pregnancy

Abang, Aku Ditendang!

“Abang, tadi ada yang tendang adek,”
“Masa? Memangnya sekarang udah mulai terasa gerakannya ya? Coba sini abang juga pengen rasain.”
“Sini deh.” Kutarik tangannya, kuletakkan di perutku. Sekejap berlalu, hingga beberapa detik kemudian ada sesuatu yang bergerak lagi di perutku.
Flop..Flop
“Nah, kan?” Kupasang wajah tersenyum bahagia.
“Itu adek bayinya, sayang?”
“Iyaaaaaaa, abang.”

***
Beberapa minggu setelah menikah, test pack tak pernah tak ada di rumah. Setiap urinasi pagi, aku selalu ngecek dan keluar toilet sambil geleng-geleng kepala. Abang cuma tersenyum dan berkata, “Mungkin bulan depan.”

Kerjaanku setiap hari selalu menyoret-nyoret tanggal yang telah berlalu dan mengecek kapan haidku akan datang. Karena aku berharap ia telat hadir. Dan itu terjadi namun tidak lama, seminggu kemudian aku mentruasi lagi. Abang tetap tenang dan aku terus mencaari info bagaimana sih tanda-tanda hamil.

Ketika bulan Januari tiba, aku tak lagi mengecek urinasi pagi. Test pack pun bersisa 1 lagi. Aku tak pernah menghitung tanggal kapan aku dinyatakan telat datang bulan. Tetap kujalani hari-hari dengan riang bersama suami tersayang. Aku mempelajari gerak-gerik suamiku, termasuk kapan ia lapar dan mengapa ia cuek. Dua bulan pun berlalu.

Pagi ini aku bangun dengan lunglai dan tak bertenaga. Biasanya aku langsung melompat dari tempat tidur, kini ingin duduk di pinggir kasur pun aku harus melakukannya dengan perlahan.
“Lesu amat, dek? Sakit?.” Tanya abang yang sudah duduk anteng di depan laptopnya, padahal masih pagi buta.
“Nggak tau, sayang. Mungkin karena semalam ngga minum susu kali, ya.”
Aku beranjak ke kamar mandi. Mata yang masih kriyep-kriyep dan belum sadar seutuhnya, kusambar testpack yang tersisa di lemari. Aku iseng pengen ngecek.

***
Abang segera membawaku ke dokter hari itu juga. Bundaku menyarankan untuk ke praktek dokter obgynnya langganannya. Aku pun mengiyakan.
Setibanya di sana, aku di USG.
“Nah, itu ada tuh. Ini masih embrio ya. Masih hitungan minggu, emm.. 5 minggu.”
Aku mengerjapkan mata tak percaya dan suamiku sumringah di samping layar USG.
“Akan saya kasih vitamin dan obat mual. Istirahat yang cukup, makan apa yang mau ya. Bismillah, insya Allah sehat. Jangan berfikir yang macam-macam, fokus dengan kesehatan diri dan janin ya.”

Alhamdulillah wasyukurillah. Ya Allah, izinkan kami menjaga amanahmu dengan semampu kami. Izinkan kami menjadi orangtua yang shalih/ah. Rabbi habli minashalihin.

Anakku sayang, setiap gerakanmu menjadi pengobat dari kelelahan yang bunda alami setiap harinya. Setiap tendanganmu menjadi penguat rasa cinta bunda. Begitupun ayah, setiap kali pulang kerja selalu mengajakmu berbicara, dan kau balas dengan gerakan, ayah semakin semangat bekerjanya. Semoga kau tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, qurrota ayun. Aamiin ya Rabb..

Insya Allah ya nak..

You Might Also Like

4 Comments

  • Reply
    odessa alanza
    21 July 2015 at 14:08

    Awalnya emang kk ayi punya berapa test pack? hehe

  • Reply
    Sri Luhur Syastari
    23 July 2015 at 07:28

    Gatau, ga hitung 😀

  • Reply
    Aula Andika Fikrullah Albalad
    28 July 2015 at 05:55

    Semoga berkah menghiasi keluarga kecil kalian ya Ayi. Salam untuk Aslan

  • Reply
    Sri Luhur Syastari
    28 July 2015 at 17:37

    Aamiin, thankyou raja baca. Salam disampaikan yaa

  • Leave a Reply