Kompetisi

So Good Cerdik: Nugget dan Dongeng Untuk Kizain

SO GOOD CERDIK NUGGET DAN DONGENG UNTUK KIZAIN

Saat memutuskan menikah muda, saya bukan hanya belajar makna pernikahan, namun saya juga belajar banyak soal parenting. Karena saya sadar, mendidik anak di era milenial ini banyak sekali ujiannya. Ujian yang paling nyata adalah pengaruh gawai, yang sudah terpapar dari sejak janin berada di dalam rahim.

Tiga bulan setelah pernikahan, saya dinyatakan hamil oleh test pack dan dibenarkan oleh obgyn. Rasa syukur saya dan suami patrikan dengan terus berbenah diri menjadi orangtua. Kami membaca banyak buku parenting, salah satunya adalah Prophetic Parenting, bagaimana Rasulullah Muhammad mendidik anaknya pada zaman itu.

Salah satu karakter pendidik sukses yang tertulis dalam buku adalah selingan dalam memberi nasihat. Dan adalah hal yang lumrah jika para orangtua melulu berbicara soal nasihat dan nasihat, sebagai punggawa dalam kehidupan. Namun ternyata, terlalu banyak nasihatpun akan dimentalkan keluar oleh anak sebab yang ia dengar setiap hari lagi dan lagi soal nasihat, yang kadang iapun belum tentu membutuhkannya.

Dalam masa golden age anak (fase emas, dimana otak anak sedang berkembang dengan cepat dalam pertumbuhannya), orangtua dituntut untuk memberikan hal-hal yang baik tanpa mudah marah. Orangtua sepatutnya mengenal karakter anak sedini mungkin dengan hati yang penyayang, lembut dan tidak kasar. Itulah PR kita, sebagai orangtua.

Kapan Boleh Mengenalkan Gawai Pada Anak?

Harus kita sadari bahwa anak-anak kita di jaman sekarang sudah sangat familiar dengan gawai dari sejak di dalam janin. Dan kelirunya saya adalah, saya mengenalkan Kizain gawai di waktu yang tidak tepat dengan cara yang tidak tepat.

Kizain kecil yang baru berusia 14 bulan dan dalam kondisi saya yang sedang hamil adiknya Kizain, serta merta saya izinkan mengakses tontonan mobil berbasis youtube tanpa saya dampingi. Kizain memang sangat suka mobil, dan tontonan yang ia maupun hanya mobil. Ia mulai pandai mengganti channel jika membosankan. Dan tau kan kalau animasi mobil itu jaraaaaang sekali berbicara? Sayapun luput mengajaknya berbicara, terlebih ketika adiknya lahir di usianya tepat 15 bulan.

Anak adalah harapan bangsa

Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kitalah yang menjadikan fitrah itu berbuah kebaikan atau melenceng dari fitrah.

Kizain mulai marah jika youtube-nya buffering, mulai cranky saat dikeramaian, mulai marah-marah ga jelas. Ternyata setelah saya cari tau lebih lanjut, itu adalah tanda-tanda bahwa anak sudah kecanduan screen time. Ia mulai merasa nyaman dengan gawai.

Khawatir? Iya dong! Hal yang saya sesali berikutnya adalah gawai itu sebaiknya tidak diberikan saat anak di bawah dua tahun, saat ia masih belajar bicara malah kami bungkam dengan kehadiran tontonan mobil. Kondisi Kizain yang belum tau banyak kosakata kami sadari saat Kizain berusia 18 bulan. Hari itu juga kami mulai mengurangi menonton youtube kepada Kizain. Di 20 bulan usianya, Kizain mulai lancar mengucapkan kosa kata dan sering kami ajak berbicara, ajak berdiskusi dan mengajaknya terjun langsung beraktivitas. Sekali dua kali berhasil, selanjutnya, gagal lagi. Sebab mengurus dua bayi dalam satu waktu itu sangaatttt butuh pengertian, hehehe.

Menyesal bukan solusi, cari jalan keluar agar kehadiran anak menjadi berarti

Puasa Gawai

Yang bikin belum bisa konsisten adalah puasa gawai. Kondisi kerjaan saya yang harus full online menyebabkan saya kurang bisa berpuasa gawai di depan Kizain. Sesekali bisa buka gawai hanya di kamar mandi. Tapi selebihnya tidak.

Setiap melihat saya memegang gawai, Kizainpun minta pegang juga. Saya tidak lagi memberikan tontonan mobil di youtube, melainkan memerlihatkan foto-fotonya atau adiknya sendiri di galeri gawai. Sampai kemudian ia bosan dan memalingkan pandangan dari layar.

Berikan solusi, bukan sekedar melarang

‘Cita, Bun. Cita Yayah’

Kembali ke konsep karakter pendidik sukses di prophetic parenting, salah satunya adalah tidak melarang dengan keras. Pikiran anak-anak belum mampu menangkap arti larangan. Jadi, ketika kami mengurangi pemberian tontonan di youtube, kami memberikan alternatif lain. Yaitu bercerita.

‘Cita, Bun.. Cita Yayah,’ pintanya ketika mata sudah kriyep dan saya yang fakir ide cerita ini cuma bisa bilang,

‘nanti, tunggu Yayah pulang ya nak.’

zzzt..

Kizain sangat suka berimajinasi dengan mobil-mobilannya. Di usianya yang tepat 2 tahun Oktober lalu, kami membelikan hadiah mobil yang selama ini hanya ia tonton di youtube. Jadi, selama bercerita, kami melibatkan mobil-mobilannya.

Cuma kadang-kadang ia bosan, karena ceritanya gitu-gitu aja. Kalau malam menjelang tidur, Ayahnya sangat pandai mendongengi Kizain. Tapi kalo siang dan tidak ada Ayah di rumah, saya kesusahan bercerita karena memang saya tidak pandai bercerita dan mengarang selayaknya pendongeng. Ujung-ujungnya saya malah diam-diam main HP dan Kizain sibuk bermain mobil-mobilan sendiri.

Menjadi Ibu, butuh pola pikir yang luas. Maaf yang banyak. Hati yang lapang.

So Good Cerdik, Nugget dan Dongeng Untuk Kizain

Saat Kizain kami berhentikan menonton dengan gawai di usia 20 bulan, seminggu berikutnya ia lepas menyusu dengan saya. Nafsu makan Kizain bertambah besar di usia 2 tahun kini dan jadi sering ngemil. Kizain anak yang picky eater, ia menolak makan ikan dan sayur kalau tidak diolah terlebih dahulu.

Saya bersyukur akan kondisi ini, artinya keleluasaan saya dalam memasak ditantang Kizain. Sayangnya, sampai detik ini saya memang belum bisa memasak berbagai olahan makanan selain ceplok telor dan nasi goreng.

Belum lagi kondisi mengurus dua bayi kadang sudah menyita banyak sekali perhatian saya, dan tidak terpikir untuk memasak. Alhamdulillah ada So Good Cerdik kesukaan Kizain yang bisa langsung saya goreng tanpa perlu berlama-lama di dapur meninggalkan anak. Selain itu, ada hadiah dari So Good Cerdik yang saya berikan untuk Kizain, yaitu kartu dongeng berbasis Augmented Reality (AR).

So Good Cerdik ini saya beli di minimarket dekat rumah. Ketika saya sampaikan ke suami bahwa ada hadiah dongeng berbasis Augmented Reality, dia sangat tertarik. Sebab, 3 tahun yang lalu skripsinya di kampus adalah tentang augmented reality menggunakan web cam. Belum menggunakan aplikasi secanggih So Good Cerdik.

Untuk aplikasi So Good Cerdik sendiri bisa diunduh di link ini:

gplay

Tata cara permainannya bisa dibaca dulu di sini: https://youtu.be/WOxyE3X3CCk

SO GOOD CERDIK NUGGET DAN DONGENG UNTUK KIZAIN 10
IMG_1481
SO GOOD CERDIK NUGGET DAN DONGENG UNTUK KIZAIN 11

Kartu So Good CERDIK bisa didapatkan untuk setiap pembelian produk So Good Siap Masak (Bakso, Nugget, Stick, Seafood, Shaped Nugget, Whole Muscle, Sausege) kemasan 400 gram. Untuk kemarin saya membeli So Good Nugget huruf karena Kizain lagi senang sekali belajar mengenal namanya.

Selagi menunggu minyak panas, saya mengajak Kizain menonton dongeng dulu. Kizain duduk di sebelah saya dengan sangat baik budi. Dongengpun dimulai dan Kizain sangat senang karena karakter dalam dongeng terasa begitu nyata. Pun ketika Lala sang tokoh berteriak,” Sing Sing”, Kizain ikut berceloteh, “Sing Sing”, dan tiba dongengnya habis, Kizain minta nonton lagi karena belum puas.

Berhubung minyak sudah panas, saya mengajaknya ke dapur dan mulai menggoreng nugget. Kizain tidak menolak saya ajak memasak, karena memang dia doyan ngekorin saya ke dapur.

SO GOOD CERDIK NUGGET DAN DONGENG UNTUK KIZAIN 4

Kami mulai menggoreng nugget huruf K, kemudian I, lanjut Z, A, I dan yang terakhir N.  Setelah matang,saya angkat lau tiriskan, kami jejerkan huruf tersebut sebelum dimakan di sebuah wadah panjang. Sayangnya ketika mau saya foto, huruf K sudah dimakan duluan.

Manfaat Mendongeng dari So Good Cerdik Untuk Anak di Masa Golden Age

Kenapa mendongeng yang saya pilih untuk Kizain? Sebab ternyata ada banyak sekali manfaat mendongengi anak dala masa golden agenya, di antaranya adalah:

  • Memperkaya kosakata anak
  • Menstimulasi daya imajinasi anak
  • Melatih kemampuan mendengar
  • Melatih daya ingat anak
  • Mengenalkan anak pada hal di sekitarnya
  • Melekatkan bonding antara anak dan ibu/ayah

Untuk saya yang kurang kreatif dalam bercerita, mendongeng lewat aplikasi menjadi salah satu alternatif. Saat cerita dimulai, Kizain sering saya ajak berbicara, menunjuk sungai yang ada di layar, juga menunjukkan mimik sesuai cerita. Kizain juga sangat interaktif saat menekan tanda panah selanjutnya ketika cerita di lembar pertama telah habis.

Nilai Edukasi

Nilai edukasi yang saya dapatkan adalah Kizain mulai mengerti konsep takut, minta tolong dan mengucapkan terimakasih. Dalam dongeng, banyak diajarkan hal-hal moral. Sehingga sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya tokoh karakter yang diciptakan, Kizain sangat mengingat akan perilaku karakter, “sepelti Lala, Bun” ucapnya saat saya memintanya bercerita kembali.

Untuk saya sendiri, nilai edukasi yang saya dapatkan adalah saya jadi mudah memutar otak saat Kizain minta cerita menjelang tidur. Saya tinggal mengulang cerita dongeng Lala dan Singsing saja. Alam bawah sadarnya mulai bermain saat saya menyebut Lala.

Senang sekali rasanya bisa bermain dan belajar dengan Kizain meskipun Ayah tidak membersamai di siang hari. Kadangkala punya dua anak dalam jarak yang berdekatan itu, bikin saya lupa bahwa Kizain juga masih seorang balita yang butuh perhatian. Ketika ia bermain dengan adiknya, saya menasehatinya agar tak membuat adiknya menangis. Padahal itu bukanlah karakter pendidik, sebab jika ditelisik lebih dalam, Kizain sedang mencari perhatian saya dengan segala rupa.

Semoga So Good Cerdik ini bisa jadi pelekat bonding kita ya, nak. Tiga hal yang sangat Kizain suka kita lakukan bersama, mendengarkan dongeng sambil melihat tokoh, memasak, dan yang terakhir makan.

Bermain adalah kebahagiaan anak. Dalam bermain, hadirkan jiwa kita. Dalam dirinya, lekatkan kehadiran kita.

Salam,

Kizain dan Bunda.

Catatan Kaki:

  1. DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid,  2010. Prophetic Parenting . Yogyakarta : Pro – U Media
  2. www.emak2blogger.com
  3. www.blogmedia.id
  4. www. alodokter.com
  5. www.ayahbunda.co.id

You Might Also Like

1 Comment

  • Reply
    mutia nurul rahmah
    4 December 2017 at 13:00

    waaah, iya ya. manfaatkan gawai sebijak mungkin untuk anak. keren ceritanya

  • Leave a Reply