pernikahan

Bersenda Gurau = Bernilai Pahala

pernikahan adat aceh

SENDA gurau itu bagaikan bumbu dapur. Jangan kebanyakan. Dan jangan juga terlalu sedikit. Secukupnya saja, minimal tawanya mampu meredakan gundah :)

Siapa yang tahan jika setiap hari pasangan halal kita terus menerus memasang muka jutek, serius dan enggan tersenyum? Membuat hati jadi cenat-cenut dan timbul su’udzon kepada mereka masing-masing.
Belum lagi jika istri memasak masakan yang sedikit asin, beranglah suami kepada istri dan menimbulkan masalah-masalah baru yang seharusnya bisa diselesaikan dengan lembut, bersenda gurau sewajarnya. Inilah salah satu keindahan dalam pernikahan, adalah bersenda gurau yang bernilai pahala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ, وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِيْ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku (istriku).”
Termasuk akhlak Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau sangat baik hubungannya dengan para istrinya. Wajahnya senantiasa berseri-seri, suka bersenda gurau dan bercumbu rayu dengan istri, bersikap lembut terhadap mereka dan melapangkan mereka dalam hal nafkah serta tertawa bersama istri-istrinya. Sampai-sampai, beliau pernah mengajak ‘Aisyah Ummul Mukminin berlomba, untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang beliau terhadapnya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/477)
Selain itu pula dari ‘Atha’ ibnu Rabbah ra ; “Aku melihat Jabir ibnu Abdullah dan Jabir ibnu ‘Umair Al-Anshari sedang bergurau dengan berlempar-lemparan. Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya, “Aku pernah mendengar Rasulullah S.a.w bersabda; Setiap orang yang melakukan sesuatu yang tidak ada zikir kepada Allah di dalamnya dinilai sebagai orang yang bermain-main dan melakukan kesia-siaan, kecuali empat orang, yaitu suami-isteri yang bersenda-gurau, seseorang yang menjaga kudanya (atau kendaraan yang digunakan untuk berjihad atau berbuat kebajikan), seseorang yang berjalan di antara dua tujuan, dan seseorang yang mengajar berenang (olahraga untuk kesehatan tubuh).”  [HR An-Nasa’i]
Lantas, masih mau berjutek-jutekan dengan pasangan halal kita, jika bersenda gurau saja bernilai pahala?
.
Yuk bersenda gurau dengan pasangan ala Rasulullah saw, yakni :
Rasululah SAW pernah ditanya “Wahai, Rasullullah! Apakah Engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Rasulullah SAW menjawab, “Benar. Hanya saja saya selalu berkata benar.” (HR Ahmad)
jangan ghibah,  dan
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”(QS al- Hujuraat :11).

 

 Banda Aceh, 261214

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply
    Isni wardaton
    27 December 2014 at 11:24

    Ayiiii, >"<
    Mati kata kita dibuatnya

  • Reply
    Azhar Ilyas
    28 December 2014 at 10:27

    Viwwid … Hehe …

    Ckckck. Kalah ni 182 artikel saya di tahun INI. :-) :-)

  • Reply
    Sri Luhur Syastari
    6 January 2015 at 00:11

    Waaaa itu masih bisa berkata-kata :-)

  • Reply
    Sri Luhur Syastari
    6 January 2015 at 00:11

    Tak bole lah macam tu, kami ni masih anak bawang.

  • Leave a Reply