasumber lain di TVRI Aceh

Dasar perempuan ya, kalau udah dipuji jadi bertambah aja kepercayaan dirinya. Alhasil, pashmina tersebut saya gunakan saat hari H dan alhamdulillah untung saja saya pakai pashmina. Kalau tidak, kebanting banget sama host yang cantiknya masya Allah. Ketika melihat hasil foto dari layar TV yang diambil oleh bunda sayapun, saya jadi merasa cantik dan tidak terbebani lagi dengan pipi tembem ini. Saya jadi pengen mengoleksi pashmina instannya, deh! Hihihi.

Menerima dan Bersyukur

Ternyata, selama ini saya terlalu ingin tampil sempurna namun enggan mencoba dan sulit menerima kondisi tubuh. Padahal ketika saya mencoba, tidak ada yang salah dengan wajah saya dan suamipun oke-oke saja dengan penampilan saya. Dan saya bersyukur diberikan kelemahan, dengan begitu saya jadi memutar otak untuk mencari solusi terbaik dengan usaha dan kerja keras yang maksimal. Bukan malah mendengus dan membiarkan kelemahan itu berlarut-larut.

Seperti pada awalnya saya malu untuk berbicara di depan orang ramai, ternyata bisa saya taklukkan asal berani mencoba keluar dari zona nyaman. Coba pikirkan, bagaimana jika saya membiarkan masalah itu terus terjadi, maka tawaran menjadi narasumber di TVRI Aceh tidak akan berani saya ambil. Saya tidak akan menemukan berbagai pengalaman baru yang menantang, seperti sidang skripsi, contohnya.  

Begitupun ketika hamil, saya menciptakan kepercayaan diri dengan cara menerima dan bersyukur. Dengan munculnya jerawat-jerawat kecil di wajah, saya jadi rajin membersihkan wajah. Saya jadi melirik baju-baju yang sudah lama tidak saya gunakan, juga saya jadi percaya diri untuk tampil menggunakan pashmina.

Alhamdulillah, sekarang tidak ada lagi standar tinggi yang saya tetapkan untuk diri saya. Saya menghargai setiap usaha yang sudah saya lakukan, meski masih perfeksionis namun sekarang saya sudah lebih menerima dan siap untuk melejitkan potensi-potensi lain yang saya miliki. Rugi saja jika saya terus berkutat dengan standar tinggi namun usaha saya tidak begitu memacu saya untuk mencapai keinginan seperti yang saya mau. Iya, kan?

Begitulah kisah percaya diri saya sejak masa mahasiswa hingga sudah menjadi seorang ibu.

Ibu-ibu muda dan teman-teman perempuan lainnya, sharing kisah kepercayaan dirimu, yuk! Mulailah untuk mengenali dirimu sendiri, lalu terima ia dengan kelapangan hati, dengan begitu kamu akan tau solusi untuk melejitkan kepercayaan dirimu.

Salam semangat,

cutdekayi

“post ini diikutsertakan dalam Blog Competition Serioxyl X IHB“

Kompetisi

Kolaborasi Warga dan Pemerintah Pada Pembangunan Kota Banda Aceh

cutdekayi-com-banda-aceh

Beberapa minggu yang lalu, di ujung pulau sumatera ini diselenggarakan Pameran Pembangunan Kota Banda Aceh, tepat di taman Sari atau kini gencar disebut Taman Bustanul Salatin, sebagai salah satu ruang terbuka di Kota Banda Aceh.

Awalnya saya dan suami sempat takjub, karena ternyata banyak rencana program pemerintah kota yang sangat mendukung dan mengubah wajah Banda Aceh untuk beberapa tahun mendatang, yang divisualisasikan melalui poster kreatif, miniatur perencanaan hingga animasi tiga dimensi yang membuat pengunjung dengan mudah menikmati khayalan masa depan Kota Banda Aceh. Namun sejenak kemudian kami mulai fokus memperhatikan tiap konsep yang diusung pemerintah ini.

 

cutdekayi-pembangunan-banda-aceh-2

Perencanaan Gerbang Putroe Phang

 

Sebagian besar pembangunan memang fokus pada sisi pariwisata, seperti pembangunan beberapa landmark baru, yaitu pusat wisata Ulee Lheu, Revitalisasi Taman Bustanus Salatin, dan beberapa lainnya. Selain itu ada pula rencana pembangunan kereta api sub kota yang telah dicantumkan beberapa titik stasiun untuk area di dalam perkotaan dan beberapa rencana program termasuk yang sudah berjalan sekarang, yaitu pembangunan Fly Over Sp. Surabaya, Underpass Beurawe, Jembatan Krueng Cut, jembatan menuju Darussalam dan Pelebaran Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

pembangunan-di-aceh

Di satu sisi gebrakan pemerintah di bidang pembangunan ini memang luar biasa. Namun sebagai warga kota yang merasakan langsung dinamika di dalam perkotaan, hal ini terasa tiba-tiba. Tanpa sosialisasi ataupun mengajak masyarakat untuk turut menyumbang aspirasi, pembangunan pun dimulai tanpa mempertimbangkan situasi. Jalanan utama ditutup, dan jalan alternatif dirasa tidak menguntungkan bagi masyarakat. Bahkan sebagian usaha di sekitar proyek pembangunan mengaku merugi hingga berujung demo.

Maka tidak heran beberapa proyek pun terhambat, seperti lamanya pembebasan lahan. Masyarakat yang kurang mengerti perencanaan pembangunan ini shock dan akhirnya memilih melawan dan tidak menggubris keinginan pemerintah karena merasa bisnisnya terganggu. Seandainya saja perencanaan pembangunan ini sudah diketahui seluruh masyarakat dan menjadi cita-cita bersama, tentu hal-hal tersebut tidak akan terjadi. Bahkan masyarakat akan mendukung sepenuhnya apapun yang berkaitan dengan pembangunan kotanya. Siapa sih yang tidak mau kotanya menjadi bersih dan indah?

Maka melihat betapa megahnya pembangunan kota Banda Aceh untuk masa yang akan datang, saya jadi berpikir dua kali. Karena untuk apa perencanaan pembangunan yang keren dan bernilai artistik tinggi, namun menggadaikan hak masyarakat di sekitar pembangunan. Karena jika hanya mengacu pada peningkatan pariwisata dari segi perkembangan pusat wisata tanpa mempertimbangkan aspek masyarakatnya, maka saya khawatir pembangunan ini malah akan menghancurkan tatanan kemasyarakatan warga kota, khususnya di kota Banda Aceh.

Jadi kalau bisa ditarik garis, permasalahannya ada dikomunikasi antara pemerintah dan warganya, benar kan?

Baru-baru ini saja, pemerintah sudah mulai familiar dengan sosial media, yang sebagian besar di akses oleh warga kota Banda Aceh baik di tempat kerja, sekolah maupun di warung kopi yang menjadi tempat populer ber-wifi ria. Namun, ketika mendatangi akun-akun pemerintah yang menangani kehumasan dan komunikasi ke masyarakat, masih saja kaku dan terlalu lama menunggu respon mereka, bahkan ada yang tidak ada jawaban sama sekali. Sosial media hanya sebatas untuk parking name saja agar klop jika dimuat di beberapa baliho atau brosur. Seharusnya sosial media harus jadi garda terdepan untuk publikasi, sosialisasi dan mengedukasi warga kota di era internet seperti ini.

Namun begitu, saya juga bersyukur karena ada acara seperti Pameran Pembangunan yang digelar pada Oktober 2016 lalu. Setidaknya masyarakat yang berkunjung bisa juga mengerti dan mengetahui tentang mimpi-mimpi para pemerintah kota untuk menjadikan kota Banda Aceh menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Walaupun bisa kita bandingkan dari segi efisiensi dan target massa yang dicapai antara penyelenggaraan event sekelas Pameran Pembangunan ini dan optimalisasi sosial media yang bisa dinikmati hingga di belahan bumi manapun yang memiliki akses internet.

cutdekayi-ramainya-masyarakat-di-pameran-pembangunan

Warga kota memadati acara Pameran Pembangunan di Taman Sari (Bustanul Salatin)

Jujur saja, saya sangat mengapresiasi desain-desain poster dan animasi tiga dimensi yang dipajang waktu itu, bahkan sempat terpikir, kok tidak pernah lihat ya ini di sosial media. Apa memang ini tidak boleh dishare di internet? Atau memang dikejar siap khusus untuk acara ini? Tapi serius, keren. Desainnya tidak kaku dan baku.

Harapannya ya semoga saja pembangunan Banda Aceh bisa seperti yang ditampilkan di Pameran Pembangunan ini, dan para pemangku kebijakan bisa belajar banyak dari kendala-kendala di proyek-proyek yang telah berjalan ini agar tidak ada lagi masalah yang menghambat pembangunan kota kita tercinta kita.

Dan yang paling penting, warga kota tetap harus diajak untuk segala kebijakan yang ingin diambil pemerintah kota. Walaupun bukan menjadi eksekutor akhir, setidaknya didengar saja pendapatnya sudah sangat berarti ataupun dibuat sidang terbuka terkait perencanaan pembangunan kota Banda Aceh sehingga bisa dilihat seluruh warga kota. Atau bisa saja kedepan ada startup yang menyediakan layanan untuk mengakomodir para warga kota untuk menyuarakan aspirasinya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah melalui aplikasi, baik di sektor pembangunan maupun hal lainnya yang berkaitan dengan kelangsungan hidup warga kota dan kotanya sendiri tentunya.

Walaupun tidak secara nyata ikut bergabung, setidaknya di dunia digital, masyarakat akan punya rasa memiliki yang tinggi terhadap pembangunan kota, bahkan tidak tertutup kemungkinan loyalitasnya pun akan meningkat. Dan ini tentu saja menjadi kekuatan lebih bagi kota Banda Aceh untuk bisa unggul dari kota-kota lain Indonesia. Karena warga kotanya ikut berpikir, mendukung dan menyukseskan segala program pemerintah untuk Kota Banda Aceh. Karena pemerintah yang meringankan beban tanggung jawabnya dengan berbagi pendapat bersama warganya. Wah, kan pasti menarik kalau memang bisa begini!

Semoga melalui tulisan ini, saya bisa turut serta membantu membuka wawasan teman-teman pembaca semua. Terutama jika yang membaca adalah dari kalangan pemerintah kota Banda Aceh, para ibu rumah tangga yang mendidik generasi masa depan, maupun warga kota Banda Aceh di manapun berada yang siap mendukung pemerintah untuk menjadikan kota Banda Aceh menjadi lebih baik. Amin.

Atau kamu punya pendapat lain soal pembangunan di Kota Banda Aceh? Diskusi yuk!

– cutdekayi –

cutdekayi-pembangunan-di-banda-aceh

Selfie bersama Suami dan Kizain tercinta

Sumber Informasi:

1. http://pikiranmerdeka.co/2016/09/10/pedagang-simpang-surabaya-rugi-miliaran-rupiah-ketiban-lara-proyek-fly-over/

2. http://www.lintasnasional.com/2016/09/02/gafur-sampaikan-aspirasi-pelaku-usaha-walikota-menjawab-gak-sanggup-pikir-dan-pergi/

3. http://www.bandaacehkota.go.id/berita/1945/pemko-gelar-pameran-pembangunan-dan-piasan-seni.html

4. http://aceh.tribunnews.com/2015/12/27/aceh-harus-fokus-pada-infrastruktur

Kompetisi

Milna: Solusi MPASI Bergizi Bagi Si Kecil

feteuredimgae

feteuredimgae

Bayangan seputar bagaimana nantinya jika Kizain telah mulai MPASI terus menerus membuat saya pusing sendiri. Selain menyiapkan makanan untuk si Ayah setiap hari, kini saya juga harus menyiapkan makanan ringan maupu berat bagi Kizain yang sudah mulai tau makanan. Siapapun yang sedang makan langsung saja didatanginya dengan muka penuh pengharapan. Padahal makanan yang dimakan Ayah atau Bundanya gak semua bisa langsung dimakan Kizain. Belum lagi soal gizi. Neneknya Kizain hampir selalu menanyakan perkembangan berat badan Kizain dari bulan ke bulan.

Sedikit agak repot juga ketika kami pergi makan di luar, seperti makan bakso. Kizain terpaksa harus berliuran melihat ayah dan bundanya melahap bakso bulat berkuah nikmat. Saya sendiri prihatin  akan hal itu sehingga aksi makan bakso pun tidak senikmat biasanya. Dialihkan dengan mainanpun, Kizain tak bergeming. Ia tetap pada pendirian untuk ikut merasakan apa yang ayah dan bunda santap.

Selepas tragedi bakso itu, saya dan suami sepakat untuk menyediakan cemilan Kizain ketika kami memutuskan untuk makan di luar apapun menunya. Pencarian cemilan Kizain kami awali dengan perdebatan sengit di Supermarket. Si Ayah beranggapan kalau biskuit coklat dengan berbagai merk yang ada di sana bisa dimakan Kizain, sementara saya kekeuh kalau Kizain harus makan biskuit yang khusus bayi dan jangan dulu diberi biskuit orang dewasa. Dengan segala pertimbangan, Ayahpun menuruti pemikiran saya. Akhirnya, setelah memilah jenis biskuit, merk, kelebihan dan perbandingan harga, pilihan kami jatuh kepada biskuit bayi Milna.

lion first

Belum jauh dari rak makanan bayi, seorang mbak-mbak berpakaian Kalbe Nutritionals menghampiri saya. Beliau bertanya usia Kizain. Ketika saya menyebutkan usianya, Mbak tersebut memberikan saya 1 sachet Bubur Bayi Milna untuk dicoba di rumah. “Kalo anaknya suka, bisa beli yang isi kotaknya ya Ibu.” Dan beberapa bulan setelah itu, karena Kizain senang dengan buburnya, kami pun membeli Bubur Bayi Milna 1 kotak yang ukuran 120g sebagai makanan siap sedia untuk Kizain.

Jangan Abaikan MPASI

Banyak dari kita yang belum teredukasi dengan baik akan pentingnya MPASI bagi si Kecil. Pilihan makanan yang diperkenalkan harus tepat sesuai usia sebagai penunjang gizi bayi agar tidak terjadi gizi buruk yang sudah mendarah daging di Indonesia. Sebagaimana Dr. Attila Dewanti, SpA(K), Pakar Kesehatan Bayi dan Anak menjelaskan, “Masalah perawakan pendek (stunting), tidak berhenti di tinggi badan Si Kecil. Dalam jangka pendek, kekurangan zat besi dan asam amino berdampak terhadap tumbuh kembang, daya tahan tubuh dan fungsi kognitif. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, dalam jangka panjang, kekurangan zat besi yodium, zinc dan vitamin A, bisa mengakibatkan terjadinya penurunan IQ dan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis,”

Milna, Solusi Mpasi bergizi - cutdekayi 2

Disambung pula oleh Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna yang juga menegaskan bahwa, “Nutrisi yang cukup selama periode emas atau 1000 Hari Pertama Pertumbuhan Si Kecil, berperan penting dalam mengantisipasi dampak dari masalah gizi kompleks. Karena pada periode emas, otak, otot dan tulang rangka berkembang pesat dan ketika Si Kecil genap berusia 2 tahun, perkembangan otaknya sudah sama dengan 80% otak orang dewasa”.

Pemberian MPASI terbaik adalah setelah bayi berusia 6 bulan, yakni lulus ASI Ekslusif. Dari usia 0-6 bulan, nutrisi bayi kita cukup hanya dengan ASI saja. Namun, beda kiranya ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan. Bayi memerlukan nutrisi tambahan dalam aktivitas sehari-hari. Baik sebagai pembentukan otaknya, kalsiumnya, kecerdasan kognitif danperkembangan prilaku. Kita hari ini dituntut menjadi Ayah dan Bunda yang cerdas untuk menghadirkan makanan bergizi bagi si kecil. Karena kekhawatiran ini, Milna Bubur Bayi Organik hadir sebagai MPASI yang tepat untuk bayi-bayi kita, untuk Kizain saya tercinta juga pastinya.

Kenapa Memilih Milna?

Sebenarnya, alasan memilih produk Milna yang merupakan brand dari Kalbe Nutritionals selain karena pilihan rasa dan jenisnya banyak, juga setelah saya googling, produk Milna menawarkan banyak keunggulan dibandingkan produk sejenis lainnya.

Milna Bubur Organik Beras Merah dan Kacang Hijau

Pada Bubur Bayi Milna Organik, saya mengutip pernyataan Christofer Samuel Lesmana yang merupakan Brand Manager Milna, bahwa Milna Bubur Bayi Organik mengandung 95% bahan organik berkualitas dan sudah tersertifikasi resmi. Bubur Bayi Milna tersedia dalam dua varian rasa yaitu Beras Merah dan Kacang Hijau, yang sangat cocok untuk suapan pertama si Kecil sebagai awal pengenalan tesktur dan rasa.

Kizain yang pertama kali merasakan Bubur Bayi Milna Organik, tidak kaku dan terkejut karena rasa buburnya cocok di lidah Kizain. Ia menyantap dengan lahap bahkan beberapa kali tambah. Penyajiannya pun sangat praktis dan ini menjadi keuntungan tersendiri bagi saya dan siami yang memang sering mendadak dangdut kalau mau wisata kuliner. Bubur Kizain yang tersaji dalam bentuk bubuk, cukup dituang air hangat (suam-suam kuku) langsung dapat dimakan bayi. Dan untungnya lagi, bubur bayi yang belum tercampur air bisa disimpan di mealboxnya. Tak perlu takut basi apalagi tidak hangat. Begitu sampai di tempat tujuan, Kizain bisa ikut makan bersama tanpa perlu dialih-alihkan dengan pemandangan ataupun mainan mobil-mobilan.

Milna, Solusi Mpasi bergizi - cutdekayi 1

Saya juga semakin yakin menggunakan produk Milna karena membaca pendapat Dr. Attila Dewanti, SpA(K) yang merupakan pakar kesehatan bayi dan anak tentang pilihan akan Bubur Bayi Organik. “Bahan pangan organik diproses secara alami dan sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya.” Milna yang berasal dari bahan organik tentu menjadi pilihan tepat bagi saya yang memang sering takut soal asupan gizi Kizain di tengah aktivitas saya sebagai mahasiswi akhir di sebuah universitas.

Terus bagaimana dengan Biskuit Bayi Milna?

Kizain yang giginya tumbuh sejak usia 4 bulan, membuat saya menjadi lebih ekstra untuk menstimulus pertumbuhan gigi susunya. Kemana-mana Kizain maunya gigit ini dan itu. Kadang-kadang lengan atau pipi saya yang digigit. Ayahnya yang paling sering jadi korban gigitan. Di wajah, di lengan, hingga di kaki. Ya gimana gak digigit sama Kizain,  Ayah sering suka gangguin Kizain karena geram, sih. Sabar ya naak. 😀

milna firtsbite

Memberikan Biskuit Bayi Milna kepada Kizain tidak terlalu sulit. Alhamdulillah Kizain mampu menggigit baik ketika saya yang menyodorkan biskuit ke mulutnya, maupun ketika dia sedang berlatih BLW. Ya, biskuit bayi milna sangat cocok dijadikan bahan pengenalan BLW bagi bayi-bayi kita.

Terlihat dari luar, biskuitnya memang tebal. Namun coba digigit, Bu. Biskuit bayi milna ternyata renyah dan mudah lunak ketika dimasukkan ke dalam mulut.  Tekstur di dalamnya tidak terlalu padat sehingga gampang digigit bayi. Kizain juga ketika akan tumbuh gigi berikut-berikutnya, saya berikan biskuit bayi milna agar tak terlalu terasa gatal di gusi yang akan tumbuh gigi.

Logo Milna 1st Bite Day Final

Membiarkan Kizain melahap Biskuit Bayi Milna, sebenarnya juga merupakan salah satu aksi kami terhadap kampanye MILNA 1ST BITE DAY – Momen Makan Pertama Si Kecil. Aksi gigit-menggigit Kizain yang sedang dalam proses tumbuh gigi dapat didukung dengan memberikan biskuit yang sehat dan enak tentunya. Jangan takut soal varian rasa karena Biskuit Bayi Milna kaya akan pilihan. Ada rasa beras merah, jeruk, kacang hijau, pisang dan original. Kizain lebih suka yang original dan jeruk.

packup

Selain digigit, biskuit bayi milna juga bisa disajikan seperti bubur, yakni cukup campurkan biskuit dengan air hangat. Aduk-aduk, jadi deh buburnya. Sajian seperti ini biasa saya berikan ke Kizain saat ia tengah kurang nafsu makan atau sedang asyik bermain dan tidak fokus dengan makanan. Asyik, ya? Sekarang tak perlu repot hingga pusing 7 keliling untuk memikirkan varian makan bayi dan gizi yang terkandung bisa mencukupi anak. Karena semua pemikiran ibu sudah tercover lengkap dan apik hanya di  produk Milna.

Dan pernyataan ini membuat rasa yakin saya akan produk Milna sempurna untuk menunjang tumbuh kembang Kizain sebagai bayi yang cerdas dan ceria, “Harapannya, edukasi kampanye MILNA 1ST BITE DAY dalam pemberian MP-ASI yang tepat, guna memenuhi zat gizi spesifik yang dibutuhkan Si Kecil untuk berkembang secara optimal baik dari segi fisik ataupun kognitif, bisa berperan dalam mengatasi masalah gizi kompleks yang ada dan mewujudkan Indonesia sehat menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby – Kalbe Nutritionals. Semoga saja ya bu, semoga semakin banyak Ayah dan Bunda yang semakin paham akan pentingnya MPASI bergizi untuk buah hati mereka.

Silakan, bagi yang ingin kepo, melemparkan pertanyaan yang masih dirasa galau dan mengetahui produk Milna lebih detail bisa kunjungi web Milna di www.bayimilna.com, atau melalui sosial medianya Facebook: MilnaID, Twitter: @BundaMilna, dan Instagram: @milnaid.

Tumbuhlah sehat bayi-bayi cerdas Ayah dan Bunda.

Kompetisi

Pegadaian: Sahabat Kita Semua

gadai-emas-pegadaian

Lumrah diketahui oleh sebagian orang bahwa menikah di Aceh membutuhkan modal yang besar, terutama masalah permintaan mahar yang tinggi.  Jika disikapi dengan bijak, permintaan mahar yang tinggi oleh orangtua perempuan pada adat menikah di Aceh bukanlah momok yang menakutkan. Sebab nantinya setelah menikah, mahar itu dapat  dijadikan modal untuk menyokong  rumah tangga pada awal-awal pernikahan. Sehingga sesusah apapun kondisi keuangan suami, diharapkan mahar yang telah diberi ke si istri mampu mengokohkan kembali ekonomi yang goyah. Dari sinilah perempuan Aceh mengenal pegadaian.

gadai-emas-pegadaian

Saya mengenal pegadaian sudah sejak sebelum menikah. Bunda sering mengajak saya ikut serta ke pegadaian baik saat Ramadan menjelang maupun saat akhir bulan tiba. Dulu, saya belum mengerti tujuan bunda ke pegadaian itu apa. Yang saya tau, cincin di jari manis bunda sudah bertukar dengan uang sekian juta.

Makin ke sini, saya makin tau fungsi pegadaian yakni sebagai tempat gadai emas. Pikiran lain mendatangi, daripada digadai bukankah lebih baik kalau dijual saja? Pasti harga jualnya lebih tinggi dari hari beli pertama, terutama jika harga emas memang naik. Dan pikiran itu dibantah oleh Bunda. Karena menurut bunda, kalau emas sudah dijual, kita tidak punya investasi lagi. Entah kapan kita mampu untuk membeli emas, sementara siklus kebutuhan hidup belum tentu stabil. Jika emas digadai, minimal gaji bulanan akan kita sisihkan untuk mengambil kembali emas yang sudah digadai sebelum jatuh tempo. Ada perasaan tanggung jawab untuk mengambilnya kembali dan itu menjadi motivasi terbesar untuk tetap memiliki emas.

Pengalaman Pertama Gadai Emas di Pegadaian

Hingga beberapa waktu lalu setelah menikah, saya yang juga memiliki perhiasan dalam bentuk emas juga dihadapkan dalam dua pilihan. Jual atau gadai. Saat itu keadaan mengharuskan saya untuk memilih salah satunya, untuk menunjang kehidupan kami dan bisnis suami.

“Kalau kita jual, nanti waktu beli cincin baru, bisa jadi beda dengan yang adek pakai sekarang. Walaupun bentuk, berat dan ukiran Ayi-Aslan di bawah cincin itu masih bisa disamakan, namun tetap aja pasti beda. Jangan dijual deh.” Kata suami dengan berat hati ketika saya menyodorkan cincin pernikahan kami.

Akhirnya, setelah berdiskusi satu sama lain dan juga berdasarkan pengalaman dari Bunda, sayapun meminta suami untuk menggadai saja cincin emas kami ini. Dan sejurus kemudian, kami pun mendatangi kantor pegadaian syariah terdekat.

Tidak perlu waktu yang lama dengan syarat selembar kartu identitas (KTP/SIM), cincin emas kami langsung bertukar dengan uang sekian juta rupiah yang telah dihitung sesuai harga emas saat itu. Nantinya, kami hanya perlu menebusnya tanpa perlu takut harga emas akan naik. Sebanyak apa uang yang kita terima, sebanyak itulah yang akan kita bayar, ditambah biaya ujrah (upah/gaji) persepuluh hari sebelum tanggal jatuh tempo, yang memang tidak memberatkan kita sebagai Rahin (nasabah).

cutdekayi 5

Pegadaian yang kami datangi adalah pegadaian syariah yang memang menerapkan sistem syariah bebas riba dan tentu saja menentramkan. Beberapa istilah yang saya sebutkan sebelumnya, yang awalnya juga saya kurang paham arti dari istilah-istilah tersebut, langsung mengerti ketika pertama kali menggadai emas. Petugas di pegadaian dengan ramah dan sabar menjelaskan bagaimana mekanisme gadai emas, tentang berapa uang yang kami terima, berapa dan kapan kami harus membayar uangnya kembali, dan beberapa keterangan lain yang tercantum di lembaran bukti pegadaian. Saya juga diberi tahu bagaimana mekanisme penebusan emas kembali, yakni dengan cara mengirim sms ke nomor yang telah disediakan sehari sebelum hari penebusan. Sebab kantor yang kami datangi adalah kantor cabang ups batoh, dan emas yang digadai tidak berada di sana. Petugas harus mengambil dahulu emas yang ingin ditebus di kantor cabang pusat di daerah Blang Padang. Jadi, semua barang kita di simpan dengan baik dan insyaAllah tidak akan hilang.

Menang Undian Kemilau Emas Pegadaian

Sejak saat itu, pegadaian menjadi teman gundah gulana. Setiap kami membutuhkan uang mendadak, kami hanya perlu menggadai emas ke pegadaian. Sekarang telah beberapa kali kami melakukan tranksaksi di pegadaian, apalagi Bunda yang memang paling sering dan paling banyak emasnya daripada kami hehe. Bahkan, karena seringnya bunda menggadai emas, bunda sering mendapatkan hadiah undian dari Kantor Pegadaian. Pertama sekali tahun lalu, bunda di telepon karena terpilih mendapatkan paket sembako berupa minyak goreng dan lainnya. Beberapa bulan yang lalu juga Alhamdulillah bunda mendapatkan emas murni seberat 5 gram karena juga terpilih di undian Pegadaian. Dan tebak sekarang emas seberat 5 gram itu ada di mana? Ya, tepat. Digadai di pegadaian.

gadai-emas-pegadaian

logam mulia bunda

Awalnya saat diberitahu bahwa bunda mendapatkan emas murni, bunda bingung. Bunda bertanya-tanya mengapa bisa dapat hadiah emas. Dan kebingungan bunda terjawab saat hadiah diberikan di kantor pegadaian pusat. Bunda memenangkan 5 gram emas yaitu karena poin bunda dalam program Kemilau Emas Pegadaian sudah mencukupi. Darimana poin didapatkan? Poin tersebut didapatkan dari seringnya bunda melakukan tranksaksi gadai emas di pegadaian.

Dulu, setiap masuk sms dari pegadaian tentang poin yang sudah dikumpulkan, saya dan bunda hanya menganggap angin lalu. Ternyata poin itulah yang membawa bunda mendapatkan emas seberat 5 gram. Alhamdulillah.

cutdekayi

Mengenal Sahabat Pegadaian

Selain poin dari program Kemilau Emas Pegadaian, kini hadir sahabat pegadaian. Karena seringnya bertranksaksi di pegadaian, aplikasi ini menjadi wajib untuk saya miliki. Aplikasi Sahabat Pegadaian adalah aplikasi promosi customer get customer bagi nasabah yang berhasil mengajak saudara, kerabat maupun teman untuk bertranksaksi di pegadaian akan mendapatkan poin. Alhamdulillah aplikasi ini hadir sejak saya sudah mengenal pegadaian. Kalau bunda dulu menerapkan Sahabat Pegadaian kepada saya, mungkin bunda juga akan mendapatkan poin.

cutdekayi 1

cutdekayi 2

Jadi, pegadaian bukan tempat yang seram yang akan membuat luka baru di atas luka lama. Pegadaian hari ini membantu sekali bukan hanya untuk kaum wanita saja, namun juga kaum pria. Modal bisnis, nabung emas untuk mahar menikah hingga ke gadai emas, semua bisa dilakukan dengan waktu tak lebih dari 15 menit. Pegadaian tak membuat kita malu setelah kita keluar dari pintu kantornya. Melainkan sumringah, cerah, merekah bak bunga mawar merah yang indah. Ya, karena pegadaian adalah sahabat bagi saya dan kita semua.

Banda Aceh, 15 Juni 2016