Cerita Bunda

Berpuasa Selama Menyusui, Bolehkah?

Berpuasa selama menyusui

Berpuasa dan menyusui adalah dua hal yang wajib dikerjakan bagi muslimah. Hukum atas keduanya jelas tercantum di dalam Alquran, jadi tak perlu diragukan lagi keabsahannya. Namun, bagaimana jika seorang wanita dihadapkan dalam kondisi wajib berpuasa dan wajib menyusui? Bagaimana pandangan medis dan agama terkait hal ini?

Beberapa minggu yang lalu, saya diizinkan ikut Kelas Mini Edukasi Menyusui oleh salah satu organisasi yang mendukung penuh ibu menyusui. Kelas tersebut mengupas tuntas soal puasa dan menyusui yang notabene dianggap menjadi kelas yang wajib dihadiri, sebab mitos sana-sini. Nah, semoga banyak ilmu berharga yang bisa didapatkan di sini, ya!

Sering kita dengar bahwa jika menyusui, maka sebaiknya jangan berpuasa. Karena akan menurunkan produksi ASI. Ups, bukan itu saja. Melainkan ASI yang diberikan akan menjadi basi. Benarkah?

Hasil Penelitian

Penelitian tahun 2006, ibu yang menyusui bayi usia 2-5 bulan dan menjalankan puasa, ternyata kondisinya saat itu sama sekali tidak berpengaruh kepada bayinya. Kadar KH, protein, lemak, tetap stabil. Namun ada juga penelitian lain yang menyatakan bahwa kondisi ibu dimana IMT [Indeks Massa Tubuh] tidak berubah tapi pemasukan kalori yang direkomendasikan menurun.

Oleh karena itu, para tenaga kesehatan dan ahli laktasi menganjurkan ibu menyusui ekslusif (0-6 bulan) untuk tidak berpuasa selama bulan Ramadan. Karena ibu akan lebih sering haus pasca menyusui terutama ketika bayi sedang dalam tahap Grow Spurt (percepatan pertumbuhan).

Ibu Menyusui Tidak Sanggup Berpuasa

Ibu menyusui yang tidak sanggup berpuasa, akan mendapatkan keringanan sesuai dengan ayat berikut, “…maka siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain, Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya untuk membayar fidyah; memberi makan seorang miskin (QS. Al- Baqarah : 184).” Dan hadist berikut,
Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah meringankan separuh shalat dari musafir, juga puasa dari wanita hamil dan menyusui.” [6]

Jadi, jangan khawatir bila tidak sanggup berpuasa ya, bu. Karena untuk ibu menyusui, Islam memberikan keringanan. Dan kita bisa menggantinya dengan membayar fidyah dan mengqadha (mengganti puasa di hari setelah bulan Ramadan jika sudah sanggup) sesuai dengan hukum islam.

Bagaimana Jika Ibu Menyusui Ingin Berpuasa?

berpuasa selama menyusui 1

Di Indonesia, waktu berpuasa dimulai dari Imsak hingga berbuka akan memakan waktu 14 jam. Untuk itu, jika ibu menyusui ingin berpuasa, para ahli laktasi dan tenaga medis memberikan tips sebagai berikut:

  • Memindahkan jam makan si Ibu.

Jika tadinya 3 x sehari, yaitu sarapan, makan siang, makan malam ditambah snack pagi dan sore, maka selama berpuasa jam makannya berubah menjadi sahur, makan saat berbuka puasa, makan menjelang tidur malam (diatur, paling tidak 1,5 – 2 jam sebelum tidur malam) dan snack serta minum/asupan cairan lainnya bisa disiasati setelah ibu menyusui/memerah di malam hari. Ibu-ibu dianjurkan untuk memberikan ASI baik secara direct breastfeeding maupun memerah ASI dengan pompa yang Ibu miliki.

Para ahli laktasi menganjurkan tetap memberikan ASI pada malam hari adalah karena kadar hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) tinggi di malam sampai dini hari yang merupakan saat yang tepat untuk memerah selain menyusui langsung.

Biasanya kalau lagi Ramadan begini, suka susah tidur malam, nggak bu? Jika iya, sama. Waktu tersebut saya gunakan untuk memerah ASI setelah menyusui, agar produksi ASI tetap stabil. Walaupun saya ibu yang tidak bekerja, pompa ASI sudah saya beli jauh-jauh hari. Apalagi jika ibu adalah seorang ibu pekerja. Pompa ASI menjadi barang wajib untuk dibeli di sini. Siapkan ya bu.

Hal yang Harus Diperhatikan Dari Bayi Ketika Ibunya Berpuasa

  1. Pantau BAK Bayi minimal 6 kali/hari
  • Kita bisa memantau produksi urin bayi dengan mengecek diapers setiap kali ganti, menghitung berapa kali mengganti diapers dalam sehari. Sebagai tanda bayi cukup mendapatkan ASI.

berpuasa selama menyusui 2

  1. Pantau kenaikan BB bayi
  • Bisa dilakukan dengan menimbang bayi.
  1. Pantau perilaku bayi
  • Selama kita berpuasa, bayi malah rewel dan berperilaku tidak seperti biasanya? Jika iya, segera berbuka, ya.

berpuasa selama menyusui 3

Hal yang Perlu Diperhatikan Dari Ibunya Saat Berpuasa

  • Menjadi lemas adalah hal yang wajar, namun segera berbuka jika pusing dan berkunang-kunang.
  • Jika lelah, usahakan istirahat siang atau rileks dengan duduk.
  • Menjaga agar diri terus bahagia dan berpikiran positif. Karena perasaan bahagia akan meningkatkan oksitosin (hormon perangsang ASI).
  • Timbang badan, karena BB yang turun lebih 1kg dalam 1 minggu i